Wisuda Penghafal Al-Qur’an, SD Tahfidz An-Najmiyatul Jannah Siapkan Program Wisuda di Tanah Suci

June 20, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Upaya membentuk generasi Qurani yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus berakhlak mulia terus diperkuat melalui berbagai program pendidikan. Salah satunya ditunjukkan SD Tahfidz An-Najmiyatul Jannah Kota Samarinda yang menggelar Haflatul Imtihan Tahun Pelajaran 2025/2026, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Gema Wahyu di Nusantara” tersebut dirangkai dengan wisuda tahfidz Al-Qur’an, peluncuran buku perdana karya guru dan siswa, pentas seni budaya Nusantara, pembagian rapor, serta seminar parenting yang diikuti orang tua murid.

Haflatul Imtihan turut dihadiri Wakil Ketua I Tim Penggerak PKK Kota Samarinda E.L. Nova Saefuddin Zuhri, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Dinas Perpustakaan, pengawas agama Kota Samarinda, serta seluruh wali murid.

Kepala SD Tahfidz An-Najmiyatul Jannah, Abdi Rahman, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas capaian peserta didik selama menempuh pendidikan, khususnya dalam menghafal Al-Qur’an.

“Dalam Haflatul Imtihan tahun ini, sebanyak 19 siswa mengikuti wisuda tahfidz. Capaian hafalan mereka telah memenuhi target yang ditetapkan, bahkan beberapa siswa berhasil menghafal hingga lima juz Al-Qur’an,” ujarnya.

Selain prosesi wisuda, para siswa juga menampilkan berbagai pertunjukan seni yang mengangkat kekayaan budaya Nusantara sebagai bentuk pengenalan dan kecintaan terhadap budaya bangsa.

Abdi Rahman berharap capaian hafalan Al-Qur’an para siswa dapat terus meningkat dari tahun ke tahun. Ia juga mengungkapkan rencana sekolah untuk menyelenggarakan wisuda tahfidz di Tanah Suci pada tahun ajaran mendatang.

“Insyaallah tahun depan kami merencanakan pelaksanaan wisuda tahfidz di Makkah dan Madinah. Para siswa telah menabung sejak kelas satu untuk mengikuti program tersebut. Kegiatannya tidak hanya umrah, tetapi juga talaqi bersama para syeikh di Makkah dan Madinah serta mempelajari budaya dan sejarah Islam secara langsung. Mudah-mudahan seluruh prosesnya dimudahkan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua I TP PKK Kota Samarinda, E.L. Nova Saefuddin Zuhri, memberikan apresiasi atas kontribusi sekolah dalam mencetak generasi Qurani yang memiliki kecerdasan intelektual, akhlak, dan spiritual.

“Kami sangat mengapresiasi keberadaan SD Tahfidz An-Najmiyatul Jannah yang turut melahirkan generasi Qurani. Anak-anak tidak hanya dibekali kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan akhlak dan spiritual. Semoga sekolah ini terus berkembang dan mampu melahirkan generasi emas yang membanggakan agama, orang tua, dan bangsa,” tuturnya.

Nova juga menyambut baik rencana penyelenggaraan wisuda tahfidz di Makkah dan Madinah yang dinilai dapat menjadi pengalaman berharga bagi para siswa dalam memperkuat pemahaman keagamaan mereka.

“Semoga rencana tersebut diberikan kelancaran dan kemudahan. Anak-anak yang diwisuda nantinya diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang saleh, berakhlak baik, bermanfaat bagi sesama, serta mampu mengabdi untuk agama, bangsa, dan negara,” pungkasnya. (*)

Apresiasi hingga Pola Asuh Jadi Materi Seminar Kesehatan Mental

June 16, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

TENGGARONG SEBERANG – Seminar dan Sosialisasi Kesehatan Mental di SMA Negeri 2 Tenggarong Seberang tidak hanya menghadirkan penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang dialog antara peserta dan narasumber.

