TP-PKK Terus Lakukan Evaluasi

January 16, 2010 by  
Filed under Kalimantan Timur

Penajam Paser Utara -vivaborneo.com- Memperingati Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (HKG PKK) ke-37 tim Penggerak PKK terus berupaya melakukan introspeksi dan evaluasi guna meningkatkan kesejahteraan keluarga Indonesia . Peringatan HKG PKK di Kaltim kali ini dipusatkan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) selama empat hari sejak Kamis (14/01).

Gubernur ketika memberikan sambutan

Gubernur ketika memberikan sambutan

Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat, Vita Gamawan Fauzi dalam sambutannya yang dibacakan oleh Ketua Umum TP PKK Kaltim Encik Amelia Faroek di gedung DPRD PPU, Rabu (13/1) mengharapkan, momentum peringatan HKG ini dapat memotivasi dan menggelorakan semangat para kader PKK agar tetap terus giat melaksanakan tugas dan fungsinya yang utama. Yaitu berusaha memberdayakan dan mensejahterakan keluarga.

“Besar harapan saya beserta seluruh jajaran Tim Penggerak PKK dan kadernya dalam melakukan apa yang menjadi tugas dan fungsi kami guna dapat mewujudkan kesejahteraan keluarga,” ungkapnya.

Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang turut hadir dalam peringatan tersebut menyampaikan, momentum peringatan HKG PKK ke-37 ini, merupakan saat yang sangat tepat untuk direnungi bersama. Memahami dan mengkaji kembali apa-apa saja yang telah dan harus dilakukan, agar program PKK dapat diwujudkan secara optimal. “Biarkan saja kalau orang mengatakan PKK itu Perempuan Kesana Kemari. Tak peduli, meskipun  perempuan kesana kemari tapi Ia aktif untuk mensejahterakan rakyat,” ujar Awang.

Awang menilai, PKK telah berubah menuju pada kemandirian sebagai suatu gerakan masyarakat. Kegiatannya sangat sejalan dengan upaya Pemrov Kaltim dalam melaksanakan pembangunan, khususnya pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan keluarga.

Tantangan pembangunan, lanjut Awang di bidang pemberdayaan dan peningkatan keluarga di masa depan akan sangat berat. Sejalan dengan terjadinya pergeseran nilai-nilai dasar budaya dan gaya kehidupan masyarakat akibat pengaruh kehidupan modern dan pergaulan dunia yang kian mengglobal.

“Jika kita tidak pandai memilah dan menentukan sikap, maka kita akan mudah terbawa pengaruh negatif, seperti terseretnya keluarga kita dalam pola hidup mewah, materialistis dan individualistis,” lanjut Awang.

Ini sangat jauh dari tuntunan ajaran agama, maupun nilai-nilai tradisi, budaya dan adat istiadat yang berlaku di dalam masyarakat. Untuk menangkal dampak-dampak buruk globalisasi dan kehidupan modern itu, maka fungsi keluarga perlu dimantapkan.(taufiqurahman)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.