DPKD Gelar Pemilihan Pustakawan Berprestasi

May 17, 2017 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Sebanyak 31 pustakawan perwakilan dari berbagai jenis perpustakaan mengikuti pemilihan pustakawan berprestasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kaltim.

Kepala DPKD Kaltim HM Aswin mengatakan pemilihan pustakawan berprestasi dilaksanakan setiap tahun dan pemenang tingkat provinsi akan mengikuti ajang nasional.

“Pemilihan ini guna mengetahui sejauhmana kemampuan pustakawan melaksanakan tupoksinya sehari-hari sekaligus penghargaan bagi mereka yang berprestasi,” kata Aswin pada Pemilihan Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Provinsi 2017 di Ruang Balai Pustaka DPKD Kaltim, Rabu (17/5/2017).

Pada ajang tahunan ini diujikan kemampuan menulis (uji kognitif) terkait pengetahuan kepustakawanan termasuk isu-isu yang berkembang aktual kekinian. Mereka harus membuat karya tulis yang menjabarkan apa saja tugas pokok dan fungsi pustakawan.

Didampingi Kepala Bidang Pengembangan Perpustakaan dan Pemberdayaan Kegemaran Membaca Sumindar, Aswin menjelaskan pada hari berikutnya dilakukan tes wawancara.

Namun, tahapan tes wawancara ini hanya diikuti 10 nominator terbaik untuk akhirnya keluar lima peserta dengan nilai tertinggi sebagai pemenang atau juara.

“Dari puluhan peserta ini akan terpilih lima pemenang untuk juara satu, dua dan tiga serta harapan satu dan dua. Juara satu akan mewakili Kaltim pada ajang nasional,” jelasnya.

Aswin mengungkapkan Kaltim pernah meraih prestasi juara harapan pustakawan berprestasi yang diraih Achmad Daldiri (pustakawan IAIN Samarinda).

Pemilihan pustakawan dilaksanakan selama dua hari (17-18 Mei) dengan dewan juri Sumindar, Supadi (Kepala UPT Perpustakaan Unmul Samarinda dan Achmad Daldiri (pustakawan Madya). (mas)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.