Ahmat Sopian Noor Tanggapi Rencana Sekolah Tatap Muka

November 28, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Anggota Komisi IV DPRD Samarinda, Ahmat Sopian Noor Menanggapi pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nadiem Makarim tentang sekolah tatap muka yang akan dibuka kembali Januari 2021.

“Kembalikan pada kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) setempat. Pada dasarnya kalo situasi dan kondisi memungkinkan saya setuju,” kata Alumni Pendidikan IAIN Antarasi Samarinda Ini

Ahmat Sopian Noor

Lebih lanjut politisi Fraksi Golkar ini menyebutkan,masyarkat sudah agak jenuh juga, selain terbatasnya ilmu yang diserap oleh anak-anak atau pun adik-adik pelajar di Samarinda.

“Masih ada beberapa daerah yang tidak dapat dijangkau oleh sinyal internet, apalagi masih ada sebagian kecil yang tidak memiliki hp android/laptop, ” terang Kader berlambang pohon beringin ini

Ketua Dewan Kehormatan (DK) DPRD Samarinda ini menyampaikan, bagaimana Pemkot dapat memberikan kemudahan dan kelengkapan infrastruktur dunia pendidikan agar pendidikan dasar 12 tahun dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Juga tidak lupa memperhatikan guru-gurunya, terkhusus guru yang masih honor, ” tutupnya. (man)

Reses Eko Elyasmoko, Warga Berharap Penerangan Lampu Jalan

November 28, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA -Anggota DPRD Samarinda periode 2019-2024 Eko Elyasmoko menggelar reses masa sidang III 2020. Usai sholat isya politisi partai Demokrat ini menggelar RT 44, Kelurahan Loa Bahu, Sungai Kunjang.

“Banyaknya pengembangan rumah baru di Samarinda terkhusus daerah tersebut, warga berharap adanya penerangan lampu jalan umum, ” katanya kepada media ini

Sebelumnya, warga iuran untuk bisa menbuaat jalan tersebut menjadi terang di malam hari. Dan keluhan yang dirasakan ini agar daerah tersebut aman dari kemalingan dan hal-hal yang tidak dinginkan

“Permintaan warga paling banyak terkait persoalan penerangan jalan di malam hari. Nanti usai reses aspirasi warga ini akan kami bawa ke dewan untuk segera ditindak lanjuti, ” Jelasnya

Selain persoalan penerangan lampu jalan, lanjut Ketua Fraksi Demokrat ini persoalan lain yang diharapkan warga seperti permodalan UMKM, Alat Pemadam Kebakaran oleh relawan kebencanaan, alat habsy dan lain sebagainya.

“Untuk permohonan bantuan untuk UMKM karena dimasa covid-19 mereka yang dirumahkan ingin membuka usaha namun kesulitan di modal,” terangnya

Dia menambahkan, nantinya aspirasi yang telah diserap akan didorong untuk dipenuhi karena memang warga memerlukan hal tersebut.

“Mudahan-mudahan bisa didorong kesana nantinya. Dan bisa kami realisasikan,” tutupnya(Man)

Tingkatkan Kapasitas, Jasa Raharja Gandeng Semesta Academy

November 27, 2020 by  
Filed under Gaya Hidup

SAMARINDA – Jasa Raharja Samarinda terus berupaya meningkatkan layanan kepada masyarakat. Salah upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan kapasitas pegawainya, agar semakin semangat dan produktif dalam memberikan layanan.

“Meski penetrasi bisnis sedang kurang positif, Jasa Raharja secara periodik terus memberikan pendidikan dan pelatihan untuk pengembangan potensi pegawai,” sebut Kepala Jasa Raharja Samarinda, Agung Abimanyu, saat membuka Diklat Capacity Building bekerja sama Semesta Academy, melalui Zoom Meeting, belum lama ini.

Agung menyampaikan, kondisi pandemi tidak memungkinkan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan secara tatap muka. Sehingga digelar secara virtual. “Sebelumnya, kami juga bekerja sama dengan Semesta Academy dengan menggelar pelatihan Public Speaking,” sambungnya.

