Pagi Ini, Gubernur Resmikan Loket Pembayaran Samsat di Segah

November 19, 2020 by  
Filed under Berau, Berita

Gubernur Isran Noor tiba di Berau. Agenda utama adalah peresmian Samsat Payment Point di Segah.

TANJUNG REDEB – Sesuai jadwal, Kamis (19/11/2020) pagi ini Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor, melakukan peresmian loket pembayaran (payment point) Samsat di Kecamatan Segah. Isran Noor sudah tiba di Bandar Udara Kalimarau, Rabu (18/11) dengan pesawat Garuda Indonesia.

Gubernur disambut Pjs Bupati Berau, M Ramadhan, beserta Sekretaris Kabupaten Berau, M Gazali dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19, penyambutan digelar dengan tarian selamat datang dan tepung tawar, khas masyarakat Bumi Batiwakkal.

Kabar ini dibenarkan Kepala Bagian Protokol dan Humas Setkab Berau, Husdiono. Tak hanya di Segah, kunjungan Gubernur Kaltim di Berau itu juga dalam rangka peresmian Samsat Payment Point di Batu Putih dan Tanjung Batu.

“Tapi peresmian dipusatkan di Segah, Kamis (19/11) hari ini,” katanya. Layanan Samsat Pembantu dan Samsat Payment Point merupakan hasil kerja sama Bapenda dan Bankaltimtara dalam upaya mendekatkan pelayanan bagi masyarakat. Khususnya pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB). “Peresmian digelar di Kampung Tepian Buah Kecamatan Segah,” ungkapnya.

Dalam kunjungan di Bumi Batiwakkal, Gubernur Kaltim, malam tadi Gubernur bersilaturahmi dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Berau dan Forkopimda dirangkai jamuan makan malam di rumah jabatan Bupati Berau. (vb1)

SMSI Komitmen Gelar Uji Kompetensi Wartawan

November 19, 2020 by  
Filed under Berita

Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) tetap komitmen, arahkan anggota untuk UKW di PWI

JAKARTA – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) secara berkala akan menyelenggarakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dengan menghadirkan para penguji yang berpengalaman dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).

Pada 2021 mendatang, SMSI cabang, bahkan sampai pengurus SMSI tingkat kabupaten dan kota di Indonesia akan banyak menyelenggarakan UKW untuk pemenuhan standarisasi wartawan yang bekerja di perusahaan media anggota SMSI.
Menurut

“PWI dan SMSI bagaikan dua sisi mata uang. Apalagi, fungsionaris PWI, merupakan inisiator dan pejuang lahirnya dan terbentuknya SMSI untuk mewadahi organisasi media siber yang jumlahnya semakin banyak sesuai trend perkembangan media massa,” kata Ketua Umum SMSI Pusat Firdaus, Rabu,(18/11/2020).

Para pemilik perusahaan di berbagai daerah yang bergabung di SMSI, kata Firdaus, berkeiginan SMSI ikut serta didaftar menjadi lembaga Uji Kompetensi Wartawan. Keiinginan itu telah diteruskan ke Dewan Pers.

“Setelah SMSI jadi konstituen Dewan Pers, ada keinginan kawan-kawan dari berbagai daerah agar SMSI mendaftar dan mengajukan untuk menjadi lembaga penguji kompetensi wartawan. Hanya saja, sudah ada ketentuan bahwa organisasi perusahaan media tidak dibolehkan menjadi lembaga penguji,” kata Firdaus.

Karena derasnya permintaan kawan-kawan pengurus di daerah, sambung Firdaus, akhirnya pengurus SMSI pusat mengajukan permohonan ke Dewan Pers.

“Jawabannya sudah kita duga. Tapi tak apa-apa, setidaknya kita sudah berupaya untuk memastikan boleh tidaknya organisasi perusahaan media menjadi lembaga penguji kompetensi wartawan. Kini SMSI yang merupakan organisasi perusahaan media siber dengan anggota terbanyak, yakni mencapai 1.384 perusahaan memiliki program meningkatkan sumber daya manusia karyawan anggotanya, hingga SMSI memutuskan untuk tetap menggunakan PWI sebagai lembaga penguji di setiap kegiatan uji kompetensi yang digelar SMSI,” urai Firdaus.

Terkait pelaksanaan uji kompetensi tersebut, M. Nasir, Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan SMSI Pusat menjelaskan, bagi pengurus SMSI Provinsi yang berkeinginan mengadakan UKW, silahkan membentuk panitia pelaksana UKW, dan kemudian rencana tersebut diteruskan kepada SMSI pusat.

