Nelayan Kampung Guntung Keluhkan Dampak Operasional PT KMI

September 27, 2017 by  
Filed under Lingkungan Hidup

PENAJAM, Puluhan masyarakat nelayan asal Kampung Guntung Desa Api-api Kecamatan Waru Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sampaikan keluhan  di Kantor Bupati  akibat adanya dampak operasional PT. Kayo Mitra Inspeksindo (KMI) di wilayah mereka.

Rombongan yang berjumlah lebih kurang 20 orang ini diterima langsung oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ahmad Usman, Selasa, (26/9) di ruang kerjanya.

Dalam pertemuan tersebut salah satu perwakilan masyarakat nelayan bernama  Iyan mengungkapkan bahwa akibat adanya operasional dari PT. KMI dalam pembangunan pelabuhan di wilayah RT. 06 dan 08 tersebut, telah menimbulkan berbagai dampak negatif yang langsung dirasakan oleh masyarakat yang sebagian besar merupakan  para nelayan.

Mereka mengaku akibat operasional perusahaan ditempat mereka, pendapatan nelayan yang ada selama empat bulan terakhir ini mengalami penurunan drastis.

Jika sebelumnya mampu memperoleh penghasilan tangkap mereka sebesar Rp500 ribu hingga Rp600 ribu rupiah perhari, kini untuk memperoleh Rp100 ribu per hari saja nelayan kesulitan. Bahkan sejumlah nelayan rela meninggalkan profesinya  dan menjual kapal mereka kemudian beralih mencari kerja lain.

“Semua itu tentunya akibat pencemaran lingkungan yang dilakukan PT KMI. Karena selama melakukan aktifitas di lapangan. Mereka selalu membuang limbah berupa oli kotor, solar dan sebagainya ke laut yang mengakibatkan kematian bagi ikan,” ujar Iyan.

Lanjutnya, selama aktifitas pengerukan dalam pengerjaan pelabuhan, getaran yang ditimbulkan sangat dirasakan warga bahkan hingga radius 500 meter dari pantai sehingga menyulitkan nelayan untuk menangkap ikan.

Iyan  menambahkan rombongan mereka ke Pemkab PPU karena menurutnya perusahaan tersebut telah beroperasi di wilayahnya dalam pengerjaan pelabuhan sandar selama 6 bulan terakhir. Namun perhatian yang diberikan oleh pihak perusahaan kepada masyarakat setempat tidak ada samasekali.

Bahkan, dalam dokumen yang ada, pada pertemuan sebelumnya antara perusahaan dengan masyarakat, bukan melibatkan masyarakat RT 06 dan 08 yang terkena dampak langsung, melainkan melibatkan Rt lain di wilayah itu yang bukan merupakan nelayan.

“Oleh karena itu melalui pertemuan ini, kami minta kepada pemerintah daerah agar izin perusahaan yang telah beroperasi ini untuk ditinjau kembali. Kemudian jika perusahaan melakukan operasionalnya tanpa prosedur yang benar untuk sementara dihentikan. Masyarakat ingin tahu semua ini,” tegasnya.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ahmad Usman mengatakan pihaknya menerima aspirasi apa yang disampaikan oleh masyarakat kampung Puntung tersebut.

Namun dirinya minta kepada warga agar jika melalukan segala tindakan di lapangan harus sesuai dengan prosedur dan ketentuan hukum yang belaku sehingga tidak bermasalah dengan hukum.

“Jika warga semena-mena melakukan pemblokiran perusahaan tanpa mengikuti prosedur yang ada maka bisa saja yang bersangkutan harus berurusan dengan kepolisian. Kami juga akan segera menindaklanjuti apa yang telah disampaikan oleh masyarakat kampung Guntung Desa Api-Api yang berbatasan Desa Labangka ini,“terang Ahmad Usman. (vb/sub/yul)

 

 

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.