Tiga Pelajar Kaltim Ikuti Pertukaran Pelajar ke Amerika Serikat

September 7, 2021 by  
Filed under Profile

Wagub Kaltim Hadi Mulyadi bersama Amyra Zahwa Wicaksana, pelajar Kaltim yang mendapat kesempatan untuk mengikuti program pertukaran pelajar ke Amerika Serikat. (ARIF MAULANA/)

SAMARINDA – Tiga Pelajar Kalimantan Timur Kaltim mendapat beasiswa beasiswa Kennedy Lugar Youth Exchange and Study (KL-YES) atau pertukaran pelajar. Pelajar tersebut berasal dari Samarinda 1 orang dan dari Balikpapan 2 orang dan akan bergabung bersama pelajar Indonesia yang berjumlah 80 pelajar dari 34 provinsi di Indonesia.

Amyra Zahwa Wicaksana, pelajar kelas XII SMAN 10 Samarinda berkesempatan bertemu Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi di rumah jabatan Wagub Kaltim Jalan Milono 1 Samarinda, Kamis (2/9/2021).

Hadi Mulyadi mengatakan menjadi kebanggaan masyarakat dan pemerintah daerah di Benua Etam, karena ada pelajar kelas XII SMAN 10 Samarinda yang mampu bersaing dengan 10.000 pendaftar lainnya untuk menuntut ilmu ke Amerika Serikat (USA).

“Saya bangga ananda Amyra bisa mengikuti program pertukaran pelajar ke luar negeri,” ungkap Wagub Hadi Mulyadi.

Selain berpesan bagaimana menjaga jati diri sebagai orang Indonesia, juga muslimah selama berada di negeri orang, mantan legislator Karang Paci dan Senayan ini pun meminta Amyra agar tidak lalai dan konsisten menjalankan berbagai kewajibannya.

“Salatnya dijaga, jangan lalaikan salat. Kalau di perjalanan dijamak. Sebab menempuh waktu cukup lama,” pesan Hadi.

Wagub Hadi juga mengingatkan bagaimana pentingnya Amyra tetap mengutamakan belajar, tidak terganggu karena kegiatan lain.

“Tetap belajar ya, termasuk pelajari budaya dan berbagai hal negara yang kamu datangi. Semoga ada anak-anak Kaltim seperti Amyra, nantinya jadi pejabat di kedutaan Indonesia di luar negeri,” ucapnya menyemangati Amyra yang datang didampingi kedua orang tuanya.

Usai bertemu Wagub, Amyra Zahwa Wicaksana mengaku sangat bahagia dan bangga didukung serta disemangati orang nomor dua Benua Etam ini.

“Alhamdulillah Bapak Wagub sangat mensupport. Akan saya ingat dan ikuti pesan beliau,” ujar Amyra seraya menambahkan dirinya satu dari tiga pelajar Kaltim yang mendapatkan beasiswa KL-YES. (samsul)

Reporter TVRI Terbaik Berpulang, PWI Berduka

September 4, 2021 by  
Filed under Profil

Wartawan senior TVRi Aceh Saiful Bahri, tutup usia diumur 59 tahun.

Vivaborneo.com, Banda Aceh – Seorang wartawan senior yang periang dan mudah bergaul itu kini telah tiada. Itulah sosok Saiful Bahri, reporter kawakan TVRI Aceh ini meninggal dunia dalam usia 59 tahun, akibat kelenjar getah bening yang dideritanya.

Kabar duka kepergian almarhum tersiar luas lewat pesan singkat Whatsh App pada Kamis (2/9/2021) sore. Almarhum meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh, sekitar pukul 17.00 WIB.

Almarhum adalah seorang anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh dan telah lama malang melintang sebagai reporter TVRI Aceh. Di PWI Aceh almarhum merupakan pengurus yang mengetuai seksi Media Televisi.
Sosok kelahiran 17 Agustus 1962 ini memiliki nama lengkap Drs Saiful Bahri bin Zakaria. Almarhum meninggalkan seorang istri Safrina dan seorang anak semata wayang, Muhammad Aulia.

