Pariwisata Kaltim Mampu Berikan Tawaran Lebih bagi Wisatawan

May 15, 2017 by  
Filed under Wisata

Obyek Wisata Unggulan harus Terintegrasi

VIVABORNEO.COM,  Obyek wisata yang dimiliki oleh Provinsi Kalimantan Timur dipastikan lebih lengkap daripada  yang dimiliki oleh provinsi lain di Indonesia. Keungguan inilah yang menjadi  nilai tambah  bagi Kaltim untuk menjadikan pariwisata sebagai salah satu sektor yang akan dapat menopang ekonomi masa depan setelah habisnya era perkayuan, migas dan batu bara.

Jpeg

Demikian dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kaltim, Syafruddin Pernyata dalam Diskusi Bersama bertema  “Kaltim menuju provinsi wisata bertaraf internasional” yang di gelar oleh Bunga Bangsa Society (BBS), di Hotel Mesra Internasional Samarinda, Sabtu, (13/5/2017).

“Orang bisa melihat budaya Dayak di Kalteng, melihat hiu totol di Gorontalo, melihat wisata sungai di Kalsel. Tetapi setelah itu apa? Sementara Kaltim, dapat menawarkan obyek wisata lainnnya karena obyeknya lebih beragam,” ucap Syafruddin yang menjadi pembicara bersama  Yusan Triananda dari BBC Samarinda.

Syafruddin mengakui, masalah infrastruktur menjadi kendala bagi kunjungan wisatawan di Kaltim karena kondisi geografisnya yang sulit untuk dilalui. Namun, ujarnya, masih banyak obyek wisata yang dapat ditawarkan secara terintegrasi antara satu obyek dengan obyek wisata unggulan lainnya.

Selain integrasi antar obyek wisata, satu yang harus dibangun dan dikembangkan adalah bandar udara untuk memangkas waktu tempuh wisatawan yang berkunjung.

Syafruddin mengatakan. Potensi pengembangan bandara di kabupaten sangat terbuka karena di beberapa kabupaten teah memiliki bandara perintis yang dapat didarati pesawat berukuran kecil dan sedang.

Dari data yang dihimpun vivaborneo.com,  beberapa bandara milik perusahaan perkayuan dan migas tersebar di Kaltim. Bandara LNG Badak di Bontang, Bandara Sangkima di Kutai Timur, Bandara  Tanjung Limau di Muara Badak, Bandara Kuaro di Paser,  dan beberapa bandara perintis di pedalaman Mahakam.

Sementara itu, Pemrov Kaltim sudah membangun bandara berukuran sedang yang akan mampu didarati pesawat   jenis ATR dan berbadan lebar. Sebut saja Bandara Maratua yang langsung menuju obyek wisata bahari di Kepulauan Derawan. Bandara Data Dawai di Kecamatan Long Pahangai dan lain-lain.

“Obyek wisata yang dimiliki oleh kabupaten/kota di Kaltim sangat luar biasa potensinya. Jika dikelola dengan baik, diintegrasikan satu sama lain dan terus dipromosikan, saya yakin Kaltim mampu mendatangkan wisatawan yang lebih banyak dan menjadi tujuan wisata pilihan masa depan,” ujar Syafruddin.

Sementara itu, Yusan Triananda dari Bunga Bangsa Society, mengatakan masih banyak pembenahan yang harus dilakukan untuk  obyek wisata Kaltim, diantaranya  belum adanya “branding”  yang menjual,  pengembangan e-tourism di dunia maya yang belum maksimal, dan segmen pasar yang belum terencana.

“Kita tahu, pasar pariwisata sangat terbuka lebar, tetapi peran pemerintah, sektor perbankan dan SDM pelaku usaha pariwisata yang rendah menjadi hambatan. Sehingga diskusi semacam ini harus rutin digelar untuk meyatukan persepsi bagi pengembangan pariwisata yang lebih baik,” ujar Yusan.(vb/yul)

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.