Antara Agung dan Sinabung (Bagian Dua)

October 6, 2017 by  
Filed under Opini

VIVABORNEO.COM, Terjadi perbedaan yang bertolak belakang antara Gunung Agung dan Sinabung dalam banyak hal, baik masa letusan, pengungsi, penanganan bencana oleh pemerintah dan amsih banyak lagi perbedaan yang sangat kontras antara penanganan kedus gunungapi tersebut. Berikut lanjutan dari tulisan sebelumnya.

Sedangkan di Gunung Sinabung, ribuan masyarakat harus mengungsi sejak tahun 2013. Bahkan ribuan pengungsi tidak boleh kembali ke rumahnya karena harus direlokasi. Jadi yang ditangani adalah pengungsi sementara dan pengungsi permanen atau yang harus direlokasi.

“Namun tidak ada yang tahu kapan mereka boleh pulang karena Gunung Sinabung belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir letusannya,” ujar Kepala Kepala Pusat Data Informasi dan Humas  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, (4/10/17).

Berdasarkan laporan Posko Tanggap Darurat Erupsi Gunung Sinabung tercatat 7.214 jiwa atau 2.038 KK pengungsi yang ada di delapan  pos pengungsian.

BNPB terus memberikan bantuan kebutuhan dasar bagi pengungsi. BNPB telah menyalurkan bantuan dana siap pakai untuk penanganan pengungsi sejak 2013 hingga September 2017 mencapai Rp321,6 milyar.

Daan sebanyak ini untuk bantuan anak sekolah, jaminan hidup, biaya listrik, air bersih, sewa jambur untuk tempat pengungsian, pembangunan sekolah darurat, MCK, tempat ibadah, sewa rumah, sewa lahan pertanian dan sebagainya.

Selain itu terdapat 3.331 KK yang harus direlokasi yang dibagi menjadi 3 tahap. Relokasi tahap pertama sebanyak 370 KK dari Desa Bekerah, Desa Simacem, dan Desa Sukameriah sudah selesai dilakukan.

Relokasi tahap kedua sebanyak 2.044 KK dilakukan relokasi mandiri. Direncanakan Desember 2017 mendatang relokasi mandiri selesai.

Sedangkan relokasi tahap tiga sebanyak 1.098 KK masih terkendala lahan usaha tani dan administrasi lainnya. BNPB telah menyalurkan bantuan untuk rehabilitasi dan relokasi pascaerupsi Gunung Sinabung sebesar Rp 268,5 milyar.

Jadi total dana yang telah disalurkan untuk penanganan letusan Gunung Sinabung sejak 2013 hingga September 2017 sebesar Rp 589,1 milyar.

“Penanganan pengungsi dan relokasi masyarakat sekitar Gunung Sinabung sangat komplek dan rumit. Di satu sisi gunung terus meletus tanpa ada yang tahu kapan akan meletus. Di sisi lain juga ribuan masyarakat harus mengungsi dan direlokasi tetapi terbatasnya lahan untuk relokasi dan usaha taninya menyebabkan penanganan belum tuntas,” ucap Sutopo Purwo Nugroho.(vb/yul/foto:istimewa/habis)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.