Riset Energi Kelautan Indonesia Masih Tertinggal

April 13, 2009 by  
Filed under Tehnologi

JAKARTA – Kepala Badan Riset Kelautan dan Perikanan Departemen Kelautan dan Perikanan Gellwyn Yusuf mengakui riset energi untuk mengantisipasi kebutuhan masa depan dari sektor kelautan masih jauh tertinggal. Sebagai negara kepulauan terbesar dan tuan rumah Konferensi Kelautan Dunia pertama, 11-15 Mei 2009, Indonesia memperoleh peluang untuk mengembangkan potensi ini.“Di dalam konferensi itu juga akan dibahas masalah OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion) yang sampai sekarang belum diimplementasikan di Indonesia,” kata Gellwyn, Minggu (12/4).
Menurut dia, masalah OTEC akan dibahas di dalam salah satu simposium Konferensi Kelautan Dunia (World Ocean Conference/WOC). Teknologi ini diharapkan dapat disebarluaskan, termasuk di Indonesia yang memiliki banyak peluang untuk mengimplementasikannya. “Implementasi OTEC bisa mengacu dari beberapa negara maju atau India yang sudah terlebih dulu,” kata Gellwyn.
Menurut anggota Dewan Pakar Masyarakat Energi Terbarukan, Kamaruddin Abdullah, implementasi OTEC tidak hanya mampu menghasilkan energi. Teknologi ini bermanfaat pula bagi pengembangan perikanan.
OTEC memiliki prinsip memanfaatkan beda suhu antara permukaan dan kedalaman laut untuk mengubah tekanan fluida supaya mampu menggerakkan turbin penghasil listrik. Pengembangannya tidak sebatas pada produksi listrik, tetapi menunjang proses elektrolisis untuk menghasilkan hidrogen dari air yang melimpah di laut. Hidrogen diperkirakan akan menjadi energi masa depan. (vb-01/kompas.com)

Respon Pembaca

Satu Komentar untuk "Riset Energi Kelautan Indonesia Masih Tertinggal"

  1. Ahmadi Zulfarrahman on Sat, 1st May 2010 8:12 am 

    Salam Sejahtera.
    Dengan Hormat,

    Salut saya sampaikan untuk ‘Viva Borneo’ – Kaltim.
    Saya tengah menggagas sebuah konsep ‘Central Borneo Information Centre’ (CeBIC). Adapun bidan cakupan informasi yang di kelola untuk awalnya hanya seputar kondisi bisnis properti dan prospek ekonomi wilayah Kalimantan Tengah.
    Jika dimungkinkan, kami menginginkan kerjasama dengan pihak ‘Viva Borneo’ untuk melakukan ekspansi ke wilayah Kalteng.
    Demikian Surat ini saya sampaikan…
    Terimakasih atas perhatiannya.
    Hormat saya,

    Ahmadi Zulfarrahman.

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.