Aktifkan Pokdarwis sebagai Mitra Pengembangan Pariwisata

October 6, 2017 by  
Filed under Wisata

VIVABORNEO.COM, Pembentukan Kelompuk Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi ujung tombak bagi pemerintah dalam memajukan pariwisata dan  dianggap mampu untuk menggerakkan ekonomi kemasyarakatan  dengan  menjual potensi-potensi yang dimiliki suatu tempat.

Demikian disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Penajam Paser Utara, Tita Deritayati usai mengukuhkan Pokdarwis “Tanjung Bahagia”  Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Penajam.

Menurut Tita,  setiap obyek wisata yang mulai ramai dikunjungi pastilah membawa dampak bagi ekonomi setempat, misalnya  pengelola fasilitas umum seperti ruang parkir, toilet umum,  penyedia transportasi,  penyedia makanan dan akomodasi serta masih banyak lagi efek domino yang ditimbulkan.

“Untuk itulah, Disbudpar Kabupaten PPU gencar untuk mengaktifkan Pokdarwis yang telah vakum ataupun pembentukan baru bagi kelurahan yang belum memiliki Pokdarwis serupa,” ucap Tita usai pengukuhan Pokdarwis Tanjung Berseri Kelurahan Kampung Baru, Rabu (4/10/17).

Sementara itu,  Lurah Kampung Baru, Mujono mengatakan ikon hutan mangrove dan jembatan ulin yang dimiliki oleh kelurahan mampu menyedot kunjungan wisatawan lokal setiap minggunya.

Lurah Mujono sadar pembenahan dan lanjutan pembangunan kawasan hutan mangrove ini harus dilanjutkan seperti rencana awal untuk menjadikan jembatan tersambung hingga pengunjung dapat melihat laut dan pantai.

Ketua Pokdarwis “Tanjung Berseri” yang baru dikukuhkan, Suparjo mengaakui adanya obyek wisata hutan mangrove di kelurahan  mereka  telah memiliki dampak ekonomi yang mampu menggerakkan  pendapatan serta inisiatif  masyarakat setempat.

Kelurahan kampung baru memiliki ikon hutan mangrove dengan jembatan sepanjang 480 meter. Selain itu potensi lainnya adalah pulau gusung dan terumbu karang dan aneka kerajinan olahan pangan dari buah mangrove yang dikerjakan oleh wanita setempat.(vb/yul)

 

 

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.