Suasana hangat dan penuh antusiasme terlihat saat para siswa aktif mengajukan pertanyaan terkait persoalan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu pertanyaan disampaikan oleh Robiatul Adawiyah, siswi kelas XI, yang mengaku sering menjadi tempat curhat teman-temannya. Namun, niat baik yang ia berikan melalui nasihat kerap mendapat respons yang tidak sesuai harapan.

“Saya sering menjadi tempat curhat, dan ketika saya memberikan nasihat justru saya mendapatkan respons sebaliknya. Padahal saya ingin membantu, dan teman saya playing victim,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Praktisi Hipnoterapi, Endro S. Efendi menjelaskan, perilaku tersebut dapat dipengaruhi pengalaman masa lalu, termasuk minimnya apresiasi yang diterima seseorang saat tumbuh dan berkembang.

“Bisa jadi sejak kecil ia jarang mendapatkan apresiasi. Perilaku itu terkadang menjadi cara untuk mencari perhatian dan pengakuan dari lingkungan sekitar,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Husnul Khatimah mempertanyakan alasan kegiatan kesehatan mental lebih banyak menyasar kalangan pelajar dibandingkan orang tua.

“Kenapa kegiatan ini menyasar kepada siswa, bukan orang tua? Karena saya sebagai anak sudah berulang kali mengajak orang tua beribadah, tetapi tidak berhasil,” katanya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ria Atia Dewi menjelaskan, pendekatan kepada generasi muda merupakan salah satu upaya membangun perubahan jangka panjang.

“Pola asuh generasi terdahulu berbeda. Karena itu, edukasi kepada generasi muda diharapkan dapat memutus rantai pola asuh yang kurang tepat dan melahirkan agen perubahan di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Endro menambahkan tidak sedikit orang tua tumbuh dalam lingkungan yang minim edukasi mengenai kesehatan mental. Berbagai tuntutan hidup yang mereka hadapi membuat perhatian lebih banyak tercurah pada pemenuhan kebutuhan ekonomi dibandingkan pemahaman terhadap kondisi psikologis keluarga.

Menurutnya, kondisi tersebut bukan untuk disalahkan, melainkan dipahami sebagai bagian dari tantangan yang perlu diperbaiki bersama melalui edukasi yang berkelanjutan. (rad)

HPU Dukung Penguatan SDM Kaltim Melalui Edukasi Kesehatan Mental

June 15, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Masa depan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kualitas manusia yang tumbuh di dalamnya. Dari rumah-rumah sederhana, dari pelukan seorang ibu, dan dari keluarga yang sehat secara mental, lahirlah generasi yang kelak menjadi penentu arah bangsa.

Berangkat dari semangat tersebut, Harmoni Panca Utama (HPU) berkolaborasi dengan Komunitas Emak Peduli Anak Kalimantan Timur melalui program sosialisasi kesehatan mental sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kalimantan Timur.

Adar Darajat

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat, khususnya para orang tua, untuk memahami pentingnya kesehatan mental dalam membangun keluarga yang harmonis dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Perwakilan HPU, Adar Darajat selaku External Relations menyampaikan, investasi terbaik bagi masa depan tidak selalu berbentuk bangunan atau infrastruktur, tetapi juga perhatian terhadap kualitas manusia sejak dari lingkungan keluarga.

“SDM yang berkualitas lahir dari keluarga yang sehat dan kuat,” ujarnya. Minggu (14/6/2026).

Menurutnya, perempuan memiliki peran yang sangat penting sebagai madrasah pertama bagi anak-anak. Dari sosok ibu, anak belajar mengenal kasih sayang, nilai kehidupan, cara menghadapi masalah, hingga membangun rasa percaya diri yang akan menjadi bekal mereka di masa depan.

