Pemkot Bontang Rencanakan 10 Program Prioritas 2014

February 14, 2013 by  
Filed under Bontang

SAMARINDA – vivaborneo.com, Pemkot Bontang merencanakan 10 program prioritas 2014 untuk mewujudkan visi ‘terwujudnya masyarakat Bontang berbudi luhur, maju, adil dan sejahtera. Program prioritas inilah yang dibutuhkan dalam pelaksanaan pembangunan Kota Bontang dan butuh dukungan pendanaan Pemprov Kaltim.

Hal tersebut dikatakan Wali Kota Bontang, Adi Darma saat mempresentasikan rencana program Pemkot Bontang 2014 dihadapan Gubernur Kaltim beserta jajaran saat Rapat Konsultasi Pemkot Bontang dengan Pemprov Kaltim, di Kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Selasa (12/2). Pertemuan tersebut ditandai dengan penyerahan profosal rencana pembangunan Pemkot Bontang 2014 dari Walikota Bontang kepada Gubernur Kaltim.

Dikatakan Adi Darma, program prioritas 2014 dimaksud terdiri dari pembangunan infrastrukutr daerah (pengembangan bandara, jalan dan jembatan,pelabuhan loktuan), peningkatan manajemen dan pelayanan pendidikan (pembangunan sanggar, kegiatan belajar dan prasaranannya. revitalisasi gedung sekolah,pembangunan akademi komunitas,pembangunan bontang tekno park), peningkatan manajemen dan pelayanan kesehatan masyarakat (revitalisasi puskesmas dan postu,pengembangan puskesmas 24 jam, pengembanngan peralatan lab kesehatan daerah), serta penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesehatan masyarakat (fasilitasi perbaikan rumah tidak layak huni, penyaluran bantuan raskin,kursus dan pelatihan keluarga miskin).

Yang lainnya, program peningkatan kemampuan dan kualitas tenaga kerja serta pengembangan kewirausaan (peningkatan kapasitas calon tenaga kerja, peningkan pengetahun dan keterampilan berwirausaha), pengembangan ekonomi masyarakat (pembangunan dan pengembangan pasar tradisional, pembinaan industri rumah tangga), peningkatan daya dukung lingkungan (rehabilitasi hutan lindung dan mangrove, pengembangan RTH, penataan kawasan pemukiman dan sanitasi lingkungan).

“Program prioritas lainnya adalah pengelolaan dan pengembangan kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil sesuai peruntukannya (penataan kawasan pesisir laut dan pulau-pulau kecil, rehabilitasi karang), peningkatan kualitas penyeleggaran pemerintahan (penerarapan reformasi birokrasi, peningkatan kapasitas SDM aparatur, pelaksanaan sistem informasi), peningkatan iklim investasi dan pengembangan kawasan industri baru (eksisting kawasan industri KIE, pengembangan kawasan industri baru di Bontang Lestari sekitar 465 ha),” sebutnya.

Berbagai program pembangunan tersebut tidak lain dalam mewujudkan Bontang maju adil dan sejahtera. Sehingga tidak hanya unggul dari sisi industri. Disamping itu, Pemkot Bontang bercita-cita mewujudkan Bontang aman dan kondusif sebagai gol upaya membentuk masyarakat berkarakter beberbudi lulur, jujur, sabar, antusias, mencinta, dan peduli.
Pada kesempatan itu, Walikota Bontang juga menyampaikan permasalahan yang perlu fasilitasi penyelesaian Pemprov Kaltim. Yakni pengendalian banjir, penyedian dan pengelolaan air brsih, hutan lindung, dan TNK.

Menyikapi itu, Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak mengatakan, Pemprov Kaltim secara prinsip siap mendukung pembangunan infrastruktur di Bontang. Mengingat, pembangunan infrstruktur memang menjadi program prioritas pembangunan Pemprov Kaltim.

“Setiap SKPD yang hadir pasti akan akan menindak lanjuti. Apalagi jika program-program pembangunan tersebut sebelumnya melalui perencanaan baik. Pendek kata semua pembangunan infrastruktur akan kita dukung,” katanya.
Faroek berharap proyek pembangunan Pemkab Bontang dilaksanakan secara kompak dan fokus agar tuntas. Akhir RPJMD Kaltim 2009 – 2013 bukan merupakan akhir pembangnan. Sebab masih ada RPJPD Kaltim 2005 – 2025 yang juga harus dituntaskan.

Sementara Asisten II Sekprov Kaltim, HM Sabani meminta Pemkot Bontang membuat perencanaan secara konkret terkait kemampuan keuangan daerah dalam pelaksaan proyek maupun besaran dukungan bantuan keuangan yang dibutuhkan.

“Sehingga dukungan dari Pemprov bisa cepat turun. Dengan demikian diharapkan tidak ada proyek yang molor lantaran keterlambatan dukungan pendanaan dari Pemprov,” katanya.

Sementara Kepala Bappeda Kaltim, H Rusmadi menilai terdapat beberapa hal yang menjadi perhatian. Diantaranya mengenai ekonomi makro Bontang yang sedang ‘kontraksi’. Akibatnya penganguran terjadi sebagai buntut penurunan ekpor migas dan tingginya migran.

“Untuk itu perlu program pemanfaatan BLK Bontang untuk meningkatkan kapasitas SDM sebagai bekal menjadi tenaga kerja,” sebutnya. (vb/arf)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.