Aliifah Khansa Dewi Hafizah Kaltim Ikuti MTQ Internasional Arab Saudi 2026

August 5, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

JAKARTA – Hafizah Kaltim Aliifah Khansa Dewi menjadi salah satu dari empat delegasi Indonesia yang mengikuti MTQ Internasional Raja Abdul Aziz ke-46 untuk Hafalan, Tilawah dan Tafsir Qur’an, di Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi, 6 – 19 Agustus 2026, di Makkah Al-Mukarramah, Arab Saudi.

Aliifah merupakan Juara 1 Cabang Tahfidz 30 Juz Puteri pada STQH Nasional Tahun 2025 menjadi delegasi peserta Cabang Tahfidz 30 Juz Puteri. Tiga delegasi lainnya Fehima dari Jatim, Hasbi dari Kepri, dan Hanif dari Riau.

Pelepasan delegasi Indonesia dilakukan Direktur Penerangan Agama Islam diwakili Kasubdit Musabaqoh Al Qur’an dan Hadis Kementerian Agama RI Rizal Ahmad Rangkuti, di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Rizal mengingatkan agar anak-anak delegasi Indonesia menanamkan dalam hati bahwa kesempatan tersebut merupakan anugerah dari Allah SWT. “Tidak semua orang memperoleh kesempatan seperti ini,” katanya.

Menurutnya kehadiran di sini bukanlah sebuah kebetulan. Melainkan hasil dari proses panjang, proses pembinaan yang tidak mudah, yang penuh dengan kerja keras, pengorbanan, kesabaran, bahkan air mata.

Di antara jutaan penduduk Indonesia, di antara ratusan ribu penghafal Al-Qur’an, Allah memilih empat orang untuk mewakili Indonesia di ajang internasional. Ini adalah kehormatan yang sangat besar, sekaligus amanah yang harus dijaga.

“Saya yakin, setiap peserta yang berdiri di hadapan kami hari ini adalah putra-putri terbaik bangsa yang telah melewati berbagai tahapan seleksi dan pembinaan,” yakinnya.

Terlepas dari apa pun hasil yang nanti diperoleh, kesempatan ini sendiri sudah merupakan nikmat yang patut disyukuri.

Dia mengaku juga pernah berada di posisi ini. Tahun 2003 mengikuti MTQ Internasional di Arab Saudi pada cabang hafalan 20 juz.

“Saat itu kami berangkat sendiri dari rumah menuju bandara, begitu pula ketika pulang. Fasilitas saat itu sangat terbatas, tetapi rasa syukur dan kebanggaan menjadi wakil Indonesia tetap luar biasa,” ungkapnya.

Hari ini keadaan sudah jauh lebih baik. Negara hadir, memberikan perhatian, melakukan pelepasan resmi, dan terus berupaya memberikan dukungan semaksimal mungkin kepada para delegasi.

Pada kesempatan itu dia juga ingin memberikan apresiasi khusus kepada peserta putri. Sepanjang pengetahuannya, inilah pertama kalinya penyelenggaraan MTQ Internasional di Arab Saudi membuka cabang khusus putri. Dan Alhamdulillah, Indonesia mengirimkan dua peserta putri terbaik.

Perlu disadari bahwa menjadi delegasi Indonesia bukan hanya karena menjadi juara.

Banyak juara dari berbagai ajang nasional yang belum mendapatkan kesempatan ini.

“Allah memilih kalian berdua untuk menjadi bagian dari sejarah. Maka sekali lagi, syukurilah nikmat ini dengan sebaik-baiknya,” timpalnya.

Wujud syukur bukan hanya dengan ucapan Alhamdulillah, tetapi dengan ikhtiar yang maksimal, disiplin dalam berlatih, memperbanyak doa, menjaga niat, dan memberikan penampilan terbaik.

Prestasi yang nanti diraih bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan keluarga, daerah asal, LPTQ provinsi, dan tentu saja bangsa Indonesia.

Karena itu, jagalah nama baik Indonesia. Jagalah akhlak, sikap, tutur kata, kedisiplinan, serta perilaku selama berada di Arab Saudi. “Ingatlah bahwa setiap tindakan kalian akan dipandang sebagai cerminan bangsa Indonesia,” katanya.

