Transportasi Sungai Masih Terganggu

December 2, 2011 by  
Filed under Kalimantan Timur

SAMARINDA – vivaborneo.com,Terganggunya arus transportasi air di alur sungai Mahakam pasca runtuhnya Jembatan Kutai Kartanegara, diharapkan Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak untuk bersabar atas musibah ini.Hal ini diucapkan Awang Faroek menanggapi banyaknya keluhan masyarakat, dan pengusaha baik pengusaha batubara maupun pengusaha sembako yang melewati alur  sekitar jembatan.

“Ini adalah musibah, tidak kita sengaja dan kita inginkan. Yang menentukan ditutupnya alur yang melintasi bekas jembatan adalah Badan SAR Nasional atau Basarnas. Jadi masyarakat dan pengusaha dimunta untuk bersabar,” ujarnya.

Awang Faroek mengimbau pengusaha dan masyarakat yang selama ini menggunakan jasa alur Mahakam untuk sementara dapat menggunakan jalur darat karena jalan menuju pedalaman Mahakam seperti Kutai Barat dapat ditempuh oleh kendaraan.

“Masyarakat dan pengusaha harus dapat memahami bahwa alur Mahakam yang melintasi bekas jembatan belum aman untuk dilintasi karena rangka jembatan, badan jalan dan beberapa kendaraan masih berada di alur tersebut,” jelas Gubernur.

Dilaporkan, para pengusaha batubara yang biasa melintasi alur sungai Mahakam menderita kerugian sebesar Rp2 miliar per hari karena lost production atau tidak dapat berproduksi.

Begitu juga dengan pengusaha sembako yang biasanya menggunakan jasa sungai Mahakan untuk mengangkut barang-barang mereka, harus rela mengeluarkan biaya tambahan karena membengkaknya ongkos angkut jika melewati jalan darat.

“Pelarangan melintas Sungai Mahakam  disekitar jembatan runtuh ini kan hanya sementara sampai Basarnas menghentikan upaya pencarian dan menyatakan alur sungai tersebut aman untuk pelayaran,” ujarnya. (vb/yul)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.