Tingkatkan Imtaq, Jauhar Ajak Jajarannya Semarakan Program Jihad

October 12, 2017 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim, Moh Jauhar Efendi mengajak jajarannya menyemarakan program kajian ahad (jihad) yang diselenggarakan setiap Ahad Bada Magrib, di Masjid Al Husna Kantor DPMDP Kaltim.

Kegiatan keagamaan dinilai penting untuk meningkatkan iman dan taqwa (imtaq) jajarannya sebagai bagian revolusi mental untuk dalam menjalani kehidupan dan menunjang kinerja sehari-hari.

“Ini majelis kajian ilmu. Kita berharap program jihad meningkatkan pemahaman tentang ajaran-ajaran keagamaan yang dapat menjadi pegangan hidup,” ujar Moh Jauhar Efendi, Rabu (11/10/2017).

Menurutnya, keimanan dapat mempengaruhi sesorang baik saat bergaul dalam kehidupan bermasyarakat, maupun saat melaksanakan amanah jabatan. Semakin baik keimanannya tentu akan semakin baik pula pergaulannya dengan masyarakat maupun kinerjanya dalam melaksanakan tugas pekerjaan.

“Artinya program ini sejalan. Dilaksanakan saat Pemprov Kaltim mencanangkan program nasional revolusi mental untuk mencetak ASN berkarakter,” yakinnya.

Karenanya ia berharap bisa terus dilaksanakan dan diikuti secara konsisten oleh jajarannya. Ia berharap dengan meningkatkan pemahaman tentang ajaran agama akan diikuti peningkatan kinerja dilandasi rasa tanggung jawab terhadap pekerjaan. Itu sebabnya, Progam Jihad dilaksanakan setiap Minggu malam. Harapannya menjadi penyemangat sebelum kembali beraktifitas memulai hari pertama kerja setelah libur akhir pekan. Mengingat hari pertama kerja menjadi penentu kualitas hari berikutnya dalam seminggu.

“Setidaknya ini menjadi charge (pengisi daya,Red) imtaq kita semua. Semoga dengan siraman rohani bisa meningkatkan semangat menjalani aktifitas esok harinya,” sebutnya.(arm)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.