Reses Fachruddin, Temukan Beberapa Persoalan Budidaya Ikan dan Infrastruktur

November 28, 2020 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Fachruddin, Anggota DPRD Samarinda menggelar reses di beberapa di daerah pemilihannya diantaranya, Kader Partai Golkar ini reses di Jalan Karang Mulya RT 19 Kelurahan Lok Bahu dan Jl. Suka Damai, RT 04, Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang

“Untuk reses bersama PPL Dinas Perikanan untuk membantu masyarakat Jalan Karang Mulya RT 19 Lok Bahu pada Rabu (18/11/2020), ” Kata Anggota Komisi II ini

Di lokasi tersebut, pihaknya menyerap aspirasi dalam memanfaatkan kolam bekas tambang agar menjadi produktif.

“Ini bisa meningkatkan Pendapatan masyarakat dengan Kelompok Tani Budi Daya Air Tawar, ” jelasnya

Lebih lanjut, pada tanggal 20 November 2020 dirinya kembali menyerap Aspirasi Warga Masyarakat di Jalan Suka Damai RT 04 Lok Bahu.

“Disana berkenaan masih banyak jalan dan drainase yang rusak dan belum ada perbaikan untuk antisipasi banjir, ” jelasnya

Nantinya, hasil reses tersebut akan dibawa ke dewan untuk diperjuangkan.

“Nantinya kami akan perjuangkan dan mudah-mudahan segera terelisasi, ” tutupnya. (man)

Eko Elyasmoko Tanggapi Soal Infrastruktur yang Tertunda

November 28, 2020 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Eko Elyasmoko

SAMARINDA-Anggota Komisi III DPRD Samarinda, Eko Elyasmoko menanggapi persoalan infrastuktur yang hinga kini belum tuntas diselesaikan beberapa titik di Kota Samarinda baik jembatan, jalan hingga bangunan.

Komisi III yang membidangi terkait , bina marga dan pengairan, cipta karya dan tata kota, pemetaan, penataan dan pengawasan kota, kebersihan, pertamanan dan pemakaman, perhubungan, pertambangan dan energi, perumahan rakyat dan lingkungan hidup, penanggulangan bencana dan pemadam kebakaran.

“Memang ada kendala di tahun 2020 ini, masa Sidang II beberapa waktu yang lalu dan waktunya mepet. Pihak pelaksana Pemkot Samarinda menyampaikan hal tersebut, ” Kata saat dihubungi media ini pada (26/11/ 2020)

Pihaknya di Komisi III hanya menyampaikan persoalan itu sedangkan teknisnya Pemkot Samarinda dan kewajiban itu memang nantinya harus diselesaikan karena kalau tidak ada Adendum.

Ketua Fraksi Demokrat ini menerangkan, Pemkot Samarinda dalam hal ini Dinas PUPR Samarinda komitmen menyelesaikan kegitan-kegiatan yang tertunda.

“Artinya mereka mau bergerak dan menyelesaikan yang ada namun demikian ketika tidak terlaksana maka ada yang harus dipertanggungjawabkan, ” terangnya

Dia menambahkan, untuk pekerjaan fisik akan membutuhkan waktu yang lama. Dan juga cuaca karena memang seperti semenisasi dan drainase kemungkinan bisa dikerjakan cepat.

“Tetapi ketika pekerjaan fisik harus konsisten dilaksanakan karena memang itu tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat, ” tutupnya. (man)

Resmikan SEKATA Medical Center, Pemprop Kaltim berharap Kaltim Bebas Narkoba

November 27, 2020 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA. Mewakili Wakil Gubernur Kaltim H. Hadi Mulyadi, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) H. Elto berharap angka kasus penyalahgunaan narkoba di Kaltim bisa menurun bahkan Kaltim bebas narkoba.

Hal tersebut disampaikan Elto saat membacakan sambutan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi, Jumat (27/11/2020), saat meresmikan Klinik SEKATA Medical Center di Jalan Pangeran Suryanata 27 Samarinda, sebagai klinik medis dan konseling rehabilitasi pecandu narkoba pertama di Kaltim.

Dikatakan, berdasarkan data BNN Kaltim, dari hasil riset LIPI, pada tahun 2019, di propinsi Kalimantan Timur jumlah pengguna setahun pakai di Kaltim sebanyak 4.241 orang dengan angka prevalensi sebesar 0,10 persen. Sedangkan kategori pernah pakai narkoba sebanyak 16.963 orang dengan prevalensi 0.50 persen atau berada pada urutan ke 23 propinsi di Indonesia.

