Jokowi Puas Lihat Kemajuan Tol

July 15, 2017 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

SAMARINDA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) nampak sangat puas menyaksikan progress pembangunan jalan tol Balikpapan – Samarinda di Seksi 1 dan Jembatan Sungai Manggar yang berada di jalur tol. Jokowi pun optimis jalan tol pertama di Pulau Kalimantan ini rampung pada Desember   2018.

Kedatangan Jokowi untuk ketigakalinya dalam satu setengah tahun terakhir ini membuktikan bahwa mantan Walikota Solo tersebut sangat serius  menghadirkan jalan tol di Bumi Etam.

“Hari ini saya ngecek lagi. Fisik dan konstruksi sudah selesai 25 persen dan pembebasan lahan sudah selesai 92 persen, ya kurang dikit-dikit gak papa lah.  Ini artinya, di lapangan tidak terlalu ada masalah,” kata Jokowi di Seksi I  jalan tol Balikpapan – Samarinda dan Jembatan Sungai Manggar, Kamis (13/7).

Saat peninjauan Seksi I dan Jembatan Sungai Manggar ini, Presiden Jokowi didampingi Gubernur Awang Faroek Ishak  dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU)  Kaltim HM Taufik Fauzi bersama Kepala Bidang Bina Marga Joko Setiono. Secara bergantian mereka memberi penjelasan kepada Presiden Jokowi yang terlihat nampak sangat gembira dengan kemajuan yang telah dicapai dalam pembangunan jalan tol tersebut.

Saat dikejar pertanyaan  wartawan soal angka 8 persen lahan yang belum berhasil dibebaskan, Jokowi menjawab dengan senyum santai.

“Pembebasan lahan masih tinggal delapan persen. Biasalah di lapangan begitu. Angka  92 persen ini sudah nguueeebut banget. Sudah bagus banget.  Pokoknya tadi sudah saya berikan target, akhir 2018 jalan tol ini sudah harus rampung,” tegas Jokowi meyakinkan.

Bukan itu saja, Jokowi secara tegas menyampaikan jika jalan tol ini tembus ke Samarinda, maka selanjutnya jalan tol ini akan dilanjutkan ke Kota Bontang.

“Setelah sampai di Samarinda, nanti jalan tol ini akan kita lanjutkan ke Bontang,” janji Jokowi.

Setelah Presiden Jokowi, Gubernur Awang Faroek menegaskan 8 persen lahan yang belum dibebaskan hanya kasuistis. Saat ini kata Awang, pihaknya sudah mengkonsinyasikan biaya  penggantian ke Pengadilan. Jadi sudah dalam proses di Pengadilan. Terima atau tidak, silahkan masyarakat menempuh jalur hukum.

“Kami menggunakan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum.  Jadi, pada dasarnya sudah tidak ada masalah lagi,” jelas Awang .

Demikian pula terkait jalur tol yang melintasi areal tambang, sudah ada pernyataan dari para pemilik tambang untuk dibangun jalan tol dengan pembuatan underpass. Sedangkan penggantian untuk areal dan asrama jajaran Kodam VI Mulawarman juga sudah bisa diselesaikan.

“Semua sudah rampung, jadi tinggal pelaksanaannya saja agar akhir 2018 benar-benar bisa kita tuntaskan,” tegas Awang.

Di lokasi yang sama, kepada Presiden Jokowi, Kepala Dinas PU Kaltim menjelaskan Jembatan Sungai Manggar yang berada di jalur jalan tol ini memiliki panjang 613  meter dengan lebar 21 meter. Jembatan ini dibangun dengan dukungan  multi years contract APBN  2015-2017 senilai Rp271,8 miliar. “Persentasenya saat ini sudah mencapai 77 persen,” ungkap Taufik Fauzi.

Jalan tol Balikpapan-Samarinda berdasarkan data terbaru disebutkan sepanjang 99,35 km dibangun dalam 5 seksi. Seksi 1 dibangun dukungan APBD Kaltim. Seksi  2, 3 dan 4 dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) melalui  PT. Jasamarga Balikpapan Samarinda dengan nilai investasi mencapai Rp6,5 triliun dan Seksi 5 yang dikerjakan dengan pembiayaan APBD dan Loa China dengan nilai kontrak Rp848,5 miliar. Total investasi jalan tol ini diprediksi mencapai Rp9,97 triliun.

Jokowi dan rombongan tiba di lokasi sekira pukul 14.10 Wita dan kembali ke Balikpapan sekitar pukul 14.45 Wita. Jokowi juga sempat memberikan buku dan kaos kepada warga setempat.  Tampak dalam kunjungan tersebut  Sekprov Kaltim Dr H Rusmadi. (sul/adv)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.