Saiful yang konsisten sebagai reporter sejak diangkat menjadi karyawan TVRI Aceh sejak 1 Maret 1991. Dalam karirnya, ia sempat menjabat posisi strategis yakni Kabid Program di TVRI Aceh pada 2007. Pada 2010 ia dipercaya dalam posisi yang sama di TVRI Jawa Timur.

Almarhum yang tak gentar terjun ke lapangan langsung saat konflik bersenjata di Aceh terjadi, sempat menobatkannya sebagai reporter terbaik TVRI kala itu. ia mendapat penghargaan dari Penguasa Darurat Militer Daerah (PDMD) kala itu, Mayjen Endang Suwarya dan Kapolda Aceh Irjen Yusuf Manggabarani.

Teuku Ferry yang selama ini kerab mendampinginya sebagai kameramen saat bertugas mengatakan, pada Kamis 2 September itu, almarhum bersama istri hendak berobat ke RS Darmais, Jakarta. Untuk menjalani operasi kelenjar getah bening yang di deritanya.

Hanya saja, saat masih di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, almarhum tak sadarkan diri. Pihak keluarga langsung melarikan almarhum ke RSUZA untuk mendapat pertolongan medis.
“Namun, sesampai di RS pihak medis menyatakan almarhum sudah meninggal,” kisah Ferry.

Menurut Ferry, kasus pingsan atau tak sadarkan diri ini, bukanlah kali pertama yang dialami almarhum. Sejak kelenjar getah bening terdeteksi menggerogoti tubuhnya, sudah beberapa kali mengalami hal yang sama. Namun, almarhum bisa segera siuman saat dirawat medis di RS Meuraxa Banda Aceh.

“Biasanya, kalau almarhum pingsan, kami sering bawa ke RS Meuraxa,” jelas Ferry.

Kelenjar getah bening ini, mulai terdeteksi saat almarhum mencopot dua gigi grahamnya. Kelenjar getah bening ini sempat di operasi di RSUZA Banda Aceh dan Darmais Jakarta. Kepergian almarhum kala itu ke Jakarta, guna menjalani operasi kedua kalinya di RS di ibukota republik ini.

Ketua PWI Aceh, Tarmilin Usman mengaku merasa kehilangan atas meninggalnya Saiful Bahri. Sebagai Ketua seksi media televisi dan memiliki anggota Fajariana dan Jufrizal.

“Semoga almahum husnul khatimah. Kita PWI Aceh merasa kehilangan dengan berpulang kerahmatullah sahabat kita,” ujar Tarmilin.[*]

Harun, Pejuang Veteran 1964 Ingin Miliki Rumah

August 31, 2021 by  
Filed under Profile

Muhammad Harun Ibrahim

SAMARINDA – Di Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76, ada kisah tersendiri bagi menjadi Veteran yang berjuang di era tahun 1964 melawan Malaysia di perbatasan. Dia adalah, lelaki yang lahir 27 Februari 1944 . Hingga kini dia belum mendapatkan tempat tinggal yang jelas, meski dia menerima penghargaan dari Presiden Soeharto dan Panglima TNI pada tahun 1970.

“Di luar negeri, nasib veteran diperhatikan. Tapi di Indonesia, khususnya di Samarinda, mohon pemerintah jenguk kami dan lihat keadaan kami, sejahtera atau tidak,” ujarnya saat ditemui media ini

Lebih lanjut, Harun sapaan akrabnya menceritakan pada tahun 1964 dirinya bersama 120 rekannya berangkat berperang ke Malaysia, dirinya berangkat dari Komando Daerah Militer VI/Mulawarman (Kodam VI/Mulawarman) dari Balikpapan menuju Malaysia

“Banyak teman-teman saya yang gugur di medan perang, karena dalam perang Malaysia dibantu Inggris dan Selandia Baru. Seingat saya ada 40 orang yang gugur,” cerita Harun sambil menangis

Dia mengaku saat perang, mereka hanya bisa memakamkan temannya dengan sederhana mungkin. Hanya disholatkan tanpa diganti pakaiannya langsung dikubur dihutan yang kini tidak diketahui dimana rimbanya.