Selanjutnya, pengurus SMSI Pusat akan memproses pengajuan rencana UKW tersebut, untuk ditindak lanjuti dengan dilakukan kerja sama dengan lembaga uji kompetensi wartawan yang siap,” tandas Nasir yang kini juga sebagai Wakil Ketua Umum Yayasan Pendidikan Multimedia Adinegoro yang mengelola Lembaga Pers Dr Soetomo, Jakarta. (*)

Jaang Resmikan Masjid Baiturrahman di Lombok

November 19, 2020 by  
Filed under Berita

Walikota Samarinda Syaharie Jaang membubuhkan tanda tangan pada prasasti Masjid Baiturrahman hasil sumbangan warga Samarinda yang digalang Pemkot Samarinda melalui Dompet Peduli Bencana

Lombok – AKHIRNYA Masjid Baiturrahman dan Asrama Santri Pondok Pesantren Al-Islah, Desa Dopang Kecamatan Gunung Sari Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) diresmikan bersama Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang dan Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid, Selasa (17/11/2020).

Terbangunnya masjid dan asrama santri ini kontribusi besar dari sumbangan warga Samarinda yang digalang Pemkot Samarinda melalui Dompet Peduli Bencana sewaktu gempa tahun 2018 silam. Sebanyak Rp 400 juta diserahkan langsung ke lokasi.

“Akhirnya kita hari ini bisa bersilaturahmi dalam rangka tujuan dan niat baik. Meresmikan masjid dan asrama santri yang dulu hancur karena musibah gempa. Tentunya juga bentuk pertanggungjawaban bahwa uang warga Samarinda yang kami himpun bentuknya menjadi bangunan yang hari ini diresmikan,” ucap Syaharie Jaang yang dalam kesempatan itu didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda Sugeng Chairuddin.

Jaang mengemukakan pada Februari awal tahun lalu juga meresmikan masjid bantuan warga Samarinda di Palu, Sulawesi Tengah yang juga dilanda musibah. Yaitu Masjid Al-Ihsan di Jl Tambarate Kelurahan Duyu, Kecamatan Tatanga.

“Setiap ada musibah, saya memulai dan menginstruksikan yang utama di jajaran kami. Kemudian di sekolah-sekolah, barulah masyarakat. Kami membuka Dompet Samarinda Peduli, sehingga menjadi satu pintu dan lebih terarah bantuannya. Kami merasa bangga dan haru begitu besar kepedulian warga Samarinda setiap musibah selalu kompak membantu,” ungkap Jaang.

Menurutnya tanpa membedakan suku, agama dan latar belakang, bahu-membahu mengumpulkan bantuan dengan berbagai cara.

“Bukan baru di Lombok dan Palu saja, beberapa musibah kita juga melakukan hal yang sama meringankan saudara kita yang tertimpa musibah. Baik di Aceh, Padang maupun Jogja,” kata Jaang.

Menurut Jaang lebih baik membantu daripada dibantu.

“Artinya mudah-mudahan Kalimantan, khususnya Kota Samarinda dijauhkan dari bencana alam. Kebetulan Kalimantan tidak ada gunung berapi, sehingga dampak gempa bumi dan tsunami sangat sedikit. Semoga tidak ada lagi musibah,” harap Jaang.

Jaang juga minta didoakan masyarakat Lombok Barat agar warga Kota Samarinda cepat pulih kembali dari wabah Covid-19 karena di Samarinda masih ada 3 kecamatan yang merah.

Melihat dari pembangunan masjidnya belum 100 persen selesai, Walikota bersama jajaran berkomitmen untuk membantu menyelesaikan terutama pintu, plafon dan pengecatan sekembalinya dari Lombok.

Dalam kesempatan itu, Bupati Lombok Barat menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada Walikota Samarinda bersama jajaran dan seluruh warga Samarinda yang telah membantu dalam membangun kembali gedung Pondok Pesantren yang ambruk akibat gempa tahun 2018 silam. Sementara itu Pimpinan Ponpes Al-Islah, TGH Zakaria mengatakan Ponpes yang berdiri sejak tahun 1978 ini bangunannya habis runtuh akibat gempa bumi yang melanda Lombok.

“Alhamdulillah berkat bantuan semua para dermawan kami bisa membangun kembali,” beber Zakaria.

