Puslibang Kemhan RI Buat Strategi Pencegahan Narkoba

July 26, 2017 by  
Filed under Samarinda

SAMARINDA, VIVABORNEO,  Puslibang Kementerian Pertahanan Republik Indonesia membuat strategi untuk pencegahan peredaran Narkotika dan Obat-obatan terlarang (Narkoba) mengingat penggunaan dan penyalahgunaan Narkoba di Kota Samarinda Nomor tiga se-Indonesia.

Kapuslitbang Strahan Laksamana Pertama TNI Ir. Agus Rustandi mengatakan, pihaknya telah melakukan kegiatan pengumpulan data pertama di Batam, Kepulauan Riau.

“Dalam survei pendahuluan kami, kami menemukan bahwa Kota Samarinda menduduki nomer 3 di Indonesia masalah darurat narkoba,” ujarnya saat melakukan audiensi bersama Walikota Samarinda, Selasa (25/7).

Pengumpulan data ini akan berkoordinasi dan berdiskusi dengan BNNP, Korem 091/asn, Pemerintah daerah, Kesbangpol dan Diskes Kota Samarinda. Agus melanjutkan, selain berbahaya, narkotika juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Sebagai bentuk tanggap darurat narkoba melihat situasi yang sangat mengkhawatirkan ini, Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI melalui Pusat penelitian dan pengembangan strategi pertahanan telah menjalankan program Penelitian dan pengembangan masalah darurat narkoba yang dihadapkan kepada keselamatan bangsa.

“Setelah penelitian ini, kami ingin membuat strategi pencegahan sehingga mengurangi peminatnya dan pelan-pelan akan bebas narkoba. Karena tidak dipungkiri hal ini menjadi ancaman non militer yang menyerang ketahanan nasional bagi bangsa kita,” katanya.

Sementara itu, Walikota Samarinda Syaharie Jaang menyambut dan mendukung penuh kegiatan tersebut selama dilaksanakan di Samarinda. Besarnya ancaman, tantangan, halangan dan gangguan yang menrongrong keutuhan, kesatuan dan persatuan bangsa, baik yang berasal dari luar maupun dalam negeri menjadi faktor penghambat integritas nasional bangsa.

“Memang dapat mengancam integritas suatu bangsa, bisa terjadi jika tidak kita perangi  secara bersama. Jangan sampai tongkat estafet pembangunan terputus karena pemuda-pemuda kita sebagai tulang punggung bangsa berada pada lingkaran pengguna narkoba,” ujarnya.

Pemkot Samarinda juga telah melakukan upaya penyegahan dengan melakukan sosialisasi ke seluruh lapisan masyarakat, turun langsung ke lapangan untuk terlibat kegiatan inspeksi mendadak (Sidak), audiensi dengan tokoh masyarakat/agama dan turut mendukung Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Samarinda sebagai rujukan bagi penyalahguna atau pecandu narkoba. (vb/rdg)

 

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.