Maratua Diusulkan Jadi KEK Nasional

September 9, 2017 by  
Filed under Wisata

BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Pariwisata Berau mengusulkan gugusan Kepulauan Derawan khususnya Pulau Maratua menjadi Kawasan Ekonomi Khusus Industri Pariwisata Nasional. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Pengendalian Usaha Jasa Pariwisata Dinas Pariwisata Kaltim H Anthoni Rakhman saat kunjungan kerja di Kabupaten Berau, Rabu (6/9/2017).
Dikatakan Anthoni, kawasan Pulau Maratua serta gugusan kepulauan sekitarnya sangat sesuai dijadikan KEK Nasional. Potensi dan keunggulan wilayah lanjutnya, didukung sarana dan prasarana serta fasiltas tang divangun pemerintah baik provinsi maupun kabupaten dan pusat cukup memadai, sehingga layak Maratua dijadikan KEK. Salah satunya sebut Anton, Bandara Maratua yang dibangun Pemprov Kaltim didukung Pemkab Berau dan pemerintah pusat.

Fasiltas itu sangat menunjang dalam pengembangan industri pariwisata utamanya akses pendekat wisatawan berkunjung ke gugusan kepulauan yang memang mengandalkan industri pariwisata keindahan alam atau ecotourism khususnya laut. Selain mudah menjangkau Pulau Derawan sebagai ikon Berau bahkan Kaltim dan nasional juga adanya Pulau Sangalaki dan Kakaban.

Khusus Pulau Kakaban terus dilakukan pembenahan oleh pihak swasta seperti PT Bhumi Manimbhora Interbhuwana (BMI) membangun berbagai fasilitas di kawasan pulau tanpa dana pemerintah.

“Kakaban terdapat danau air tawar purbakala didalam dihuni biota laut langka seperti ubur-ubur dan binatang laut lainnya yang tidak terdapat di negara lain,” ungkap Anton.

Sementara itu Kepala Dispar Berau Mappasikra Mappaselleng membenarkan kalau pihaknya mengajukan ke Dewan KEK Pusat.

“Di Maratua ini kan investor bidang pariwisata masuk terus. Nah ini tujuan kita menetapkan Maratua sebagai KEK agar investasi terus berkembang dan pariwisata di Berau semakin maju,” ujar Mappasikra.

Dia menambahkan selain investasi juga kunjungan wisatawan terus meningkat baik wisatawan nusantara maupun mancanegara baik Eropa maupun Asia serta nerbagai negara lainnya.(mas)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.