“Bahkan Tahun 2017 Kaltim berada pada urutan 4, namun kita tidak boleh bangga dengan angka penurunan tersebut, namun bagaimana upaya kerja keras kita bersama Pemerintah, BNN, TNI, Polri, dan masyakarat untuk membuat Kaltim bebas narkoba,”ujar Elto.

Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur menyadari bahwa ancaman dan bahaya narkoba ini adalah masalah besar yang harus diselsaikan, jadi persoalan bersama dan harus menjadi gerakan bersama secara terus menerus.

Pemerintah sangat mendukung penuh segala upaya dalam rangka melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba di kaltim. Oleh karena itu dia berharap melalui SEKATA Medical Center dengan sumberdaya manusia yang terampil dan pengetahuan yang luas tentang narkoba, dapat tampil dalam mengkampanyekan pencegahan dan pemberantasan narkoba.

“Pemerintah Propinsi Kalimantan Timur mengucapkan selamat dan sukses atas pembukaan atau grand opening SEKATA Medical Center,”kata Elto, dan dilanjutkan dengan pemotongan pita didepan pintu masuk klinik sebagai tanda resmi grand opening SEKATA Medical Center.

Sementara itu, komisaris utama PT. Sekata Borneo Jaya, Rabin Subhananta dalam sambutannya mengatakan Klinik ini sendiri berawal dari yayasan SEKATA bergerak di bidang penyalahgunaan narkoba. Seiring berjalan waktu, maka diperlukan adanya improvment pengembangan agar lebih kreatif dan komprehensif dalam penanganan penyalahgunaan narkoba.

“Kami ingin di Kaltim ini, para pecandu penyalahgunaan narkoba bisa pulih, sehat dan bisa kembali ke masyarakat, karena mereka juga manusia biasa yang punya hak di masusiakan melalui proses medis dan rehabilitasi di klinik SEKATA, belum ada klinik umum yang mempunyai fasilitas konseling Adiksi/Nafza,”kata Rabin, serasa menyatakan siap bekerjasama dengan pemerintah, perusahaan swasta dan masyarakat Samarinda.

SEKATA Medical Center, Klinik Medis Medical Check Up (MCU) dan konseling narkoba pertama di Kaltim, klinik yang berlokasi di kota Samarinda Kalimantan Timur. Tepatnya beralamat di jalan Pangeran Suryanata no. 27 Kelurahan Air Putih Samarinda, sekitar 150 meter dari simpang air putih ini menawarkan paket Medical Cek Up kepada warga Samarinda dan Kaltim yang terpapar narkoba.

SEKATA Medical Center memiliki visi menjadi klinik lokal bertaraf nasional dengan layanan klinik SEKATA Medical Center adalah Poli Umum, Apotik, General Medical Check Up (MCU), Laboratorium, Radiology/X-Ray, Poli Psikologi dan Konseling Adiksi/Napza. (Hel)*

SEKATA Medical Center – Klinik Medis MCU Narkoba Pertama Di Kaltim

November 27, 2020 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Data BNN Kaltim, dari hasil riset LIPI, pada tahun 2019, di propinsi Kalimantan Timur jumlah pengguna setahun pakai di Kaltim sebanyak 4.241 orang dengan angka prevalensi sebesar 0,10 persen. Sedangkan kategori pernah pakai narkoba sebanyak 16.963 orang dengan prevalensi 0.50 persen atau nomor 4 tertinggi di Indonesia.

Angka terpapar narkoba yang tinggi di Kaltim tersebut membawa konsekuensi pada upaya maksimal penanganan medis dan rehabilitasi pada korban terpapar narkoba, agar mendapatkan pelayanan kesehatan sehingga kembali sehat dan bisa beraktifitas normal di masyarakat, yang berujung pada penurunan angka terpapar narkoba.

SEKATA Medical Center, Klinik Medis Medical Check Up (MCU) narkoba pertama di Kaltim, kini hadir di kota Samarinda Kalimantan Timur. Klinik yang launching perdananya akan dihadiri Wagub Kaltim H. Hadi Mulyadi Jumat, 20 November 2020.