Adapun beberapa donatur instansi Pemerintah seperti PMI Jakarta, Kementerian PUPR, Matahari Sakti Group Surabaya, Warga Samarinda melalui Dompet Samarinda Peduli dan BPKH Jakarta datang langsung membantu. (*hen/don/kmf-smd)

Pemuda Payung-Payung Tanam 700 Terumbu Karang

November 18, 2020 by  
Filed under Berau, Berita

Pemuda Payung-Payung melakukan kegiatan transplantasi terumbu karang

MARATUA – Sadar akan kelestarian lingkungan, sekaligus lokasinya menjadi daerah tujuan wisata, Kelompok Maratua Peduli Lingkungan melakukan gebrakan penting. Para pemuda yang berasal dari Kampung Payung-Payung Pulau Maratua itu, berhimpun dan melakukan kegiatan transplantasi terumbu karang.

Ketua Kelompok Maratua Peduli Lingkungan, Riko mengatakan, kegiatan transplantasi terumbu karang ini merupakan wujud kesadaran akan kelestarian alam di lingkungannya.

“Kelompok ini kita bentuk untuk meningkatkan wawasan, serta kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan,” katanya (18/11/2020).

Transplantasi Terumbu Karang merupakan salah satu upaya rehabilitasi terumbu karang yang semakin terdegradasi melalui pencangkokan atau pemotongan karang hidup, yang selanjutnya ditanam di tempat lain untuk menciptakan habitat baru.

Riko menjelaskan, Kelompok Maratua Peduli Lingkungan sudah terbentuk sejak 2016 silam. Hingga saat ini konsisten melakukan gerakan penyelamatan terumbu karang di bawah laut Pulau Maratua.

“Tak hanya menanam terumbu karang, kami juga melakukan sosialisasi kepada warga kampung memberikan pemahaman pentingnya menjaga alam bawah laut untuk masa depan kita semua,” ungkapnya.

Sejak 2016 sampai tahun ini, kelompok Maratua Peduli Lingkungan sudah menanam 700 median lebih terumbu karang yang tersebar di bawah laut Pulau Maratua.

“Ada lima titik lokasi di bawah laut tempat kami menanam terumbu karang. Terumbu karangnya sudah tumbuh,” ujarnya.

Dibeberkan, median yang digunakan melakukan rehabilitasi terumbu karang adalah cor semen berbentuk bulat seperti donat yang diberikan potongan pipa kecil untuk mengikat terumbu karang.

Ia kemudian berharap, apa yang dilakukan pemuda Kampung Payung-Payung ini bisa menjadi contoh warga kampung lainnya yang ada di Pulau Maratua.

“Melalui kegiatan ini sekaligus mengampanyekan menolak ilegal fishing. Kami berharap kegiatan kami memberikan manfaat bagi anak cucu kelak,” pungkas Riko. (vb1*)

Indonesia Berperan dalam Pertumbuhan Ekonomi Islami Dunia

November 18, 2020 by  
Filed under Berita

JAKARTA – Pademi Covid-19 selama 2020 telah menekan pertumbuhan ekonomi berbagai negara, termasuk pada sektor industri halal. Pandemi ini diperkirakan menyebabkan penurunan pengeluaran (belanja) warga muslim global sekitar 8 persen.

Meski begitu, Indonesia dinilai memiliki potensi pertumbuhan ekonomi syariah yang berkelanjutan dengan eksostem yang kuat, akan memiliki peran besar dalam pertumbuhan ekonomi islami dunia.

“Laporan saya menyajikan kebangkitan Indonesia yang terus berlanjut memiliki ekosistem yang kuat untuk memungkinkan partisipasi besar dalam peluang pasar global multi-triliun ini. Ini juga salah satu yang paling menarik pasar untuk investor internasional saat ini,” ungkap CEO Dinard Standard, CEO Dinar Standard dalam sambutannya di webinar hybrid launching The State of Global Islamic Economy Report (SGIER) yang digelar dari Rafles Hotel, Jakarta (17/11/2020).

Sementara, Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr (HC). KH. Ma’ruf Amin yang me-launching SGIER secara virtual, menyebutkan, The State of Global Islamic Economy Report ini sudah masuk edisi ke 8. Menurut Wapres, SGIER ini merupakan acuan penting karena fokus memberikan analisis terkini perkembangan Islam global.

“Report ini mengetahui eksistensi Negara Islam saat ini. Peran ekonomi Islam di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang pesat karena produk Islam produk makanan halal, pariwisata, kosmetik, dan media rekreasi yang juga meningkat,” kata Wapres saat pembukaan.

Semua sektor tersebut, menurut Wapres menjadi bahan penilaian islamic indicator. Dan Indonesia menurutnya, masuk 10 besar dari indikator-indikator tersebut.

