Gubernur Kaltim Beri Dukungan Perlindungan Satwa Endemik

March 16, 2017 by  
Filed under Lingkungan Hidup

SAMARINDA – Kalimantan Timur memiliki berbagai satwa endemik dan salah satunya adalah Badak Kalimantan yang terdapat di wilayah Kabupaten Kutai Barat.

Karena itu, Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak meminta seluruh pemangku kepentingan di daerah ikut mengamankan keberadaan dan habitat Badak Kalimantan itu.

Hal itu disampaikan Gubernur pada Lokakarya Sosialisasi dan Perencanaan Konservasi Badak di Kaltim di Ruang Rapat Tepian 1, Selasa (14/3).

“Sejak awal saya sudah memberikan dukungan atas perlindungan satwa endemik Kaltim termasuk Badak Kalimantan selain Pesut Mahakam, Banteng dan Gajah Kalimantan,” katanya.

Menurut dia, Badak yang terdapat di Kutai Barat walaupun disebutkan memiliki spesies sama Badak Sumatera namun pasti ada perbedaan genetik yang harus disebut Badak Kalimantan.

Langkah berikutnya ujar Awang, bagaimana tim yang menangani Badak itu mencari serta menentukan kawasan untuk perlindungan sekaligus penyelamatan satwa endemik tersebut.

Sementara itu Direktur Kawasan Konservasi Hutan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Dahonoaji menyebutkan pihaknya telah menetapkan kawasan PT KEM  sebagai kawasan hutan dengan tujuan khusus (KHDTK) untuk konservasi Badak.

“Badak Kalimantan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Kaltim bahkan Indonesia. Perlindungan kawasan sangat penting dari gangguan diluar maupun didalam habitat harus dikurangi termasuk kegiatan penambangan
dan penebangan kayu,” ujar Bambang Dahonoaji.

Dia menambahkan penyelamatan Badak Kalimantan telah dilakukan sejak tahun 2010 dilakukan WWF Indonesia bersama Kementerian LHK serta masyarakat setempat.

Lokakarya dihadiri Kepala Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup Kaltim serta para tokoh dan kepala adat Kutai Barat dan Mahakam Ulu serta WWF Indonesia.(vb/mas/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.