Perbatasan Laut Berau Juga Minta Perhatian

May 16, 2012 by  
Filed under Kalimantan Timur

BALIKPAPAN – vivaborneo.com, Bupati Berau H Makmur HAPK mengingatkan bahwa Kaltim memiliki empat perbatasan dengan negara lain. Selama ini  perhatian pemerintah daerah dan pusat hanya pada perbatasan darat saja. Padahal,  Kabupaten Berau berbatasan laut dengan Malaysia dan Filipina.

Hal itu ditegaskan Makmur, saat menjadi pembicara pada Workshop Pariwisata dan UMKM di Balikpapan, yang dihadiri oleh Menko Kesejahteraan Rakyat HR Agung Laksono dan Wagub Kaltim, H Farid Wadjdy,  Sabtu pekan lalu.

Makmur mengatakan perbatasan laut yang dimiliki oleh Kabupaten Berau berada di gugusan Pulau Maratua yang tidak saja berbatasan laut dengan Malaysia, tetapi juga dengan Filipina.

“Memang selama ini yang menjadi perhatian kita hanya perbatasan darat yang banyak dilintasi manusia dan barang kebutuhan pokok. Padahal perbatasan laut juga sangat rawan akan pencurian ikan dan kegiatan ilegal lainnya seperti perdagangan orang atau human  trafficking,” ucapnya.

Makmur mengingatkan, perselisihan antar negara di dunia seperti China dengan Jepang, Korea Selatan dengan China dan lain-lain karena perebutan pulau terluar yang masing-masing mereka klaim milik satu Negara. Bahkan lanjutnya, sangat jarang terjadi perebutan wilayah darat.

Selama ini, pertahatian pemerintah, dewan dan masyarakat hanya tertuju pada perbatasan darat yaitu yang berada di Kabupaten Nunukan diantaranya di Kecamatan Krayan dan Kecamatan Sebatik, Kabupaten Malinau diantaranya di Kecamatan Long Nawang dan Kabupaten Kutai Barat di antaranya di Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai.

“Sementara perbatasan laut di Pulau Maratua, Kabupaten Berau nyaris  tidak pernah disinggung dan diperhatikan oleh pemangku kepantingan di Kaltim,” ujarnya.

Makmur memaparkan pulau-pulau yang berada di gugusan pulau terluar diantaranya Pulau Derawan, Maratua, Kakaban, Sangalaki, Pulau Semama,Pulau Panjang, Pulau Rabu-rabu dan Pulau Biduk-biduk.

Apabila rencana Kaltim dipecah menjadi Kalimantan Utara, maka di Provinsi Kaltim hanya ada tersisa dua wilayah perbatasan dengan Negara lain. Kondisi ini sangat menguntungkan bagi Kaltim karena perhatian Pemprov dan Pemerintah Pusat dapat lebih besar pada kedua wilayah tersebut. (vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.