Anggrek Hitam yang Tidak Seluruhnya Hitam

September 26, 2015 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

VIVABORNEO.COM, Semua orang awalnya pasti mengira jika  Bunga Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) berwarna hitam. Tetapi pandangan itu akan berubah setelah kita melihat wujud penampakannya aslinya di alam. Seorang teman dari Bandung bahkan “memesan” anggrek eksotis ini untuk dibawa sebagai oleh-oleh ketika saya ingin berkunjung ke Bandung. Ketenaran Anggrek Hitam sebagai bunga hias memang sudah terkenal sejak lama. Namun karena anggrek alam, maka tidak ada yang membudidayakannya secara komersil.

Bunga Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) yang berwarna hijau muda kekuningan. Warna hitam hanya terdapat di mahkota bunga saja yang menambah keanggunannya.(foto:dok)

Kelopak bunga Anggrek Hitam terlihat sangat indah dan elegan dan tersusun pada rangkaian tandan dengan panjang 15-20 cm. Jumlah bunganya mencapai 14 kuntum setiap tandannya. Kelopak bunga berbentuk lanset, lancip dan berwarna hijau muda, mahkota bunga lancip berwarna hijau muda, di tengahnya terdapat lidah (labellum) berbentuk biola bertekstur warna hitam dengan latar  warna hijau muda.

Anggrek hitam termasuk dalam anggrek golongan simpodial. Anggrek tipe ini membentuk rumpun, dimana tiap satuan tanaman saling terhubung dengan akar tinggal (rhizome). Tunas baru yang tumbuh muncul dari tanaman sebelumnya secara mendatar dan tumbuh ke atas. Tunas baru tersebut akan tumbuh lebih besar dan akan terlihat menggelembung pada batangnya.

Disini terbentuk apa yang disebut sebagai umbi semu (pseudobulbs). Umbi semu berfungsi menyimpan air dan cadangan makanan dan jika tanaman ini kekurangan air maka tidak akan segera kekeringan.  Batangnya membentuk umbi semu, bundar panjang, pipih dengan panjang 10-15 cm. daunnya berbentuk lonjong, belipat-lipat panjang mencapai 40 cm dan lebar 10 cm.

Jika ditinjau dari klasifikasi ilmiah Anggrek Hitam dari  Kingdom Plantae (Tumbuhan) yang masuk dalam divisi Magnoliophyta atau tumbuhan berbunga yang termasuk dalam Famili Orchidaceae atau suku anggrek-anggrekan.

Masuk dalam spesies Coelogyne pandurata, anggrek hitam ini termasuktumbuhan yang dilindungi undang-undang, sebagaimana tertuang dalam Lampiran PP No. 7 Tahun 1999, dan ada kententuan dalam Undang-Undang No. 5 Tahun 1990.

Bunga Anggrek Hitam (Coelogyne pandurata) yang berada di kebun pembibitan milik Dinas Pertanian Provinsi Kaltim di Desa Batuan Kecamatan Loa Janan Kab.Kutai Kartanegara

Dalam lampiran dan undang-undang tersebut, dijelaskan bahwa setiap orang dilarang untuk mengambil, menebang, memiliki, merusak, memusnahkan, memelihara, mengangkut, dan memperniagakan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati.

Selain itu juga dilarang untuk mengeluarkan tumbuhan yang dilindungi atau bagian-bagiannya dalam keadaan hidup atau mati dari suatu tempat di Indonesia ke tempat lain di dalam atau di luar Indonesia.

Apabila ketentuan tersebut dilanggar maka ancamannya adalah dapat  dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp. 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Penyebaran Anggrek Hitam di Kalimantan Timur, tersebar hampir si seluruh hutan tropis basah. Namun populasi terbanyak dalam satu kawasan terdapat di Cagar Alam Kersik Luway di Kabupaten Kutai Barat seluas 17,5 hektar.

Saat yang tepat untuk menjumpai anggrek ini berbunga secara serentak adalah saat musim kemarau pada bulan Juni hingga Agustus setiap tahunnya.

Jarak yang dekat dengan ibukota kabupaten menjadikan obyek wisata ini menjadi salah satu obyek yang wajib dikunjunngi jika berada di Kecamatan Melak, Barongtongkok atau Kecamatan Damai.

Walau keindahannya memikat dan elegan, Anggrek Hiatm tetaplah sebuah bunga yang telah dilindungi oleh undang-undang. Sehingga akan sangat bijak jika saat berkunjung anda hanya dapat mendokumentasikan foto-foto saja.(vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.