Dermaga Pariwisata Pantai Tanjung Jumlai Di Tutup untuk Pengunjung

February 23, 2017 by  
Filed under Berita, Wisata

PENAJAM, VIVABORNEO.COM, Pengunjung obyek wisata Pantai Tanjung Jumlai segmen Kelurahan Tanjung Tengah dengan ikon dermaga untuk bersantai, harus kecewa karena bangunan senilai Rp1,7 miliar yang dibangung akhir tahun 2012 lalu, harus kecewa karena pintu masuknya tertutup untuk pengunjung.Penutupan jalan masuk ini dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Kelurahan Tanjung Tengah karena tiang penyangga bangunan sudah banyak yang patah.

Dikhawatirkan jika tetap dibuka dan pengunjung banyak menaiki bangunan ini, akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan seperti robohnya bangunan karena tidak kuat menahan beban.

Kepala Bidang Destinasi Budaya Disbudpar Penajam Paser Utara, Muhlis mengatakan penutupan ini tidak lebih karena mengantisipasi kecelakaan saja. Pihaknya akan segera memperbaiki tiang-tiang yang patah agar dermaga ini dapat digunakan kembali.

“Memang tidak ada mata anggaran untuk perbaikan anjungan dermaga pariwisata ini di tahun 2017. Untuk itu tidak tahu akan ditutup sampai kapan dermaga ini,” ucap muhlis pasrah.

Dermaga untuk pengunjung bersantai ini merupakan  bantuan dari APBD Pprovinsi  Kaltim di tahun 2012 senilai Rp.1,7 miliar dan penggunaan diresmikan awal tahun 2013.

Lurah Tanjung Tengah,  Saiful Bahri mengatakan jika tidak segera ditutup,  dikhawatirkan akan ada korban dari pihak pengunjung karena bangunan sepanjang ratusan meter ini kerap dinaiki pengunjung pantai yang padat setiap akhir pekan.

“Kita tutup untuk pengunjung sebagai antisipasi saja sehingga tidak ada korban jiwa jika sewaktu-waktu bangunan ini roboh. Apalagi kita data sudah ada 20-an buah tiang penyangga ini yang putus,” ucap Saiful Bahri.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Gemilang, Muskarim mengatakan perihal putusnya tiang-tiang jembatan dermaga ini sudah dilaporkan sejak akhir tahun 2016 lalu, baik kepada kelurahan maupun Disbudpar PPU

Menurutnya, tiang-tiang dermaga ini  masih bisa bertahan karena sebagian tiangnya sudah di cor semen oleh kelompok sadar wisata yang diketuainya. Namun karena keterbataan dana, maka hanya sebagian yang mampu dibalut cor semen, sedangkan sisanya masih berupa kayu utuh tanpa pelindung apapun.

“Panjang jembatan dermaga ini 150 meter. Jumlah tiangnya ada ratusan. Tiang yang putus karena keropos telah mencapai 20 tiang. Saya prediksi tidak sampai setahun, bangunan senilai miliaran ini akan ambruk dan rusak berat dalam setahun kedepan,” tegas Muskarim.(vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.