Kodim 0906 Tenggarong Wujudkan Mimpi Warga Dusun Ketibeh

October 20, 2016 by  
Filed under Kutai Kartanegara

LAHAN gambut yang luas dan subur, dengan hasil alam cukup melimpah diantaranya bermacam hasil hutan, hingga potensi perikanan rawa, seharusnya dapat membuat warga Dusun Ketibeh Desa Enggelam di Kecamatan Muara Wis, Kabupaten Kutai Kartanegara, hidup tenang dan berkecukupan.Tak hanya itu, letak Desa  Enggelam yang berada di sekitar Danau Melintang, dengan pemandangan hijau khas tumbuh-tumbahan rawa dengan berbagai macam fauna hidup disekitarnya, membuat dusun berpenghuni sekitar 900 jiwa yang mayoritas suku Dayak Tunjung itu juga memiliki panorama indah.

Namun sayang, potensi alam desa seluas 368 kilo meter persegi dengan budaya khas Tunjung tersebut seakan terabaikan dan tidak dimanfaatkan dengan baik menjadi penunjang hidup warganya. Pasalnya, Desa Enggelam terlebih Dusun Ketibeh sulit untuk dijangkau karena tak ada infrastruktur jalan yang memadai.

Selama ini, untuk menginjakkan kaki di Dusun Ketibeh harus menyusuri rawa dan danau dengan perahu bermotor dari Muara Enggelam dengan waktu tempuh lebih kurang tiga jam. Jika tak ingin melalui transportasi air, bisa melalui jalan darat sekitar 80 kilometer jauhnya.

Hal tersebut membuat biaya keluar atau masuk dusun Ketibeh menjadi tidak murah, bahkan dikatakan warga setempat sangat mahal.

“Mati kami pak kalau sering keluar masuk kampung ini, karena ongkos ces ke Kota Bangun sudah 500 ribu rupiah,” ujar Elek yang merupakan Kepala Dusun Ketibeh.

Karena masih terisolasi itu, warga Ketibeh terpaksa rela bertahan hidup seadanya. Walaupun mereka bisa memanfaatkan lahan untuk bercocok tanam, tetapi bagaimana bisa menjual hasil buminya keluar dari Dusun Ketibeh.

Keluhan warga Ketibeh itu sudah didengar oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Bupati Rita Widyasari selalu berupaya melakukan berbagai macam  program trobosan demi  mempercepat pembangunan diwilayah terpencil, seperti pada Dusun Ketibeh.

Pada beberapa kesempatan, Rita menyampaikan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tak sebanding dengan luasnya wilayah Kukar yang mencapai 27 ribu kilo meter persegi atau 40 kali lipatnya Jakarta dan 160 kali lipat kota Solo.

“Maka kami mencari berbagai terobosan untuk membuka isolir  wilayah terpencil, salah satunya melalui kerjasama dengan TNI atau Kodim 0906 Tenggarong,” ujar Rita,  ditemui (Kamis 13/10) pekan lalu.

“Alhamdulillah niat maksud dan tujuan kami membuka isolir Ketibeh terjawab dengan program TNI manunggal membangun desa atau TMMD,” ujarnya.

Dalam pelaksananaanya, TMMD ke-97 tahun 2016 berjalan selama 1 bulan, terhitung sejak tanggal 20 September sampai dengan 20 Oktober, dengan melibatkan sebanyak 110 pasukan, terdiri batalyon Armed, Lanal, Rudal, dan tentunya anggota kodim 0906 Tenggarong sendiri.

Komandan Kodim 0906 Tenggarong, Letkol Kav Ari Pramana Sakti mengatakan, pelaksanaan TMMD di Dusun Ketibeh terbagi menjadi dua sasaran, yaitu sasaran fisik dan non fisik.

Sasaran fisik yang dimaksud Ari dalah pembuatan jalan dari Desa Lamin Pulut Kecamatan Kenohan ke Dusun Ketibeh sepanjang 17 km. Jalan tembus tersebut memangkas jarak dari awalnya 80 Km menjadi 22 km.

Selanjutnya, pembangunan jembatan ulin dusun Ketibeh dengan panjang 350 meter dan lebar 4 meter,  kemudian pembuatan empat jembatan  penghubung. Selain itu, TNI juga melakukan rehab sekolah, dan perbaikan rumah ibadah.

Sedangkan sasaran non fisik, TNI bersama stakeholder terkait melakukan penyuluhan pertanian dalam arti luas, pengobatan masal, penyuluhan bahaya narkoba, dan pembekalan mental spritual kepada masyarakat Ketibeh.

“Selain membantu membangun infrastrukur, tujuan kami juga ikut meningkatkan sumberdaya manusia, dan mencerdaskan anak bangsa di Ketibeh, dan membangun semangat warga untuk berusaha dalam mengisi kemerdekaan ini,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap TMMD, Kepala Desa Enggelam Sinyeng mengerahkan warganya yang antusias membantu membangun jalan tembus bersama personil TNI.

“Jalan baru ini menjadi harapan membuka isolasi desa kami, sehingga kebutuhan warga lebih mudah masuk, dan kami juga bisa mengembangkan usaha. Hal seperti ini memang menjadi impian kami sejak lama,” harap Sinyeng.

Kini, setelah hampir satu bulan, pembangunan infrastruktur TMMD di Enggalam tinggal tahap penyelesaian saja. Kedepan, warga diharapkan tidak lagi kesulitan atau mengeluarkan biaya banyak untuk keluar masuk Enggelam maupun dusun Ketibeh. (hayru)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.