Satgas Saber Pungli Terus Sosialisaikan Stop Pungli

March 18, 2017 by  
Filed under PPU

VIVABORNEO.COM, Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liat (Satgas Saber Pungli) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) giat melakukan sosialisasi kepada para perangkat desa, kelurahan dan kecamatan se-Kabupaten  PPU di aula lantai I Kantor Bupati Kamis (16/03/17).

OTT, Sosialisai Saber Pungli menghadirkan narasumber dari Kasat Binmas Polres PPU AKP Endro, Kasi Intel Kejaksaan Negeri PPU Kusbiantoro, dan Inspektur Inspektorat PPU, Haeran Husni

Haeran Yusni mengatakan mengatakan kegiatan sosialisasi Saber Ppungli ini bertujuan agar para aparatur desa, kelurahan dan kecamatan bisa memahami dan dapat memberi gambaran agar terhindar dari praktek pungli  mengingat saat ini desa menjadi prioritas pembangunan.

“Dana yang dikucurkan baik pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten/kota rata-rata nominalnya cukup fantastis. Namun besarnya dukungan dana untuk kemajuan desa itu, belum didukung wawasan dan pemahaman para perangkat desa tentang sistem pengelolaan keuangan,” tegas Haeran.

Haeran mengingatkan telah terjadi Operasi Tangkap Tangan (OTT)  tim Saber Pungli terhadap salah satu perangkat desa di Desa Babulu Darat Kecamatan Babulu Kabupaten PPU,  Jumat, (10/3/17).

Atas kejadian itu, Haeran mengatakan agar dapat mengambil pelajaran  kejadian itu, sehingga perlunya  sosisalisasi ini agar aparatur desa, kelurahan dan kecamatan bisa memahami bagaimana pungli dapat terjadi.

Sosialisasi ini dibuka secara resmi oleh Firmansyah, Staf Ahli Bupati Bidang Hukum & Poltik yang mewakili bupati. Firmansayah yang membacakan sambutan Bupati menyampaikan bahwa sesuai Perpres Nomor 87 Tahun 2016 tentang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar, Satgas Saber Pungli  melaksanakan pemberantasan pungutan liar secara efektif dan efisien dengan mengoptimalkan pemanfaatan personel, satuan kerja dan sarana prasarana.

“Saber pungli ini jangan hanya mengejar yang di luar saja tetapi juga ke dalam karena unsur yang terlibat di dalamnya seperti Kepolisian, Kejaksaan, Kodim dan Instansi Pemerintah Daerah, maka tentunya juga harus berani untuk membersihkan ke dalam juga,” ujarnya.

Firmansyah berharap, Satgas ini terbuka terhadap masukan dari masyarakat, artinya terbuka terhadap pelibatan masyarakat langsung.

“Jadi yang mencari di mana tempat-tempat terjadinya pungli itu tidak hanya satgas, tidak hanya unit saber pungli, tetapi masyarakat diminta untuk ikut aktif melaporkan,” ujarnya.(vb/gus/*)

 

 

 

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.