DPRD Kubar Kunjungi PT GBPC

July 16, 2017 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Kunjungan kerja 10 Orang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Barat, dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Pembangunan PDIP,  ke PT Gunung Bayan Pratama Coal (GPBC), yang dipimpin langsung Ketua DPRD Kubar Jackson Jhon Tawi.

Dalam kunjungan ini Ketua DPRD Kubar menanyakan kesepakatan kerjasama PT GBPC dan TNI untuk membangun Markas Batalyon Infantri 612. Salah satu anggota DPRD Kubar Lusiana Ipin juga menanyakan insiden tenggelamnya anak sekolah Novita Sari 18 tahun saat liburan ke lokasi kolam bekas tambang tersebut.

“Sudah sejauh mana manajemen GBPC ini memfasilitasi insiden dan apa yang telah dilakukan terhadap keluarga korban,” tanya Lusiana.

Wakil Kepala Technik Tambang (KTT), Ricardo Simanjuntak di dampingi Kabag CSR GBPC Taufik Hidayat menyampaikan pihak perusahaan sebenarnya sudah memasang rambu-rambu larangan untuk tidak berenang di kolam tambang. Saat kejadian, korban bersama 18 temannya.

“Kami juga menyosialisasikan dengan siswa sekolah di wilayah areal tambang serta melibatkan Polsek terdekat,” jelas Ricardo.

Disampaikan Taufik Hidayat menambahkan, korban Novita Sari merupakan anak tertua dari i 4 bersaudara dan menjadi harapan keluarga. Pihak perusahaan telah menyampaikan kepada orang tua korban untuk memberikan beasiswa kepada adik-adik korban untuk sekolah di sekolah unggulan yang ada di Bogor, Samarinda atau di Kubar.

Sekadar diketahui 10 anggota DPD yang hadir, Jhon Tawi, Lusiana Ipin, Puncan Karna, Samri Nyirang, Sri Upami, Iku, Hilarion, Sartini, Astaman, Jeni Elpiasyah. Ikut dalam rombongan staf Badan Lingkungan Hidup Kubar, Badan Penanggulangan Bencana serta petinggi Kampung Muhur, Johansyah Pong. (arf)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.