Modal Rp 270 Ribu, Kini Serap 10 Tenaga Kerja

April 30, 2015 by  
Filed under Agrobisnis

BERAWAL dari kesasar sehingga tak sengaja mendarat di Kaltim, seorang pria asal Sumatera Utara kini sukses menjadi juragan ikan lele dan beragam hasil pertanian di Samboja, Kutai Kartanegara.

Jumanan Tarigan (kanan) menyerahkan hasil panen lele JT miliknya kepada Kepala BKPP Kukar M Hardi Dwiputra.

Jumanan Tarigan, pria paruh baya tersebut terpaksa meninggalkan kampung halamannya akibat dampak Tsunami Aceh yang menimbulkan banjir bandang didesanya.

“Lahan pertanian saya rusak akibat banjir bandang dampak tsunami Aceh itu, maka saya memutuskan hijrah ke Kalimantan yang katanya punya lahan yang masih luas,” ujar bapak 1 anak itu.

Jumanan mengatakan, informasi mengenai lahan untuk harapan baru baginya di Kalimantan berasal dari rekannya yang lebih dahulu merantau ke Kalimantan Barat. Namun, karena tidak tahu sama sekali mengenai Borneo, Jumanan ternyata salah tujuan membeli tiket pesawat.

“Saya ingin ke Kalbar, tapi ternyata saya mendarat di Balikpapan, padahal uang ditangan waktu itu hanya Rp 270 ribu, ingin beli tiket lagi jelas tak cukup, maka saya putuskan mencari peruntungan di Kaltim,” katanya.

Jumanan mengatakan, karena keahliannya hanya bertani, maka dia menyusuri jalanan keluar Balikpapan hingga sampai di lahan pertanian Samboja.

Kini Jumanan telah mengelola lahan 4,3 hektare, yang digunakan untuk kegiatan teknis budidaya, hasil panen, hingga produk olahan berbagai produk pertanian dalam arti luas yang hidup dilahan tersebut. Adapun yang dibudidayakan Jumanan diantaranya yaitu padi, berbagai macam sauran, buah-buahan, ikan lele, burung puyuh, hingga cacing sutra yang merupakan pakan utama anakan lele.

Sedangkan produk hilir atau produk olahan andalanya yakni lele asap dan abon lele.

“Jadi di lahan ini mulai produk hulu dan hilir kami kerjakan, hasilnya untuk memenuhi kebutuhan pasar di Balikpapan dan Samarinda,” ujarnya.

Bahkan, ikan lele hasil budidayanya, diberi nama JT yang merupakan inisial Jumanan Tarigan, yang merupakan persilangan antara lele Mojokerto dan lele Sangkuriang.

“Kan saya yang silangkan, ya hasilnya saya kasi nama JT aja,” ujarnya tersenyum sambil duduk dipinggiran kolam terpal anakan lele miliknya, Selasa (28/4).

Usaha Jumanan Tarigan membuat kawasan usaha agribisnis terpadu yang sukses tersebut, didukung pemerintah yakni Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan (BKPP) Kukar dan Kaltim sebagai Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S).

“Alhamdulillah hingga saat ini sudah 7 ribu orang yang belajar bertani kesini, kami siap berbagi pengetahuan bagi siapa saja yang datang,” ujarnya.

P4S yang dia berinama Lau Kawar itu mampu meyerap 10 tenaga kerja untuk mengelola lahan tersebut.

Saat ditanya besaran penghasilan, Jumanan hanya tersenyum dan mengatakan tidak tahu pasti karena yang megelola keuangan diserahkan pada isterinya.

“Alamdulillah, yang pasti hasil lahan ini bisa menghidupi saya sekeluarga dan juga 10 orang rekan saya yang semuanya punya anak dan isteri,” katanya.

Sementara Staf Ahli Bupati Kukar Bidang Pemerintahan H Suriansyah mengatakan usaha Jumanan Tarigan tersebut patut untuk diteladani, yaitu mau memanfaatkan lahan untuk kegiatan pertanian dalam arti luas. Menurutnya usaha kawasan usaha agribisnis terpadu tersebut merupakan strategi penguatan ketahanan pangan.

“Hasil tanaman pangan, ternak, serta perikanan adalah kebutuhan hidup sehari-hari, untuk itu potensi usaha pertanian dalam arti luas sangat menjanjikan,” demikian ujarnya. (hayru/vb)

Respon Pembaca

Satu Komentar untuk "Modal Rp 270 Ribu, Kini Serap 10 Tenaga Kerja"

  1. Bastiar on Wed, 26th Sep 2018 8:01 am 

    Luar biasa … tanpa modal sekarang sdh menjadi contoh untuk kita semua.bisa minta no HPnya pak Tarigan biar bisa lanjut komunikasinya …

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.