Ketua IHLC, Dr. Sapta Nirwandar juga menyampaikan, dari laporan The State of The Global Islamic Economy Report 2020/2021, ada penurunan belanja warga muslim yang terjadi di semua sektor industri halal akibat dampak pandemi Covid-19. Namun, seluruh sektor industri tersebut akan kembali bangkit kembali ke tingkat pengeluaran pra-prandemi, di akhir 2021. Pengeluaran warga muslim diperkirakan akan mencapai 2,3 triliun dolar AS pada tahun 2024 pada Tingkat Pertumbuhan Kumulatif tahunan (CAGR) 3,1 persen.

Setiap tahun Dinar Standrard mengeluarkan The State of Global Islamic Economy Report (SGIER) yang merupakan laporan perkembangan ekonomi Islam global. Peluncuran SGIER tahun ini dilaksanakan di beberapa kota di berbagai negara, termasuk di Indonesia yang diselenggarakan oleh Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC) di Jakarta secara hybrid, online dan pertemuan terbatas dengan mengikuti protokol kesehatan covid-19, Selasa, 17 November 2020. Selain Indonesia, SGIER diluncurkan di kota pusatnya Dinar Standard, Dubai (16 November 2020), Kuala Lumpur (18 November 2020), Marocco (19 November 2020), London (20 November 2020), dan madrid (23 November 2020). “IHLC menjadi partner untuk peluncuran dan menerjemahkan ringkasan eksekutif (executive summary) ke dalam bahasa Indonesia,”ungkap Ketua IHLC, Dr. Sapta Nirwandar.

Dalam perkembangan industri halal, Indonesia mengalami peningkatan signifikan dibandingkan negara lainnya. Bahkan masa pandemi Covid-19 menjadi momentum kebangkitan ekonomi halal. Wakil Presiden Republik Indonesia, Prof. Dr (HC). KH. Ma’ruf Amin menyatakan “Indonesia menjadi produsen halal terbesar di dunia pada 2024”.

“Indonesia memiliki kemajuan yang pesat di putaran ekonomi islam global di berbagai sektor, seperti keuangan, makanan dan minuman, farmasi, kosmetik, fesyen, pariwisata, dan media rekreasi,”jelas Rafi-uddin Shikoh.

Sapta Nirwandar menjelaskan, di tengah pandemi tentu ada sektor yang mendapatkan tantangan lebih berat, seperti sektor pariwisata. Tapi ada juga yang terdampak relatif ringan seperti sektor makanan dan minuman, yang bahkan cenderung stabil. Sementara sektor teknologi dan farmasi mengalami pertumbuhan pesat.

“Indonesia mempunyai peluang besar untuk mengakselerasi produk dan jasa halal. Tidak saja untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga mempunyai peluang untuk go-ekspor,”kata Sapta Niwarndar, yang juga mantan Wakil Menteri Pariwisata Republik Indonesia ini.

SGIER 2020/2021 memaparkan, pada 2019 tingkat pertumbuhan belanca muslim mencapai 3,2 persen (year on year) dengan nilai sekitar 2,02 miliar dolar AS. Sementara aset keuangan syariah dunia juga mengalami pertumbuhan tinggi, asetnya kini mencapai 2,88 triliun dolar AS. Di tengah pandemi covid-19 akan mengalami penurunan belanja muslim global sebesar 8 persen. Namun, pengeluaran ekonomi halal akan kembali tumbuh di akhir 2021, kecuali sektor pariwisata.

Pandemi Covid-19 telah mencatat banyak perkembangan penting dalam ekonomi Islami, yangantara lain terjadinya percepatan transformasi digital, disrupsi rantai pasok global, dan naiknya fokus pemerintah pada investasi yang berkaitan dengan keamanan pangan. “Ekonomi islami global terus bertumpu pada delapan pendorong kunci, termasuk jumlah penduduk muslim yang besar dan bertumbuh, naiknya ketaatan pada nilai-nilai etis islami yang mempengaruhi konsumsi, dan sejumlah strategi nasional yang ditujukan pada pengembangan produk dan layanan jasa halal.

Beberapa strategi ekonomi Islami nasional Indonesia yang paling menonjol aalah Undang Undang Jaminan Produk Halal (UU JPH). Di samping itu, industri halal terus mengembangkan dirinya melalui pembangunan ekosistem yang komprehensif menuju Indonesia menjadi produsen produk halal dunia. “Ini sejalan dengan tekad dan kebijakan pemerintah Indonesia menetapkan pada tahun 2024 akan menjadi pusat produsen produk halal dunia,” kata Sapta Nirwandar. (*)

« Previous PageNext Page »