Inflasi April Stabil Dibawah Bayang Puasa dan Lebaran

May 9, 2017 by  
Filed under Ekonomi & Bisnis

VIVABORNEO.COM, Tingkat inflasi Provinsi Kalimantan Timur pada bulan April 2017,  sebesar 0,13% (mtm), atau  relatif stabil dibandingkan dengan inflasi bulan Maret 2017 sebesar 0,15% (mtm).

Namun, inflasi Kaltim bulan ini masih lebih tinggi terhadap  inflasi nasional yang mencapai 0,09%( mtm) dan rata-rata inflasi Kaltim pada bulan April dalam tiga tahun terakhir.

Kepala Perwakilan Bank Indnesia Kaltim, Muhammad Nur menjelaskan komoditas utama penyumbang inflasi bulan April 2017 adalah adanya penghapusan subsidi listrik tahap kedua bagi pelanggan golongan 900 VA.

“Selain itu,  terdapat beberapa komoditas pangan yang memberikan tekanan inflasi pada April 2017 yaitu ikan layang dan  ayam ras. Sementara itu, komoditas pangan seperti cabai rawit, bawang merah  dan gula pasir mengalami deflasi,” jelasnya awal bulan Mei 2017 di kantornya.

Jika dilihat dari pembentuknya, inflasi di Kaltim yang terjadi pada April 2017 sangat dipengaruhi

oleh inflasi yang terjadi dari kelompok administered prices terutama dari komoditas tarif listrik.

Hal  ini menyebabkan inflasi Kaltim pada bulan ini tidak lagi sejalan dengan pola historisnya karena  adanya tekanan harga dari kebijakan penghapusan subsidi tarif listrik.

Sementara itu, pada kelompok core dan kelompok volatile foods mengalami deflasi sehingga dapat menahan laju inflasi Kaltim.

Selain itu, anomali cuaca dan tren kenaikan harga komoditas energi perlu tetap diwaspadai

agar dapat diminimalisir dampak dari potensi tekanan harga yang ditimbulkan.

“Meskipun laju inflasi sepanjang Januari-April 2017 relatif masih stabil, namun perlu tetap

diwaspadai beberapa risiko lonjakan harga menjelang periode musiman puasa Ramadhan dan

Lebaran,” ujar Nur. (vb/yul)

 

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.