Dua Tahun Budidaya, Sapi BC di PPU Meningkat Pesat

July 25, 2017 by  
Filed under Agrobisnis

VIVABORNEO.COM, Pembudidayaan sapi jenis Brahman Cross asal Australia bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi Kaltim, diberikan  kepada 24 kelompok tani di Kabupaten Penajam Paser Utara  sejak  tahun 2015 telah berkembang  dengan baik dan populasinya meningkat cukup pesat.

 Kepala  Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian  Tanaman Pangan Kabupaten PPU, Drh. Arif Murdiyatno mengatakan bantuan sapi Brahman Cross  kepada Kabupaten PPU awalnya hanya sebanyak 701 ekor dan selama dua tahun telah berkembang biak menjadi 540 ekor dengan total saat ini sebanyak lebih dari  1.200 ekor.

“Memang dalam perjalanan pembudidayaan ini tidak lah mulus karena terdapat  kematian induk dan anakan yang lahir sebanyak 108 ekor. Namun secara keseluruhan populasi sapi bertambah, tidak berkurang” tegas Arif, Senin (24/7/17).

Dijelaskan Arif,  pemeliharaan sapi Brahman Cross asal Ausrtalia ini sedikit sulit ketimbang memelihara sapi-sapi lokal, namun Kabupaten PPU berhasil mengembangbiakannya dengan baik.

Di Negara asalnya, sapi BC ini dibudidaya dengan cara kawin alami, sementara di Kabupaten PPU dan lainnya dilakukan tehnik inseminasi buatan yang tentunya lebih sulit daripada kawin secara alami.

Beberapa kasus kematian sapi “bule” ini adalah faktor kekurangan  nutrisi dan pakan hijauan yang mempengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Kemudian faktor penyakit, terutama kembung yang mengakibatkan sapi enggan makan dan mati. Selanjutnya faktor cuaca, sanitasi kandang  dan faktor pemeliharaan oleh petani.

“Sejak datang, banyak indukan yang stress karena perjalanan yang panjang. Bahkan ada yang sejak datang memang sudah sakit dalam perjalanan,” ucapnya.

Dijelaskan Arif, minat kelompok tani untuk memelihara sapi import ini cukup besar, namun karena tidak ada kesinambungan program bantuan, dari 24 kelompok tani yang ada, sapi BC ini hanya dibagikan kepada 15 kelompok tani.

Sedangkan sisanya direncanakan pada tahun berikutnya. Namun, karena pemerintah defisit anggaran, maka program untuk tahun 2016 dan 2017 tidak terlaksana.

Sapi-sapi import ini datang pada akhir tahun 2015 sekitar 2.200 ekor dan  hanya untuk  Kabupaten PPU dan Paser yang mendapatkan kuota pertama ini. Kabupaten PPU menerima sebanyak 701 ekor dan sisanya diterima oleh kelompok tani di Kabupaten Paser.

“Karena pemerintah defisit anggaran dan terus berhemat, maka rencana bantuan untuk tahun 2016 dan 2017 belum terealisasi, padahal masih banyak kelompok tani yang ingin memelihara sapi BC ini. Sehingga kita menggulirkan indukan sapi kepada kelompok lain sebagai upaya perbanyakan,” ujarnya.(vb/yul)

 

 

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.