Pemrov Kaltim Siap Kerja Sama Pengembangan Bibit Bawang Merah

June 10, 2017 by  
Filed under Agrobisnis

SAMARINDA – Pemprov Kaltim melalui Dinas Pangan Pertanian Tanaman Pangan (P2TP) Kaltim siap bekerjasama dengan PT Ewindo Cap Panah Merah, Purwakarta, Jawa Barat dalam hal pengembangan usaha pertanian hortikultura komoditi bawang merah.

Kerjasamanya dalam bentuk penyediaan benih untuk disemaikan di UPTD Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Negeri Samarinda Dinas P2TP Kaltim dalam memenuhi bibit bawang merah tuk tuk yang dianggap dapat meningkatkan produksi petani dan tahan terhadap segala cuaca.

“Sekarang yang harus dilakukan mulai melihat teknologi pengembangan bibit agar produksi petani meningkat. Dengan kerjasama diharap bisa,” kata Kepala Dinas P2TP Kaltim, Ibrahim, di Samarinda, Jumat (9/6).

Ibrahim yang ditemani Kepala Bidang Hortikultura Farid, Kepala UPTD SPP Negeri Samarinda Alimuddin, dan Marketing PT Ewindo Cap Panah Merah Fahrudin berharap produksi petani minimal bisa memenuhi kebutuhan sendiri. Sebab kondisinya sejauh ini pemenuhan kebutuhan bawang merah di Kaltim masih di datangkan dari luar daerah.

Berdasarkan angka tetap (atap) 2016 produksi petani Kaltim hanya mencapai 263 ton bawang merah atau sekitar 3,2 persen dari kebutuhan. Produksi petani masih sekitar 5 – 7 ton per hektarenya. Ini masih menggunakan benih lokal atau umbi.

Karenanya rencana pengembangan sentra benih bawang merah tuk – tuk diharap dapat membantu meningkatkan produksi petani, sehingga secara bertahap bisa memenuhi kebutuhan dalam daerah dan jangka panjangnya bisa mewujudkan target swasembada bawang merah yang ditetapkan pemerintah harus terwujud pada 2020.

“Setelah diujicoba untuk lahan Kaltim bibit bawang merah tuk – tuk mampu menghasilkan sekitar 12 – 25 ton perhektarnya. Terlebih biaya yang dikeluarkan relatif lebih murah ketimbang menggunakan umbi,” sebutnya.

Kedepan ia berharap penggunaan bibit bawang merah tuk – tuk bisa disosialisasikan kepada kabupaten/kota. Khususnya yang berpotensi mengembangkan bawang merah seperti Kabupaten Paser yang tahun ini akan dikembangkan sekitar 20 hektare dari dana APBN, Penajam Paser Utara 20 hektare, Berau 30 hektare. Kukar 20 hektare, serta Balikpapan 10 hektare.

“Tiap tahun ada pengembangan dana APBN. Tahunn ini hanya dapat 100 hektare untuk 6 kabupaten/kota dimaksud. Meskipun rencana diawal 120 hektare untuk 7 kabupaten/kota sebelum dikurangi untuk Samarinda 20 hektare,” katanya.

Sementara Farid menyebut rencana kerjasama dianggap penting untuk mengejar target produksi tahun – pertahun. Sebab tidak dipungkiri setiap pelaksanaan menghadapi kendala, diantaranya tender pengadaan benih saat diperlukan terkadang tidak tepat harga.

“Apalagi untuk umbi masih didatangkan dari luar. Sering kali susut sekitar 4 persen dan belum pasti tumbuh 100 pesen,” sebutnya.

Masalah lainnya saat didistribusi dihadapkan kendala keberagamana kesiapan petani. Ada yang siap dan tidak, sementara tidak didukung proses penyimpangan bibit yang baik. Walhasil tidak jarang bibit lebih dulu busuk.

“Dengan kerjasama diharap meminimalisir masalah penyediaan bibit, karena kita lakukan pembenihan sendiri secara mandiri,” harapnya.(arf)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.