ArabicChinese (Simplified)EnglishFrenchGermanIndonesianKorean

Kondisi Air Tanah dan Dangkal Kondisinya Buruk

October 24, 2009 by  
Filed under Berita

Share this news

SAMARINDA – vivaborneo.com- Kondisi air tanah dangkal dan sedang di 127 Ibu Kota Kecamatan yang ada di Kaltim (tidak termasuk Kabupaten Tana Tidung), sebanyak 115 Ibukota Kecamatan kondisinya buruk atau telah tercemar. Hanya di 12 Ibu Kota Kecamatan yang memiliki kondisi air tanah dangkal dan sedang yang masih baik tidak tercemar.

Air sungai yang kondisinya buruk

Air sungai yang kondisinya buruk

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Rusmadi mengatakan bahwa jumlah sungai di Kaltim terdapat 247 sungai besar dan kecil dan terdapat 17 buah danau dengan tiga buah terbesar antara lain Danau Melintang, Danau Semayang dan Danau Jempang.

“Potensi air baku untuk pengembangan pengolahan air minum selama sepuluh tahun kedepan masih mencukupi terutama untuk air permukaan,” ujarnya.

Menurutnya, visi Kaltim 2009-2013 adalah modal sumber daya manusia yang berkualitas, pemanfaatan kekayaan alam yang optimal dan berkelanjutan dan mewujudkan sinergi antara pemerintah, wirausaha dan pekerja menuju daya saing global.

Dalam paparannya pada acara Workshop Corporate Social Responcibility (CSR) Forum Ke-5 dengan bertema Menggalang Kemitraan Multi-pihak di Sektor Pengadaan Air Bersih, Sanitasi dan Pola Hidup Bersih dan Sehat diselenggarakan di Pendopo Lamin Etam Kantor Gubernur Samarinda, Selasa (20/10), Rusmandi mengungkapkan program CSR sebagai alternative sumber pembiayaan dalam upaya pemenuhan kebutuhan air bersih sebagai salah satu kebutuhan pokok masyarakat, selama ini telah dilakukan secara baik melalui dana APBD maupun APBN.

“Kabupaten Kutai Timur dapat dijadikan contoh bagi daerah lain di Kalimantan Timur dalam memanfaatkan dana CSR sebagai salah satu sumber pembiayaan pembangunan di daerah,” ujarnya.

Tetapi diakui Rusmadi, bahwa selama ini perusahaan, pemerintah dan masyarakat telah melakukan praktik CSR dengan cara masing-masing dan seringkali ketiganya terkesan berjalan sendiri-sendiri.

“Program pemerintah biasanya sistematis dan terprogram dengan baik namun biasanya terkendala masalah dana yang harus mengikuti aturan-aturan tertentu,” jelasnya.(vb-01)


Share this news

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.