Sementara itu, Ria Atia Dewi, Founder dari Komunitas Emak Peduli Anak Kalimantan Timur menilai, kesehatan mental merupakan fondasi yang tidak dapat dipisahkan dari proses tumbuh kembang generasi muda.

“Menjaga kesehatan mental anak berarti menjaga masa depan bangsa,” katanya.

Kegiatan ini turut didukung oleh sejumlah tenaga profesional dan tokoh yang berkompeten di bidangnya, mulai dari praktisi hipnoterapi, psikolog, tokoh keagamaan, hingga figur masyarakat yang memberikan perspektif dan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari upaya membangun kualitas SDM Kalimantan Timur.

Melalui kolaborasi ini, HPU dan Komunitas Emak Peduli Anak Kalimantan Timur berharap semakin banyak keluarga yang menyadari, kesehatan mental bukan sekadar isu individu, melainkan bagian penting dalam membangun generasi penerus yang berkualitas. (*)

DPUPR PERA Kaltim Kumpulkan 50 Kantong Darah

June 13, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Komitmen Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (DPUPR PERA) Provinsi Kalimantan Timur dalam mendukung aksi kemanusiaan kembali diwujudkan melalui kegiatan donor darah rutin yang digelar bekerja sama dengan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Samarinda, Rabu (10/6/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan di Lobby Gedung B Kantor DPUPR PERA Kaltim tersebut merupakan agenda rutin yang digelar setiap dua bulan sekali. Program ini telah berjalan selama bertahun-tahun dan menjadi salah satu bentuk kepedulian pegawai DPUPR PERA Kaltim terhadap sesama, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Kota Samarinda dan Kalimantan Timur.

Pada kegiatan kali ini, sebanyak 69 orang mendaftarkan diri sebagai pendonor. Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan, sebanyak 50 orang dinyatakan memenuhi syarat dan berhasil mendonorkan darahnya. Sementara 19 orang lainnya belum dapat mendonor karena beberapa faktor kesehatan, di antaranya kadar hemoglobin (HB) rendah dan tekanan darah tinggi.

Dari 50 kantong darah yang berhasil dikumpulkan, dua di antaranya berasal dari pendonor baru, sedangkan 48 lainnya merupakan pendonor rutin. Berdasarkan golongan darah, donor yang terkumpul terdiri atas 12 kantong golongan A, 18 kantong golongan B, 21 kantong golongan O, dan satu kantong golongan AB.

Sekretaris DPUPR PERA Kaltim, Rahman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pegawai dan peserta yang secara konsisten berpartisipasi dalam kegiatan donor darah. Menurutnya, donor darah tidak hanya membantu masyarakat yang membutuhkan transfusi darah, tetapi juga menjadi sarana memperkuat nilai kepedulian dan solidaritas di lingkungan kerja.

“Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang kami laksanakan setiap dua bulan sekali bekerja sama dengan PMI Kota Samarinda. Alhamdulillah, antusiasme pegawai selalu tinggi. Ini menunjukkan bahwa semangat berbagi dan kepedulian sosial terus tumbuh di lingkungan DPUPR PERA Kaltim,” ujarnya.

Rahman menambahkan, keberhasilan mengumpulkan 50 kantong darah menjadi kontribusi nyata bagi PMI dalam menjaga ketersediaan stok darah yang setiap hari dibutuhkan oleh rumah sakit dan masyarakat.

DPUPR PERA Kaltim sendiri memiliki catatan panjang dalam kegiatan donor darah. Sejak tahun 2013, instansi ini telah menerima penghargaan sebagai salah satu penyumbang darah aktif di Kota Samarinda. Prestasi tersebut kembali diperkuat pada tahun 2025 ketika DPUPR PERA Kaltim berhasil meraih peringkat kedua sebagai pendonor darah terbanyak pada kategori instansi pemerintah.

Kepala DPUPR PERA Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program donor darah tersebut. Menurutnya, kegiatan sosial seperti donor darah merupakan bagian dari budaya kerja yang perlu terus dipertahankan karena memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas.