“Kalau ingat peristiwa itu, saya pasti menangis karena kecintaan kami kepada negara ini yang harus kami bela walapun nyawa taruhannya. Tiga tahun kami berada dihutan dan 1967 kami keluar dari hutan,” jelasnya

“Kami tidak menuntut banyak dari pemerintah, kami memiliki keperluan sehari-hari, dan kami berharap adanya perhatian dari pemerintah terhadap kami yang dulu pernah berjuang demi bangsa ini,

Di Hari Kemerdekaan Indonesia ke-76 dirayakan pada Selasa, 17 Agustus 2021 lalu, dirinya mengaku tidak diundang oleh pemerintah seperti biasanya dan tidak ada undangan maupun bantuan dari pemerintah.

“Selama dua tahun ini, kami tidak pernah diundang kalau karena covid-19 kami harus maklum dan tidak ada juga bantuan dari pemerintah seperti biasanya,” terangnya

Meskpun tidak ada undangan para veteran yang berjumlah 28 orang itu tetap melaksanakan tabur bunga di Makam Pahlawan Samarinda untuk mengenang para pahlawan yang telah gugur.

“Kami tetap melaksanakan tabur bunga acara sendiri bersama teman-teman veteran,” jelasnya lagi

Anaknya (Yusi) sempat kuliah namun berhenti karena tidak ada biaya dan kini kerja. Rumah tidak punya dan hanya tinggal di gedung Joaeng serta menjadi tukang bersih-bersih ditempat ini. Meskipun ada uang jasa dari pemerintah senilai Rp2.800.000 tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan, listrik, air dan lain.

“Selama Covid -19 ini tidak ada santuan lagi dari pemerintah. Entah lupa atau apa mereka tidak menemui kami disini,” ujar suami dari Mustani

“Jangan lupa sejarah seperti apa yang disampaikan oleh pak Presiden Soekarno. Kami hanya berharap ada rumah dan pendidikan untuk keluarga kami,” harapnya

Sekadari diketahui, warga negara yang telah ditetapkan menjadi Veteran RI ini, berhak mendapat tanda kehormatan, tunjangan dan hak-hak lain sesuai PP Nomor 23 Tahun 2016 tentang Perubahan atas PP Nomor 67 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2012, Peraturan Menhan yang menjadi peraturan pelaksanaannya, yakni Nomor 35 Tahun 2014 tentang pemberian tanda kehormatan, Nomor 36 Tahun 2014 tentang dukungan pembina administrasi Veteran, dan Nomor 37 Tahun 2014 tentang penyelenggaraan pemakaman Veteran. (Man)

Kisah Tim Ambulance Fire and Rescue Papadaan Samarinda

August 4, 2021 by  
Filed under Profile

Satuan relawan kebencanaan Fire and rescue Papadaan Samarinda, tidak mengenal waktu dalam member bantuan. Tidak hanya terjun saat kebakaran, longsor namun juga turun membantu yang membutuhkan ambulans.

Relawan yang beralamat di Lambung Mangkurat, Kelurahan Pelita, Kecamatan Samarinda Ilir berdiri sejak 14 Desember 2014. .

Tak mengenal waktu, pagi, siang, sore bahkan malam hari pun tetap diberikan bantuan saat ada yang membutuhkan. Ambulans yang dimiliki satuan ini bahkan pernah mengantarkan jenazah hingga ke Kutai Barat (Kubar).

Disaat pandemi covid-19 ini pun mereka tidak kendor tetap melayani. Turun dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap seperti pakaian hazmat, menyemprotkan disinfektan ke kendaraan usai tugas dan memakai hand sanitizer untuk petugas.

“Siapa pun yang membutuhkan kami selalu siap. Dari orang sakit, ibu yang melahirkan yang akan dirujuk ke rumah sakit hingga mengantar jenazah ke luar kota pun dilakukan,” kata Muhammad Akbar (25) salah satu sopir ambulans Fire and rescue Papadaan Samarinda

Akbar melanjutkan ceritanya, pihaknya hanya tidak suka jika ada pasien atau keluarga pasien yang tidak jujur saat dibantu. Karena sebelum meluncur ke lokasi akan menanyakan perihal sakit yang diderita oleh pasien.

