Kaltim Persiapkan Festival Kemilau

September 25, 2009 by  
Filed under Berita

Samarinda, vivaborneo.com- Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kaltim akan menggelar ’Festival Kemilau Seni Budaya Etam Kalimantan Timur’. Festival ini akan digelar selama tiga hari, dari tanggal 5 hingga 7 November 2009.Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kaltim, Firminus Kunum di Samarinda, Rabu mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyiapkan festival tersebut, sehingga Dinas Pariwisata provinsi dan 14 kabupaten/kota yang ada di Kaltim terus melakukan koordinasi dan telah beberapa kali melakukan pertemuan.

Sebelumnya, Festival Kemilau Seni dan Budaya Benua Etam akan di gelar awal atau pertengahan Oktober 2009, namun karena ada pernintaan dari Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak agar acara diundur pada November, sehingga pihaknya dengan senang hati mengundur pelaksanaannya.

Adapun alasan gubernur meminta festival dimundurkan adalah agar Festival Kemilau pelaksanannya dekat dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kaltim yang jatuh pada 9 Januari 2010. ”Jadi festival ini nanti sekaligus untuk menyongsong HUT Kaltim ke 53,” katanya.

Berbagai atraksi yang akan digelar dalam festival nanti adalah beragam seni tari dan musik tradisional Kaltim, mulai dari unsur pesisir, pedalaman hingga dari unsur keraton.

Untuk seni dari pesisir antara lain tari jepen, baik yang berasal dari Kabupaten, Kutai Kartanegara (Kukar), Kabupaten Paser, Penajam Pasir Utara (PPU), Berau, Bulungan dan sejumlah kabupaten atau kota lain.

Sementara tari dari daerah pedalaman antara lain, tari enggang, tari hudoq, gantar, kancat lasan serta sejumlah jenis tari lain yang berasal dari Sub Suku Dayak meliputi Kenyah, Tunjung, Benuaq dan sub suku lain yang tersebar di Kabupaten Malinau, Nunukan, dan lainnya termasuk juga di sejumlah lokasi di Samarinda.

Sedangkan tari dari unsur keraton yang merupakan warisan dari leluhur Kaltim antara lain tari panah, tari ganjar ganjur dan sejumlah jenis tari lain. Tari keraton tersebut biasanya akan ditampilkan dari Kabupaten Kukar, Paser, Berau, Bulungan dan lainnya.

Selain itu, lanjut Firminus, permainan atau kegiatan tradisional juga turut menyemarkkan dalam festival mendatang, yakni lomba menyumpit dan begasing.(vb-01)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.