Melalui kegiatan yang berlangsung secara rutin ini, DPUPR PERA Kaltim berharap semakin banyak pegawai dan masyarakat yang tergerak untuk menjadi pendonor darah aktif. Selain membantu menyelamatkan nyawa sesama, donor darah juga menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang selama ini menjadi bagian dari nilai-nilai pelayanan publik.

“Alhamdulillah, pada kegiatan donor darah kali ini berhasil terkumpul 50 kantong darah. Terima kasih kepada seluruh bapak dan ibu yang telah berpartisipasi. Semoga selalu diberikan kesehatan dan keberkahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tutup Rahman. (esf)

Perluas Manfaat bagi Masyarakat Melalui Semangat Kebersamaan, Telkomsel Salurkan Hewan Kurban Iduladha 1447 H

May 29, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

JAKARTA – Sejalan dengan momen Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Telkomsel kembali menyalurkan bantuan hewan kurban kepada masyarakat melalui program CSR Sambungkan Senyuman di berbagai wilayah Indonesia yang merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Telkomsel dalam menghadirkan dampak sosial yang nyata.

Program tahunan ini menyasar berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan, termasuk komunitas dhuafa, yayasan, rumah sakit yang melayani kelompok rentan, serta masyarakat di wilayah dengan kebutuhan khusus. Bantuan disalurkan dalam berbagai bentuk, mulai dari hewan kurban hingga olahan makanan siap saji untuk memastikan manfaat dapat dirasakan secara lebih luas dan tepat sasaran.

Pelaksanaan program juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga kemanusiaan, UMKM lokal, serta mitra strategis, sehingga tidak hanya menghadirkan dampak sosial, tetapi juga turut mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di tingkat lokal. Melalui kolaborasi ini juga diharapkan bahwa ratusan hewan kurban dan puluhan ribu penerima manfaat setiap tahunnya menjadi wujud nyata kebersamaan dalam menghadirkan dampak yang lebih luas.

Direktur Network Telkomsel, Indra Mardiatna, menyampaikan, bagi Telkomsel, momentum Iduladha bukan sekadar kegiatan berbagi, tetapi menjadi refleksi komitmen kami untuk terus hadir lebih dekat dengan masyarakat. Setiap tahun, kami berupaya memastikan bantuan yang diberikan tidak hanya sampai, tetapi juga benar‑benar dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan.

Konsistensi bantuan yang diberikan Telkomsel adalah bagian dari upaya untuk terus memperkuat hubungan yang lebih bermakna serta wujud semangat Melayani Sepenuh Hati, di mana Telkomsel tidak hanya hadir melalui layanan digital, tetapi juga melalui kepedulian yang nyata di tengah kehidupan sehari‑hari masyarakat. Program CSR ini juga menjadi wujud kolaborasi Telkomsel dengan berbagai pihak, dimana bantuan hewan kurban yang disalurkan tidak hanya berasal dari Telkomsel sebagai perusahaan, tetapi juga dari kontribusi karyawan serta dukungan mitra strategis yang turut menitipkan amanahnya untuk disalurkan kepada masyarakat.

Dengan mengedepankan nilai kebersamaan dan kepedulian, Telkomsel memastikan bahwa setiap inisiatif sosial yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan manfaat yang relevan dan berkelanjutan. Di samping itu, pelibatan UMKM lokal dalam pengadaan dan distribusi bantuan juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat ekosistem sosial yang lebih inklusif.

Indra menambahkan, kolaborasi yang dilakukan ini mencerminkan semangat kebersamaan, di mana semakin banyak pihak yang terlibat, semakin luas pula manfaat yang dapat dirasakan. Kami percaya, melalui kebersamaan ini, setiap kontribusi sekecil apa pun dapat menghadirkan kebahagiaan dan memberikan arti yang lebih besar bagi masyarakat. (*)

Next Page »

  • vb