Desa Suweto Simpan Potensi Wisata Arung Jeram

May 26, 2017 by  
Filed under Wisata

VIVABORNEO.COM, Desa Suweto di Kelurahan Muara Samu Kecamatan Kuaro Kabupaten Paser meyimpan potensi  obyek wisata arung jeram. Warga setempat yang tergabung dalam Kelompok Tani Hutan Alas Taka, akan dilibatkan menjadi pengelola obyek wisata bernama Setiru ini.

Desa Suweto memang menjadi pilot project untuk demonstrasi plot (demplot) tanaman agro forestry  dan dicanangkan sebagai desa ketahanan pangan dan kawasan hutan energi.

Desa ini masuk dalam Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kendilo di bawah kendali Dinas Kehutanan dan Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) XI Samarinda.

Kolaborasi dan gotong royong warga, menjadikan kawasan ini mampu menghasilkan padi ladang jenis Mayas dan dalam jangka panjang menghasilkan kayu yang akan diolah menjadi bahan baku listrik biomassa.

Menurut Kepala BPHP XI Samarinda, C Hendro Widjanarko, mengatakan kawaan ini telah ditanami aneka jenis tanaman pangan seperti padi dan jagung, tanaman buah dan pohon-pohon yang diharapkan menjadi bahan baku biomassa listrik.

“Seluas 100 hektar telah ditanami bekerjasama  dengan Kelompok Tani Hutan Alas Taka dan 150 hektar lainnya akan ditanami secara bertahap untuk pohon-pohon penghasil listrik,” jelasnya.

Karena memiliki potensi wisata  arung jeram dengan tingkat kesulitan rendah, maka KPH Kendilo  juga memanfaatkan potensi ini sebagai wisata arung jeram untuk keluarga dan tingkat pemula sebagai pengenalan olahraga rafting.

Sementara itu, menurut  Penanggungjawab Program Anggaran, Teguh Handoko,  arus sungai tidak terlalu deras,  kedalaman air yang dangkal dan  tidak ada bebatuan besar yang berbahaya, sehingga ideal untuk wisata  arung jeram  untuk keluarga.

“Kami melihat  wisata arung jeram ini janrang sekali di Kaltim. Karena kawasan ini memiliki potensi, maka kami coba kembagkan sepanjang 300 meter walauun potensi arung jeramnya sepanjang 3 kilo meter,” ujar Teguh.

Saat ini,  obyek wisata arung jeram Setiru ini masih dalam tahap promosi, perbaikan  akses jalan dan melatih warga untuk jadi tenaga-tenaga pengelola wisata yang profesional, mulai dari menejemen kelola wisata hingga safety dalam kegiatan rafting.

“Kami berharap, setelah beberapa pembenahan, warga akan siap mengoperasikan obyek wisata ini dengan baik dan benar. Apalagi disini telah tersedia camping ground, pendopo, beberapa arena permainan hingga penyewaan tenda dome bagi tamu yang akan bermalam,” jelas Teguh Handoko.(vb/yul)

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.