“Kalau pasien covid-19 yang sudah terlanjur kami bawa ke rumah sakit. Mau tidak mau kita ikutan cek kesehatan juga bahkan untuk menjaga agar tidak ada yang tertular kami melakukan isolasi mandiri,” jelasnya

Hal senada disampaikan Dendy yang juga porsenil Papadaan Samarinda, yang menyebutkan sejak 2019 unit kendaraan itu berjalan dan bergabung dengan 112 Pemkot Samarinda. Saat ada yang membutuhkan bantuan mereka turun tangan.

“Ada yang tanya biaya, jujur kami tidak pernah mematok, yang penting bensin dan sewajarnya kami akan terima,” ujar lelaki memiliki perawakan kurus tersebut

Bagi satuan Fire and rescue Papadaan Samarinda, yang penting nyawa bisa terselamatkan. Ini membuat pihaknya ikut bahagia. Karena orang yang ditolong akan mendoakan juga bagi personil satuan tersebut.

“Saat kami sampai tepat waktu dan warga yang ditolong bisa tertolong, kami bersyukut kepada sang pencipta,” tuturnya.

Fire and rescue Papadaan Samarinda ini memilki puluhan personil. Mamun khusus unit ambulans ada 4 personil yang menjalankan dibantu dengan unit roda dua miliki satuan tersebut.(man)

Nurani, Relawan Penyemprot Disinfektan

June 28, 2021 by  
Filed under Profil

Nurani Busrani

Menjadi relawan penanggulangan virus Corona COVID-19 tidaklah mudah. Terlebih risiko tertular penyakit ini pun bisa terjadi kapan dan di mana saja saat bertugas.

Hal ini juga dirasakan Nurani Busrani, pria kelahiran Banjarmasin 3 Februari 1975. Lelaki yang berbadan tegap ini memilih untuk mengabdikan dirinya menjadi relawan penanggulangan virus Corona sebagai penyemprot disinfektam..

Di pagi yang cerah, Nurani sapaan akrabnya mulai mengumpulkan rekan-rekannya dan menyiapkan alat-alat yang akan digunakan untuk menyemprot.

Dia berangkat menggunakan roda dua untuk sampai ke lokasi tujuan, sesampainya di lokasi. Ia lalu mempersiapkan pakaian menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Dengan baju merah panjang yang dibalut baju kaus satuan, ia bersiap untuk menuntaskan misinya.

Disinfektan yang telah disiapkan kemudian dicampur dengan air. Langkah selanjutnya memasukkan ke tangki penyemprotan. Dengan memanggul di punggung, pekerjaan penyemprotan mulai dilakukan.

Dengan tangan kanannya dia mulia mengayunkan tongkat penyemprot dan tangan kirinya memompa isi tangki yang dibawanya.

“Sehari kami menyemprotkan maksimal lima kali,” katanya saat ditemui media ini. Minggu (27/06/2021).

Meski tak bergabung dengan organisasi resmi seperti Gugus Tugas COVID-19. Ia sudah melakukan pekerjaan ini sejak Maret 2019 lalu. Satuan relawan kemanusiaan yang didirikan pada 1 Maret 2019 diberikan nama Dadi Mulya Indonesia (DMY Indonesia) berlokasi di Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda.

Sehari-hari saat bertugas menjadi relawan DMY Indonesia. Nurani dan teman-temannya selalu menggunakan APD lengkap mengurangi risiko terinfeksi virus Corona.

“Keringat bercucuran sepanjang pakai APD. Bernapas juga terganggu karena pakai masker dan face shields. Jadi saya tahu gimana (capainya) para dokter dan perawat itu saat bertugas,” katanya.

Semangat yang dimiliki Nurani dan rekan-rekannya itu menjadi modal dalam menjalankan misi kemanusiaan. Dia tak berpikir gaji apalagi berpikir mendapatkan untung hanya berharap agar mendapatkan ridho sang pencipta.

Tindakan penuh resiko itu diambil untuk mengabadikan diri pada negeri terkhusus bumi Etam Kalimantan Timur. (Man)

Next Page »