Setiap OPD Harus Miliki Pustakawan

March 17, 2017 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Menurut Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltim HM Aswin, saatn ini terbuka kesempatan bagi pegawai (ASN) untuk menjadi pustakawan (pengelola perpustakaan).

“Kalau ingin perpustakaan di suatu instansi lebih baik maka instansi tersebut dapat mengangkat salah satu pegawainya menjadi pustakawan,” katanya.

Dia menjelaskan pengangkatan pegawai instansi menjadi pustakawan di instansinya terbuka kesempatan hingga akhir 2018 melalui program inpassing (penyetaraan).

Program ini lanjutnya, diberikan kesempatan bagi pegawai yang berminat menjadi pustakawan walaupun bukan seorang pustakawan (pengelola perpustakaan).

Diungkapkan Aswin bahwa pegawai yang ingin mengikuti program inpassing khususnya mengelola perpustakaan (pustakawan) dapat diberi jabatan fungsional pustakawan.

Walaupun pegawai itu belum memiliki pengetahuan dan keterampilan terkait perpustakaan nantinya diberikan pelatihan dan pendidikan pengelolaan perpustakaan.

Apalagi ujar Aswin, saat ini Gubernur Awang Faroek Ishak sudah mewajibkan setiap pegawai menjadi anggota perpustakaan maka program inpassing ini tentu sangat membantu.

“Gubernur kita sudah mewajibkan seluruh pegawai Pemprov menjadi anggota perpustakaan. Baik perpustakaan instansinya maupun perpustakaan daerah,” jelasnya.

Selain itu ujarnya lagi, perpustakaan daerah sudah mengelola perpustakaan digital melalui aplikasi iKaltim yang dapat diakses melalui telepon seluler berbasis Android.

“Gubernur berharap pegawai semakin cerdas, terampil dan profesional melalui membaca. Nah, manfaatkan fasilitas kita perpustakaan digital melalui aplikasi iKaltim di telepon seluler, sehingga tidak perlu secara khusus datang keperpustakaan. Cukup buka aplikasinya di Android maka sudah bisa membaca berbagai buku koleksi kami,” ungkap Aswin

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.