Untuk Diklat Capacity Building alias pengembangan kapasitas kali ini, Jasa Raharja sengaja menghadirkan nara sumber trainer teknologi pikiran, Endro S. Efendi, CHt®, CT, CPS®, alumni Adi W Gunawan Institute of Mind Technology Surabaya.

Kehadiran Endro yang juga salah satu pendiri Semesta Academy itu diharapkan memberikan pemahaman kepada pegawai Jasa Raharja bagaimana memahami cara kerja pikiran, yang diharapkan bisa bermanfaat untuk dunia kerja.

Agung menyampaikan, peserta Diklat tidak hanya dari pegawai Jasa Raharja Samarinda, tapi juga dari Kutai Timur, Bontang, Kutai Kartanegara, Kutai Barat hingga Mahakam Ulu. “Harapan kami, pegawai semangat dan terus meningkatkan kinerja serta produktivitas,” katanya.

Menurutnya, diklat tetap penting dilakukan. “Walau pandemi, pekerjaan harus tuntas. Pengembangan kapasitas ini dilakukan supaya semua pegawai tetap bisa mempertahankan keterampilan dan pengetahuan serta berinteraksi dengan baik,” bebernya.

Paling utama adalah, diharapkan pegawai bisa melayani masyarakat dengan baik termasuk dengan mitra Jasa Raharja dan para pihak yang lain.

Sementara, dalam pelatihan tersebut, Endro menjelaskan bagaimana cara kerja pikiran, serta memberikan teknik-teknik khusus agar peserta bisa mengendalikan dirinya menjadi lebih baik.

“Terkadang ada masalah di rumah yang mengganggu pekerjaan. Inilah yang harus diatasi lebih dulu,” kata pria yang juga menjabat sebagai ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim ini.

Peserta juga langsung diajarkan bagaimana mengatasi persoalan yang dihadapi. Seperti misalnya ada yang mengaku fobia ketinggian, dalam sesi tersebut, Endro membantu dan membimbing peserta tersebut agar bebas dari fobia tersebut.

Tak hanya bicara pengelolaan pikiran, Komisaris Berau Post ini juga mengupas bagaimana mengelola perasaan dan meningkatkan kapasitas diri secara spiritual. Sehingga setiap individu bisa memiliki kapasitas diri yang semakin berkualitas.

Terakhir, dengan teknik yang diberikan, Endro berharap, setiap peserta bisa mengatasi persoalannya masing-masing, tanpa diketahui orang lain. “Jadi ngga perlu curhat. Cukup atasi sendiri. Orang lain tidak perlu tahu,” pungkasnya. (*)

Ahmat Sopian Noor: Sungguh Besar Jasa Guru

November 26, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Ketua Dewan Kehormatan (DK) DPRD Samarinda mengucapkan Hari Guru Nasional dan akan terus mendoakan dan memperjuangkan guru hak guru-guru karena tanpa guru, dia mengaku tidak bisa seperti saat ini

“Saya atas nama pribadi dan atas nama partai Goklar mengucapkan selamat Hari Huru Nasional. Kami tidak bisa membalas jasa guru yang telah mendidik kami sehingga kami bisa seperti hari ini,” kata Ahmat Sopian Noor kepada media ini

Alumni IAIN Antasasi Samarinda yang kini menjadi IAIN Samarinda ini mengaku hanya bisa mendoakan guru-guru karena merasa tak mampu membalasa kebaikan yang telah guru berikan kepada dirinya.

“Semoga apa yang beliau ajarkan kepada kami bisa bermanfaat dan berguna bagi agama, bangsa dan negara dalam membangun generasi muda kedepan. Untuk membangun Indonesia umum, Kaltim, dan khusus Kota Samarinda yang kita cintai. Semoga jasa-jasa guru menjadi amal jariah dan menjadikan ganjaran pahala dunia dan akhirat,” ,” kata Alumni jurusan Tarbiyah (Pendidikan)

Terkait adanya kriminalisasi terhadap guru yang terjadi saat ini, dia pun bercerita saat dirinya yang sejak SD, SMP dan SMEA 1 Kesatuan Samarinda pernah dipukul dengan penggaris ,bahkan dilempar dengan pengapus papan tulis, namun dirinya dan kawan-kawannya tak pernah dendam terlebih marah kepada guru.

