Kementerian Kehutanan Setujui Enclave 5.000 Ha TNK

January 20, 2014 by  
Filed under Berita

SANGATTA- Menteri Kehutanan Republik Indonesia (Menhut RI) telah menyetujui enclave kawasan Taman Nasional Kutai (TNK) seluas 5.000 hektera untuk dijadikan kawasan khusus masyarakat. Dari jumlah tersebut, termasuk dua kecamatan, yakni Sangatta Selatan dan Teluk Pandan.

Pernyataan itu diungkapkan Wakil Bupati (Wabup) Kutai Timur, Ardiasyah Sulaiman ketika melakukan kunjungan kerja ke desa Danau Redan Rabu (15/1) lalu, saat menghadiri pelantikan kepala desa (Kades).

FAsilitas umum yang termasuk dalam kawasan TNK

Menurutnya, 5.000 haktare lebih ini mencakup wilayah pemukiman penduduk di dua kecamatan saja. Enclave belum sawah dan kebun milik petan, sehingga Pembak Kutai Timur masih terus berjuang agar luasan enclave ditambah lagi. Paling tidak, luasan dalam kawasan TNK yang dienclave sesuai usulan.

“Kita belum puas. Karena yang disetujui enclave, persis yang ada penduduknya. Artinya, daerah pengembangan masyarakat untuk bercocok tanam seperti sawah, kebun wilayah pembangunan masih samar-samar,” tegas Ardiansyah Sulaiman.

Dari 24.000 hektare yang diusulkan tim terpadu untuk dienclave, dalam pertemuan yang dilangsungkan di aula Balai Kota Balikpapan 27 Juni 2012 silam antara tim dengan Komisi IV DPR RI yang dipimpin Firman Soebagyo, yang bisa direspon hanya sekira 7.000 hektare. Karena usulan jauh lebih luas dibanding yang mendapat sinyal (tanda) persetujuan, tim usul melakukan inventarisasi ulang lagi hingga mendapat angka 17.000 hekatare untuk di-enclave-kan. Usulan enclave 17.000 haktare itu, yang mendapat persetujuan hanya 5.000 hektare lebih.

“Dari usulan enclave tujuh belas ribu hektare tersebut, Komisi IV DPR RI sudah menyetujui delapan puluh persen. Tinggal ketuk palunya (perstujuan),” beber Wabup.

Ardiansyah menejelaskan saat ini di kawasan TNK tersebut telah berdiri berbagai fasilitas umum seperti sekolah (SMU), pasar Sangatta Selatan dan terminal yang terhenti pembangunannya. Karena areal terminal, pasar Sangatta Selatan dan lokasi SMU di Sangatta Selatan menurut Ardiansyah Sulaiman selama in imasuk dalam kawasan TNK.
Hampir tiga tahun lamanya tidak ada pembangunan fisik di dalam kawasan TNK yang dananya bersumber dari ABPD Kutim, karena sempat dihentikan dan dilarang.

“Kini telah masuk dalam kawasan enclave. Biaya pembangunannya sudah bisa dialokasikan dalam APBD Kutim. Alhamdulillah berkat perjuangan, enclave sudah dietujui meski kita belum sepenuhnya puas,” ujarnya.(vb/yul/kmf2)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.