Profesor yang Hobi Bermusik

November 9, 2009 by  
Filed under Profile

Hobinya bermain musik dan olahraga tennis lapangan, memperoleh gelar professor pada saat yang sangat muda, yaitu umur 43 tahun. Dialah Prof.Dr. Drs. Adri Patton, M.Si yang kini menjabat sebagai Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Pedalaman dan Daerah Terpencil Provinsi Kalimantan Timur sejak 22 Pebruari 2009.

Adri Patton

Adri Patton

Guru Besar FISIP Universitas Mulawarman (Unmul) ini dalam organisasi sosial merupakan Ketua III PDKT dan Dewan Pakar pada Dewan Ketahanan Nasional (WATANAS). Menyelesaikan Kuliah S1 di Unmul Jurusan Administrasi Negara 1986, S2 tahun 1999 Jurusan Administrasi Pembangunan dan S3 tahun 2005 jurusan Manajemen Publik dari Universitas Brawijaya Malang.

Pria kelahiran Tanjung Selor Kabupaten Bulungan 15 Agustus 1963 ini telah menyelesaikan berbagai penelitian dan sejumlah buku, diantaranya, Pembangunan Kawasan Perbatasan Kalimantan Timur (2009) dan buku berjudul Akuntabilitas Pejabat Publik (2008)

Suami dari Ny. Deasy Liza Damayanti, SH ini telah menerima lima penghargaan diantaranya Satya Lencana masa bakti 10 tahun dan Sijil Penyertaan Seminar Sejarah Borneo di Brunei Darussalam 2007. Pernah bercita-cita menjadi seorang guru ini, tidak pernah berfikir ataupun bermimpi untuk menjadi seorang professor-doktor.

“Yang Saya rasakan kini hanya bisa bersyukur terhadap Allah atas nikmat yang diberikan dan bertekad mengabdikan segala ilmu yang diperoleh untuk kepentingan masyarakat bangsa dan Negara,” ujarnya mantap.

Sebagai Kepala Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Pedalaman dan Daerah Terpencil Provinsi Kalimantan Timur, ayah empat orang putra penyuka masakan padang dan masakan daging ini menilai pembentukan Badan Pengelolaan Kawasan Perbatasan, Pedalaman dan Daerah Terpencil merupakan kepedulian Gubernur Awang Faroek terhadap wilayah perbatasan dan masyarakatnya.(vb-01)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.