Selain itu, dia juga mengingatkan agar delegasi menjaga kondisi fisik. Sebab cuaca di Arab Saudi berbeda dengan Indonesia.

Pola makan, waktu istirahat, dan aktivitas harus benar-benar diperhatikan. Jangan memaksakan diri. Aturlah energi dengan baik agar kondisi tetap prima saat mengikuti perlombaan.

“Gunakan waktu seefektif mungkin untuk murojaah. Jika memungkinkan, saling mengingatkan dan saling menyimak hafalan antarpeserta. Jangan ada yang berjalan sendiri-sendiri. Bangun semangat kebersamaan karena kalian membawa satu nama, yaitu Indonesia,” katanya.

Dia juga menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para orang tua. Keberhasilan anak-anak ini tidak lepas dari doa, keikhlasan, kesabaran, dan pengorbanan orang tua yang telah mendidik serta mengarahkan mereka sejak kecil.

Negara tentu memberikan apresiasi kepada para pembina dan LPTQ di daerah, tetapi juga menyadari bahwa keberhasilan ini tidak mungkin terwujud tanpa peran besar keluarga.

“Semoga Allah membalas seluruh pengorbanan Bapak dan Ibu dengan pahala yang berlipat ganda,” tandasnya. (AM)

SMKN 4 Samarinda Rayakan Dies Natalis ke-46

August 1, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Sekitar 2 ribu peserta memadati halaman SMK Negeri 4 Samarinda untuk mengikuti jalan sehat yang menjadi puncak peringatan Dies Natalis ke-46 sekolah tersebut, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan itu menjadi ajang kebersamaan yang mempertemukan siswa, guru, tenaga kependidikan, orang tua, alumni lintas angkatan, hingga masyarakat sekitar.

Jalan sehat menjadi penutup rangkaian kegiatan Dies Natalis yang telah dimulai sejak akhir Juli. Berbagai agenda digelar sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat hubungan antara keluarga besar SMKN 4 Samarinda.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-46 SMKN 4 Samarinda, Nike Triastutie mengatakan, rangkaian kegiatan diawali dengan tasyakuran pada 28 Juli 2026. Selanjutnya, pada 30 Juli sekolah menggelar bakti sosial yang melibatkan komite sekolah, OSIS, dan Rohis dengan memberikan santunan kepada 36 siswa yang membutuhkan.

“Hari ini merupakan puncak rangkaian Dies Natalis ke-46 SMKN 4 Samarinda. Sebelumnya kami mengadakan tasyakuran, kemudian bakti sosial yang melibatkan komite sekolah, OSIS, dan Rohis dengan memberikan santunan kepada sekitar 36 siswa. Hari ini kami tutup dengan kegiatan jalan sehat,” ujar Nike.

Menurutnya, antusiasme masyarakat cukup tinggi. Sebanyak sekitar 2 ribu kupon jalan sehat telah didistribusikan kepada peserta yang berasal dari berbagai kalangan, mulai dari alumni SMEA dan SMKN 4 Samarinda, siswa, guru, tenaga administrasi, orang tua, hingga masyarakat sekitar.

Nike menjelaskan kegiatan jalan sehat telah menjadi agenda rutin sekolah selama tiga tahun terakhir, sedangkan kegiatan tasyakuran dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari peringatan hari ulang tahun sekolah.

“Jalan sehat ini sudah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya. Kalau tasyakuran memang rutin kami laksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur atas perjalanan sekolah,” katanya.

Untuk mengikuti jalan sehat, peserta membeli kupon seharga Rp7.000. Sebagian kupon juga dibagikan kepada para sponsor yang turut mendukung pelaksanaan kegiatan. Dana yang terkumpul digunakan untuk menunjang penyelenggaraan acara, termasuk penyediaan hadiah doorprize.

Beragam hadiah disiapkan panitia, mulai dari peralatan rumah tangga, alat elektronik, telepon genggam, sepeda, hingga lemari es yang dibagikan kepada peserta melalui undian.

