Defisit Anggaran Tak Hambat Program Wajar 12 Tahun

January 18, 2017 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Dayang Budiyati memastikan program pendidikan yang telah ditetapkan dalam rangka meningkatkan kulitas SDM  di Kalimantan Timur (Kaltim) tetap berlanjut. Keterbatasan dan deficit anggaran tidak berpengaruh terhadap upaya peningkatan kualitas SDM di Kaltim.Program pendidikan, khususnya wajib belajar (Wajar) diharapkan tetap dilaksanakan seperti tahun-tahun sebelumnya. “Apapun masalahnya program wajar 12 tahun tetap jalan sesuai rencana,” tegas Dayang Budiyati ketika dikonfirmasi, di Samarinda, Kamis (12/1).

Itu menjadi perhatian karena setiap orang punya hak sama mendapatkan pendidikan dasar dan menengah. Tidak hanya mereka yang tinggal diperkotaan maupun dari keluarga mampu, tapi mereka yang tinggal dipelosok, pedalaman, hingga kawasan perbatasan dan dari keluarga kurang mampu pun punya hak sama.

“Makanya Pak Gubernur Awang Faroek Ishak mencanangkan program wajar 12 tahun. Beliau punya cita-cita mulia bagaimana seluruh masyarakat mengenyam dunia pendidikan, sehingga kualitas SDM Kaltim semakin baik dan berdaya saing,” sebutnya.

Padahal kala itu saat pencanangan, secara nasional pemerintah baru mencanangkan program wajib belajar sembilan tahun.

Lain hal untuk program Beasiswa Kaltim Cemerlang, diakui dilakukan penyesuaian dengan kondisi anggaran saat ini. Untuk sementara Disdikbud hanya melanjutkan beasiswa yang program kerjasama dan tanpa ada rekrutmen baru. Sedangkan yang beasiswa umum yang dibuka secara online ditunda sampai menunggu kondisi membaik.

“Pun demikian untuk program pengentasan buta aksara, akan tetap bekerjasama dengan kabupaten/kota. Tanpa itu tidak bisa. Makanya harus sinergi untuk menuntaskan buta aksara yang ditarget 2018 tuntas. Itu wajib,” yakinnya.(vb/rif)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.