“Kami tidak marah, karena dia (guru) ingin melihat anak didiknya kedepan bisa memiliki mental yang kuat dan cerdas dan bermanfaat untuk kedepannya,” kata Alumni SD 022 yang dahulu di berada di jalan Dwi Sartika

Namun Anggota Komisi IV ini menyangkan, berbeda situasi dengan saat ini. Dicubit sedikit sudah di ekspos di media sosial sehingga menjadi permasalahan-permasalahan yang juga meroptkan semua pihak. Pihaknya berharap ketika ada persoalan sepereti ini bisa dengan bijak menyelesaikannya

“Dengan hati yang dingin semua ada jalan keluarnya. Terutama guru-guru SD karena kalau tidak ada mereka kita tidakbisa membaca dan menulis. Dan saya tetap akan selalu medoakan beliau (guru saya) juruasan tarbiyah. Saya akan perjuangkan hak-hak guru,” tutupnya. (man)

Kisah Nanang Petugas Evakuasi Pemakaman Covid-19

November 26, 2020 by  
Filed under Serba-Serbi

Rindu Keluarga Hanya Bisa Melihat Dari Jauh dan Videocall

SAMARINDA – Kisah suka duka petugas pemakaman, Nanang Arifin lelaki kelahiran Malinau, 11 Februari 1979 yang harus merelakan berpisah dengan keluarga demi menuntaskan tugas mulia. Rasa rindu akan keluarga pun menyelimuti perasaaan ayah dua anak itu.

Dirinya yang mengabdi di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda pun harus siap selalu turun saat terjadi bencana termasuk bencana covid-19 yang melanda dunia termasuk kota tepian sebutan Kota Samarinda. Suka dan duka dia lalui dari awal Maret 2020 covid-19 masuk ke Samarinda yang awalnya turun.

Nanang Arifin ikut turun mengambil peran sebagai tim evakuasi dan pemakaman covid-19. Saat ditemui vivaBorneo.com dengan jarak kurang lebih 2 meter. Banyak hal yang Nanang sapaan akrabnya kepada media ini.

“Kami harus rela berpisah dengan orang yang kami sayangi orang tua, saudara, anak-anak dan istri karena kami takut akan terpapar ke mereka, semoga ini akan cepat berakhir.,” katanya sambil menghirup kopi yang sejak tadi dibuatnya

Dirinya menjelaskan, Dia dan kawan-kawannya ditempatkan isolasi ruang kator BPBD khusus tim evakuasi penanganan covid 19, sering bercanda gurau di tersebut . Dan disela-sela kesibukan di kantor, menghilangkan rasa jenuh dan melepas rasa rindu dirinya menghubungi keluarganya

“Jelas bang kangen sama anak-anak. Terlebih saya hanya bisa memang dari jauh atau hanya lewat video call. Karena tim evakuasi dan pemakaman tidur di Kantor BPBD Samarinda,” terangnya sambil menyalakan rokok ditangannya

Nanang Arifin merupakan salah satu petugas Pemakaman kubur di Tempat Pemakaman Covid-19 Serayu, Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Samarinda Utara, Kota Samarinda . Di Lokasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyediakan lahan khusus bagi jenazah terduga atau yang dinyatakan positif COVID-19.

Sepanjang waktu, Nanang dan rekan-rekannya sudah memakamkan ratusan jenazah dengan standar protokol COVID-19. Saat membeludaknya jumlah korban jiwa akibat pandemi virus corona menguras energi Nanang dan kawan-kawan.

“Stres enggak, capek lumrah. Cuman karena kita menggenuakan Alat Pelindung Diri (APD) dan baju Hazmat APD tentu saat sedikit sulit bernafas ketika terlalu menggunakan baju tersebut. Dan keringat pun pastinya akan keluar dengan jumlah yang cukup banyak karena tertampung dibaju itu.

“Kami kerja tanpa batas waktu. Karena pemakaman covid bisa dilakukan pagi, siang, sore, malam bahkan dini hari. Kami ikhlaskan diri kami untuk menolong sesama dan mudah-mudah Allah angkat wadah virus ini sehingga kita bisa hdiup dengan normal kebali,” tutupnya. (man)

Next Page »