Olai River Festival Siap Jual Wisata Susur Sungai

June 4, 2017 by  
Filed under Budaya

VIVABORNEO.COM, Olai  River Festival dengan kegiatan utama susur sungai hingga ke muara Sungai Tunan di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara, diharapkan dapat mencaji eko wisata yang mampu meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat sekitar.

Festival yang digagas oleh anggota Karang Taruna Kelurahan Waru ini rencanaya akan dijadikan agenda tahunan dan menjadi tujuan wisata yang menggabungkan kekayaan budaya  dan wisata susur sungai

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kaltim, Tita Deritayati mengatakan menyambut baik Olay and River Fetival pertama ini dan dirinya berjanji akan memasukkan festival budaya dan eko wisata ini ke dalam calendar event pariwisata Penajam Paser Utara.

“Saya mengapresisasi acara yang digagas oleh Karang Taruna sebagai upaya pelestarian dan pengembangan potensi obyek wisata baru. Kita berharap kegiatan ini dapat berlangsung setiap tahun dan acara yang dikemas lebih menarik,” ucapnya.

Olai dalam bahasa Paser berarti  besar menjadi  simbolik dan harapan masyarakat yang begitu besar terhadap sungai yang merupakan tempat dan sumber mata pecaharian masyarakat yang umumnya adalah nelayan.

Olai River Festival yang berlangsung selama tiga hari sejak Sabtu hingga Senin (20-22/5/17) menyuguhkan sajian hiburan rakyat tradisional khas Paser seperti Tari Ronggeng, permainan gambus, permainan meriam bambu dan sajian tari rakyat pesisir lainnya. Selain itu juga diisi  dengan festival Kuliner Tradisional dan kegiatan susur sungai.

Sejumlah acara dimainkan oleh anak-anak Jalan Logpon ini, seperti membunyikan meriam bamboo atau yang disebut laduman. Jumlah yang dimainkan mencapai 20 batang bamboo yang berdentum bersahut-sahutan.

Selain itu ada lomba pukul bantal di atas perahu, perang lumpur dan lempar bola batu yang menambah kemeriahan festival ini. Tidak ketinggalan, dihari terakhir juga dilaksanakan bakar ikan massal, mengingat sebagian besar warga adalah nelayan pencari ikan.

“Puncak acara adalah wisata susur sungai hingga ke muara Sungai  Tunan yang mergarah ke laut lepas Sulawesi,” jelas Abdul Rahman yang ditunjuk menjadi ketua panitia festival.

Tidak saja kegembiraan yang dilaksanakan. Namun untuk menambah wawasan masyarakat sekitar, panitia juga memberikan sedikit pencerahan bagaimana mengelola wisata dan menejemen penyambutan tamu, khususnya tamu mancanegara.

“Jadi kita juga akan adakan Kemah Kreatif, yaitu ajang kemping bersama yang akan diisi dengan beberapa materi seperti Tour & Travel Guide, Wawasan Kepariwisataan, pengembangan UKM dan pentingnya wawasan pemuda tentang bela negara oleh narasumber professional,” ucap Rahman.

Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat juga dilibatkan dalam kegiatan ekonomi berupa pasar rakyat. Sambutan amsyarakat sangat bagus terlihat dari beragamnya dagangan yang dijajakan. Mulai dari tape ketan hingga tas dan baju yang terbilang mengikuti trend.

“Kami berharap, festival serupa dapat didukung oleh pemerintah kabupaten, sehingga kampong kami selalu ramai setiap tahun,” ujar Ibu Aisyah yang berdagang aneka makanan tradisional.(vb/yul)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.