Salah seorang alumni SMKN 4 Samarinda, Muhammad Anif, mengaku sengaja hadir bersama istri dan putrinya untuk mengikuti jalan sehat sekaligus memeriahkan Dies Natalis ke-46 almamaternya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momen yang tepat untuk melepas rindu dengan teman-teman lama sekaligus menghabiskan waktu bersama keluarga.

“Sudah cukup lama tidak bertemu dengan banyak teman semasa sekolah. Begitu mendapat informasi ada jalan sehat dan Dies Natalis, saya langsung mengajak istri dan anak untuk ikut. Suasananya sangat meriah dan penuh keakraban,” kata Anif.

Ia menilai kegiatan seperti ini perlu terus dipertahankan karena mampu mempererat hubungan antargenerasi alumni dengan sekolah.

“Selain menyehatkan karena jalan santai, acara seperti ini juga menjadi ajang silaturahmi. Kami bisa berkumpul lagi dengan teman-teman lama, mengenang masa sekolah, sekaligus mengajak keluarga mengenal almamater yang menjadi bagian dari perjalanan hidup kami. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun dengan peserta yang semakin banyak,” ujarnya.

Melalui peringatan Dies Natalis ke-46 ini, SMKN 4 Samarinda berharap kebersamaan yang terjalin antara sekolah, alumni, siswa, orang tua, dan masyarakat dapat terus diperkuat sehingga menjadi modal penting dalam mendukung kemajuan sekolah di masa mendatang. (yud)

Petugas Sensus Ekonomi Gugur Saat Bertugas

July 26, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA – Di tengah upaya mengejar target penyelesaian Sensus Ekonomi 2026, Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur harus kehilangan salah seorang petugas terbaiknya. Ashadi Permana meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas saat menjalankan tugas pendataan di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda.

Kepala BPS Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, mengatakan kepergian Ashadi Permana menjadi duka mendalam bagi keluarga besar BPS. Menurutnya, almarhum dikenal sebagai petugas yang berdedikasi tinggi dan memiliki kinerja yang sangat baik selama pelaksanaan Sensus Ekonomi.

“Kami juga ingin menyampaikan, ada beberapa petugas kami yang mengalami kemalangan. Ada yang mengalami kecelakaan di Mahakam Ulu, kemudian di Balikpapan, dan dua orang di Samarinda. Di Samarinda, salah satunya meninggal dunia dalam perjalanan menuju lokasi sensus,” ujarnya saat Focus Group Discussion (FGD) Pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Samarinda, Jumat (24/7/2026).

Mas’ud menjelaskan kecelakaan yang merenggut nyawa Ashadi terjadi di kawasan Sambutan ketika almarhum dalam perjalanan menuju lokasi pendataan. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa pelaksanaan sensus tidak hanya menuntut ketelitian, tetapi juga menghadapi berbagai risiko di lapangan.

“Almarhum Ashadi Permana  merupakan petugas terbaik kami, khususnya di Kecamatan Sambutan. Proses pendataannya sangat bagus sekali. Tentu kami semua merasa kehilangan atas kepergian almarhum,” katanya.

Dalam forum tersebut, Mas’ud mengajak seluruh peserta mendoakan almarhum. Ia juga memastikan BPS Kalimantan Timur akan membantu proses pengurusan serta menyalurkan hak-hak yang menjadi hak keluarga almarhum.

“Kami bantu pengurusannya dan akan kami berikan kepada keluarga yang bersangkutan. Mudah-mudahan almarhum mendapat tempat istimewa di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala bersama orang-orang yang bertakwa,” ucapnya.

Selain menghadapi risiko kecelakaan, pelaksanaan Sensus Ekonomi juga diwarnai berbagai tantangan lain, salah satunya munculnya informasi yang tidak benar di media sosial. Mas’ud mengatakan isu-isu tersebut kerap membuat petugas harus memberikan penjelasan kepada masyarakat sebelum memulai pendataan agar tidak timbul kesalahpahaman.

