120 Penumpang Maskapai Lion Air Tidak Terangkut

August 12, 2017 by  
Filed under Opini

VIVABORNEO.COM, TARAKAN, Sebanyak 120 orang penumpang reguler Maskapai Lion Air JT 673 yang rencananya akan bertolak ke Balikpapan (Kalimantan Timur) dari Bandara Internasional Juwata Tarakan, Kalimantan Utara,  harus rela tidak terangkut pada Jumat (11/8/17) pagi.

Koordinator Humas Bandara Juwata Tarakan, Kurnadi menjelaskan kronologi tidak terangkutnya para calon penumpang yang telah memiliki tiket resmi itu dikarenakan schedule atau jadwal keberangkatan terhambat akibat adanya gangguan (system down) yang mengakibatkan para petugas maskapai harus melakukan proses check in secara manual.

“Sejak pada pukul 04.30 Wita, proses check in dilakukan secara manual dimana dalam proses check in secara manual ini tentunya memmbutuhkan waktu yang lebih lama ketimbang chek in terhubung (online),” ujarnya.

Meskipun petugas  telah berkoordinasi ke Kapten Pesawat Lion Air JT 673, namun Kapten menolak untuk memberikan kelonggaran waktu dan menginginkan berangkat tetap sesuai schedule yang telah ditentukan.

“Akibatnya, ratusan penumpang terpaksa harus rela tertinggal meskipun juga ada yang sudah sempat berada di ruang tunggu keberangkatan,” ucapnya.

Dari total 206 penumpang yang terdaftar, hanya 86 penumpang yang diberangkatkan menuju Balikpapan, sedangkan sisanya memilih tetap berada di Bandar Udara Juwata atau tepatnya di depan counter Check In pesawat Lion.

Mereka meminta kejelasan dari pihak maskapai yang telah mereka anggap merugikan dan memilih tidak akan beranjak sebelum mendapat kepastian mengenai kekeberangkatan mereka.

“Penerbangan Lion JT 673, menurut saya pilotnya sudah melanggar prinsip-prinsip tanggung jawab pengangkut. Pilot telah meninggalkan penumpang yang masih melakukan proses Check In manual diakibatkan sistem error. Jika pilot bertanggung jawab maka dia tidak akan meninggalkan penumpang.

Penerbangan ini bukan termasuk Delay atau Cancel, ini merupakan tindakan kesewenang-wenangan dari pilot yang tidak bertanggung jawab terhadap prinsip-prinsip tanggung jawab pengangkut,” ditegaskan Kepala Bandara Juwata Tarakan, Hemi Pamuraharjo saat memberikan keterangan pers.

“Pihak Bandara juga telah meminta dan menekan pihak Lion Air untuk memprioritaskan penumpang yang tidak terangkut dan meminta Lion untuk memberikan kompensasi kepada para penumpang,” ujar Hemi.

Selain itu, pihak Bandara Juata meminta kepada manajemen pusat untuk mengirim pesawat pengganti (extra flight). Selama server down, pihak bandara juga meminta kepada maskapai agar mengimbau kepada calon penumpang untuk datang lebih awal, karena proses check in menggunakan proses manual.

Sementara itu, penumpang untuk penerbangan 12.55 Wita diundur ke penerbangan selanjutnya. Sedangkan, untuk Extra Flight sendiri diputuskan oleh maskapai berangkut pada pukul 16.00 dengan tujuan yang sama.(vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.