122 Titik Api Dalam Dua Bulan di Kaltim

February 18, 2010 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – vivaborneo.com – Cuaca panas yang menyengat  dan cenderung ekstrem  beberapa minggu terakhir di Kalimantan Timur perlu mendapat perhatian semua pihak termasuk masyarakat Kaltim. Berdasarkan data perkiraan cuaca Badan Meteorologi  Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan menyebutkan temperatur  udara diperkirakan berkisar antara 23-32 derajat Celcius, kecuali di Kabupaten malinau yang hanya berkisar antara 19-29 derajat celcius.Wilayah Kaltim cenderung berawan dan berpeluang hujan dengan curah hujan 20-50 mm,  terjadi di Nunukan, Malinau, Bulungan, Berau, Kutai Timur dan Balikpapan. Sedangkan wilayah Tarakan dan Bontang curah hujanantara 20-60 mm. Sedangkan wilayah Kutai barat, Kutai Kartanegara, Kota Samarinda, Penajam Paser Utara dan Paser diperkirakan mencapai 20-40 mm.

Perkiraan cuaca yang berlaku dari 16 sampai 22 Pebruari  tercatat  titik api  (hot spot). Berdasarkan data rilis yang redaksi vivaborneo.com terima dari Kementerian Lingkungan Hidup yang bersumber pada data koordinat ASMC Singapore NOAA-18 sampai 14 Pebruari  terdapat 112 titik yang tersebar di 10 kabupaten/kota dengan jarak pandang  5-10 kilometer.

Titik api terbanyak terdapat di Kabupaten Kutai Kartanegara 28 titik, Kutai Timur 25 titik, Nunukan 15 titik, Kutai Barat 14 titik, Paser,Berau dan Bulungan masing-masing tujuh titik,  Kota Bontang  dan Kabupaten Penajam Paser Utara  terdapat empat titik dan Malinau satu titik api.

Dengan kondisi cuaca dan  banyaknya titik api tersebut diharapkan pemerintah kabupaten/kota di Kaltim melakukan langkah-langkah antisipatif dengan mengintensifkan upaya peningkatan kepedulian dan kewaspadaan masyarakat akan bahaya dan resiko kebakaran.

Selain itu  melarang kegiatan pembakaran terbuka oleh masyarakat maupun perusahaan pengelola lahan dan  mengaktifkan kegiatan posko pengendalian kebakaran, peningkatan kegiatan patrol dan pengawasan di lapangan terhadap potensi terjadinya kebakaran di linkungan permukiman maupun lahan dan hutan. (vb-01)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.