Ia mencontohkan salah satu konten yang sempat beredar di Kalimantan Timur yang memperlihatkan petugas sensus dilempar keranjang saat menjalankan tugas. Setelah ditelusuri, peristiwa tersebut dipastikan hanya konten media sosial dan bukan kejadian yang sebenarnya.

“Kami sudah mendatangi konten kreatornya dan yang bersangkutan sudah memberikan klarifikasi bahwa itu hanya sebuah konten. Bahkan setelah itu, yang bersangkutan juga membuat konten baru untuk mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi di Provinsi Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Meski dihadapkan pada berbagai tantangan, Mas’ud menegaskan BPS Kalimantan Timur tetap berkomitmen menyelesaikan pendataan sesuai target yang telah ditetapkan BPS RI. Ia berharap masyarakat terus mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi dengan menerima petugas pendata dan memberikan informasi yang benar agar data yang dihasilkan mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

“Kami meyakini dengan dukungan seluruh stakeholder dan masyarakat, pelaksanaan Sensus Ekonomi di Kalimantan Timur dapat diselesaikan dengan baik. Kami berharap seluruh masyarakat dapat menerima petugas kami sehingga pendataan berjalan lancar dan menghasilkan data yang berkualitas,” pungkasnya. (ain)

Anak Asuh UPTD PSAAH Diajak Wisata Pendidikan di Istana Bunga Jembayan

July 9, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

LOAKULU – UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Harapan (PSAAH) Dinas Sosial Provinsi Kaltim menggelar outbond dan family gathering bersama 100 anak asuh binaannya, di Istana Bunga Jembayan, Loakulu, Kamis (9/7/2026).

Dikatakan Kepala Dinas Sosial Provinsi Kaltim Andi Muhammad Ishak kegiatan menjadi momen mengembalikan semangat kembali memasuki kehidupan berasrama dalam panti dan semangat bersiap menjalankan belajar di sekolah dengan baik.

“Ada makna membangun semangat kebersamaan untuk mencapai tujuan dari kegiatan ini setelah kembali dari berlibur pulang ke rumah keluarga,” katanya.

Dia berharap kebiasaan yang ditanamkan di panti tidak hilang selepas pulang libur sekolah karena kebiasaan lamanya kembali.

“Ada tujuan mulia tinggal dalam panti yakni pembinaan iman dan taqwa dan semangat belajar. Termasuk semangat kebersamaan sesama penghuni panti,” sebutnya.

Kebersamaan ini, kata dia tidak dimiliki mereka yang tidak tinggal di asrama dalam panti. Sebab kecenderungan yang di luar lebih individual karena jarang ada permainan bersama dan semangat sosial seperti berempati dan tolong menolong.

“Manfaatkan momen ini. Semua harus bahagia bersemangat penuh kebersamaan. Dan juga ajang saling mengenal bagi anak asuhan baru di panti,” serunya.

Pada kesempatan itu Andi Ishak mengapresiasi semangat anak-anak yang tetap mau kembali ke panti setelah pulang ke rumah keluarga.

Ini menunjukkan mereka memiliki keinginan menjadi lebih baik. “Terpenting dalam hidup dan kehidupan ada aturan, norma, kebiasaan agar hidup lebih teratur dan tertib. Ini yang ditanamkan di dalam panti,” katanya.

Sementara Kepala UPTD PSAAH Achmad Rasyidi menyebut kegiatan dalam rangka mengisi waktu penghujung masa libur sekolah untuk berwisata pendidikan.

“Kita berharap setelah ini anak-anak bahagia dan kembali semangat saat kembali ke sekolah,” ujar PLT Achmad Rasyidi.

Menurutnya rekreasi dan pengembangan bakat merupakan bagian kebutuhan dasar yang masuk pelayanan minimal dalam panti sosial anak harapan.

Sebagai fasilitas untuk menyalurkan minat dan bakat anak melalui kegiatan olahraga, kesenian, maupun ruang bermain guna mendukung tumbuh kembang anak secara wajar dan bahagia.

“Ada beberapa kebutuhan dasar yang menjadi pelayanan minimal dalam panti, yakni penghidupan layak seperti sandang dan papan, maupun pangan, kemudian pelayanan pendidikan, kesehatan dan perawatan, serta bimbingan mental, spiritual, dan sosial (Psikososial),” sebutnya.

