Menyicipi Rujak Natsepa dengan Parutan Buah Pala Segar

February 16, 2017 by  
Filed under Serba-Serbi

AMBON – VIVABORNEO.COM, Belum ke Kota Ambon jika belum menyicipi sedapnya rujak Natsapa.  Dari penampakannya sepintas terlihat biasa saja tak beda dengan rujak-rujak seperti daerah lain di Indonesia. Tetapi ketika menyicipi,  akan  terasa berbeda Rujak Natsepa dibanding dengan rujak dari daerah lain.“Jika ke Ambon dan belum merasakan nikmatnya rujak Natsepa maka belum dibilang ke Ambon.”  ucap Jerry salah satu pegawai di Dinas Koperasi Provinsi Maluku ini.

Kontingen Kaltim selama pelaksanaan Hari Pers Nasional tahun 2017 di Maluku dibantu oleh Dinas Koperasi yang bertindak sebagaai “penghubung (liaison officer)  untuk transportasi dan keperluan akomodasi.

Rujak Natsepa merupakan campuran buah-buahan mulai dari nanas, mangga, ketimun, kedondong, pepaya, jambu bol, jambu air, belimbing dan buah lainnya hingga ubi ketela rambat.

 Dalam penyajian , seperti dijelaskan Mama Omi bisa diiris-iris atau diserut tergantung pesanan pembeli mana yang suka. Yang membedakan dengan rujak lain, ternyata dicampuran bumbu rujaknya. Ketika bumbu rujak di racik, disana ada cabe, kacang tanah, gula merah dan ini yang menjadi ciri khas serutan buah pala.

“Ini yang membuat rasa beda dibanding rujak daerah lain, karena ada buah pala segarnya dan kacang tanahnya tidak terlalu lembut dalam mengulegnya,” jelas Mama  Omi.

Nama Natsepa diambil dari nama daerah  yang terletak di tepian pantai, secara administratif masuk Desa Suli Kecamatan Salahutu Kabupaten Maluku Tengah, kurang lebih jaraknya sekitar 18 km dari pusat kota Ambon.

Dikawasan ini berjajar lebih kurang 50 kios-kios yang tertata dan hampir semuanya menjual rujak Natsepa.

‘Jika ke Ambon jangan lupa nikmati Rujak Natsepa. Rujaknya Orang Ambon. Belum ke Ambon jika belum mencicipi rujak khas ini,” pesan Mama Omi. (Vb/mun)

 

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.