Klinik yang beralamat di jalan Pangeran Suryanata 27 Kelurahan Air Putih Samarinda, sekitar 150 meter dari simpang Air Putih ini, menawarkan paket Medical Cek Up kepada warga Samarinda dan Kaltim yang terpapar narkoba.

Lukman Hakim

Menurut Lukman Hakim-salah satu owner SEKATA Medical Center, jika ada orang yang terpapar narkoba dan ingin direhabilitasi, maka sebelum direhabilitasi harus dilakukan Medical Check Up (MCU), yaitu suatu rangkaian uji kesehatan yang dilakukan secara menyeluruh dengan tujuan untuk mengetahui kondisi kesehatan dan untuk mengetahui secara dini penyakit yang diderita, tingkat keparahannya, malah bisa mengantisipasi berbagai kemungkinan terjadinya komplikasi beberapa penyakit.

“Medical Check Up adalah sebagai filter pertama, sebelum para pecandu narkoba menjalani proses rehabilitasi di SEKATA foundation sebagai yayasan yang bergerak di bidang rehabilitasi narkoba ,”ujar Lukman.

Siap Layani MCU Karyawan Perusahaan

SEKATA Medical Center yang diresmikan oleh Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Jumat (27/11/2020), sangat tepat untuk menjadi klinik MCU mitra kerjasama keluarga dan perusahaan swasta seperti perusahaan pertambangan, perkebunan dan konstruksi yang banyak beroperasi di Kalimantan Timur mengingat klinik ini ditangani oleh petugas medis yang profesional dan bersertifikat internasional.

“Jika ada karyawan yang terdeteksi memakai narkoba maka pihak perusahaan dapat bekerjasama dengan SEKATA Medical Center dan SEKATA foundation untuk proses rehabilitasi penyembuhan, karena disamping MCU, kami sudah tau assessment seperti apa yang dilakukan, termasuk kerahasiaan data dan informasi pasein sangat terjamin, karena ditangani oleh petugas medis, psikiater psikolog yang profesional dan bersertifikat internasional,” ujar Lukman.

SEKATA Medical Center memiliki visi menjadi klinik lokal bertaraf nasional dengan layanan klinik SEKATA Medical Center adalah Poli Umum, Apotik, General Medical Check Up (MCU), Laboratorium, Radiology/X-Ray, Poli Psikologi dan Konseling Adiksi/Napza. (Hel)*

Taman Venus Bukit Pelangi Penuhi Syarat Jadi RBRA

November 26, 2020 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

Taman Venus yang baru saja mendapatkan nilai 415 dari Kementerian PPPA dan berhasil memenuhi syarat menjadi RBRA. Foto: Irfan

SANGATTA – Kabar gembira datang dari Kutai Timur (Kutim). Taman Venus milik Pemkab Kutim baru saja mendapatkan penilaian dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) RI.

Hal ini disampaikan langsung Kepala PPPA Kutim dr Aisyah melalui Sekretaris PPPA dr Yuwana Sri Kurniawati melalui informasi pesan whats app ke redaksi pro kutim, Kamis (26/11/2020).

“Kutim baru saja mendapatkan penilaian terbaik dari Kementerian PPPA RI yaitu Ruang Bermain Anak (RBA) Taman Venus di Kawasan Bukit Pelangi Sangatta telah memenuhi syarat menjadi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA) dengan memperoleh skor 415,” terang dr Yuwana.

Menutut dr Yuwana hasil ini pun menjadi bukti nyata kerja keras Pemkab Kutim melalui tim Umper Setkab Kutim dan tim RBRA kabupaten yang sudah mengawal proses penilaian dari tim pendamping pusat.

“Pemkab Kutim dalam hal ini sudah berpartisipasi dalam pelaksanaan penilaian ataupun audit dengan menyediakan infrastruktur RBRA yang terstandardisasi dan tersertifikasi sehingga mendorong terwujudnya Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) menuju Indonesia Layak Anak 2030 dan Generasi Emas 2045,” terangnya.

Untuk diketahui, ada 13 persyaratan standar yang harus dipenuhi mewujudkan RBRA seperti lokasi, pemanfaatan, kemudahan, material, vegetasi, pengkondisian udara/penghawaan, tempat dan peralatan/perabot bermain, keselamatan, keamanan, kesehatan, kenyamanan, pencahayaan dan pengelolaan. Hadirnya RBRA akan menumbuhkan pengembangan baik fisik, mental, moral dan sosial bagi Anak Indonesia. (hms13)

Next Page »