Pembangunan Rel Kereta Api Kembali Dibahas

October 12, 2017 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar kembali rapat  pembangunan rel kereta api oleh PT. Kereta Api Borneo (KAB). Rapat koordinasi dengan Direktur  Utama PT. KAB Sergey Kuznetsov dan  Head of Region PT. KAB Yadi Sabiannoor di Ruang Rapat Tepian I Kantor Gubernur Kaltim, Rabu (11/10/17).

Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak menjelaskan, pembangunan rel kereta api di Kaltim merupakan salah satu proyek strategis nasional. Sebab itu dia yakin proyek ini akan mendapatkan prioritas dari pemerintah. Apalagi peruntukannya    bukan hanya untuk mengangkut sumber daya alam, macam kelapa sawit dan batubara, tetapi juga untuk angkutan penumpang.

“Semua harus bersinergi. Pembangunan rel kerata api ini harus didukung semua pihak. Bukan hanya tanggung jawab Pemprov Kaltim, tetapi juga kabupaten/kota, perusahaan perkebunan, pertambangan dan kehutanan,” kata Awang Faroek Ishak.

Menurut Awang, pembangunan rel kereta api ini merupakan kerjasama antar negara, Indonesia dan Rusia. Oleh karena itu Pemprov Kaltim bertanggungjawab untuk menyukseskannya kerjasama  tersebut dengan baik.

Sinergitas Pemprov Kaltim dan kabupaten/kota serta pihak swasta sangat diperlukan sehingga dalam waktu dekat ini, realisasi pembangunan rel kereta api yang akan menghubungkan tiga kabupaten yaitu  Penajam Paser  Utara, Kutai Kartanegara  dan Kabupaten Kutai Timur bisa terlaksana sesuai rencana.

Terkait tindak lanjut rencana pembangunan ini kata Awang masih banyak hal yang harus dibenahi terutama terkait administrasi perijinan, ijin lokasi, termasuk rute  atau jalur kereta api.

Selain itu, lanjut Awang Faroek  yang tidak kalah penting adalah masalah pembebasan lahan. Dari data yang ada banyak lahan yang termasuk dalam hutan produksi, hutan produksi terbatas, bahkan lahan-lahan milik pemerintah dan lahan masyarakat yang masih harus dibebaskan.

“Perusahaan pertambangan batu bara maupun perkebunan nantinya tidak boleh lagi mengangkut sendiri komoditinya, tetapi harus diangkut dengan kereta api, sehingga Maloy akan tumbuh dan berkembang pesat, melalui konektifitas kereta api,” kata Awang Faroek. (mar/sul/es/adv)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.