Ketua Panitia Fauzi Rahman menambahkan, tujuan kegiatan selain silaturahmi juga untuk mengenal lingkungan, karena banyak anak-anak yang belum pernah mengetahui ada Istana Bunga Jembayan.

Sedangkan agenda game yang dilaksanakan tidak lain untuk melatih anak-anak memecahkan masalah dalam mencapai tujuan bersama dan melatih kemandirian.

“Anak-anak meruapakan harapan bangsa ke depan. Mudahan anak-anak bisa membuktikan mereka generasi emas ke depan,” harapnya.

Family gathering diisi berbagai lomba ketangkasan yang dapat membangun kekompakan kelompok dan ditutup acara bebas dan hiburan. Nampak hadir Kepala UPTD PSAAH Dinsos Kaltim Indra Isnaini sebelumnya yang telah memasuki masa purna tugas.

LPTQ Bahas Persiapan MTQH Tingkat Provinsi ke XLVI di Kutai Kartanegara

July 7, 2026 by  
Filed under Religi, Sosial & Budaya

SAMARINDA — Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Kaltim menggelar Rapat Koordinasi bersama LPTQ Kutai Kartanegara membahas Persiapan Penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadist (MTQH) Tingkat Provinsi ke XLVI tahun 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Rapat dipimpin Ketua LPTQ Provinsi Kaltim Sri Wahyuni melalui Wakil Ketua II Dasmiah didampingi Wakil Ketua I Abdul Khaliq, di Sekretariat LPTQ Kaltim,  Selasa (7/7/2024).

“Ada tujuh poin penting yang menjadi agenda pembahasan rakor kita bersama LPTQ Kutai Kartanegara selaku panitia daerah pelaksanaan MTQN dan LPTQ Kabupaten/Kota se Kaltim,” sebut Dasmiah.

Rapat, kata dia, bertujuan menyamakan persepsi seluruh panitia dan pemangku kepentingan, penetapan tanggal pelaksanaan, penetapan tanggal dan tempat ekspose, dan tentunya membahas kesiapan pelaksanaan MTQH mendatang.

Selanjutnya membahas kesiapan daerah sebagai tuan rumah, mengidentifikasi kendala dan solusi awal, serta membahas kembali pembagian tugas dan tanggungjawab panitia daerah dan panitia provinsi.

Jadwal launching logo dan tema, serta ekspos MTQH rencananya dilaksanakan pada 4 November 2026, di Pendopo Bupati Kutai Kartanegara. Sedangkan jadwal pelaksanaan MTQH sendiri dijadwalkan pada 3-12 Desember 2026, di Tenggarong.

“Penetapan tanggal menyesuaikan kesediaan dan kesiapan anggaran Pemkab Kutai Kartanegara sebagai tuan rumah,” ujarnya.

Pada kesempatan itu dibahas terkait kesiapan dan ketersediaan penginapan bagi peserta yang datang. Estimasi 1.150 orang yang akan datang ke Tenggarong dengan rincian 600 peserta, 250 official, 300 tamu undangan.

“Semoga semua siap dan seluruh khafilah bisa tertampung dan terlayani dengan baik. Alhamdulillah kemarin saat lapor Menteri Agama RI terkait pelaksanaan MTQH beliau bersedia hadir bersama para Dirjen ke Kaltim,” harapnya.

MTQH Tingkat Provinsi ke XLVI tahun 2026 mempertandingkan 9 cabang dan 28 golongan lomba. Terdapat penambahan 4 golongan lomba dari MTQ 2025.

Sementara Ketua LPTQ Kutai Kartanegara Sunggono mengaku panitia daerah telah melakukan berbagai persiapan. Mulai dari rapat besar bersama seluruh unsur terkait, hingga meninjau rencana lokasi kegiatan pembukaan dan venue – venue lomba.

“Konsep kegiatan akan melibatkan seluas-luasnya masyarakat untuk ikut menyemarakkan, sebagai penonton, termasuk pemberdayaan UMKM ,” pungkasnya. (AM)

Next Page »

  • vb