Pembuatan SIM Wajib Tes Psikologi

January 12, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Mulai awal Januari 2021, pembuatan Surat Ijin Mengemudi (SIM) baik yang baru maupun memperpanjang masa berlakunya diwajibkan memenuhi persyaratan tes kesehatan dan tes psikologi.

Penerapan tes psikologi ini serentak seluruh Indonesia, begitu juga di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan juga Mahakam Ulu (Mahulu) sudah disosialisasikan sejak Maret 2020 lalu.

“Kita sudah mensosialisasikan tes psikologi ini sejak Maret 2020 lalu, dan pada awal Januari ini sudah kami berlakukan,”tutur Kasat Lantas AKP. Alimuddin kepada wartawan Senin (11/1/2021).

Ia mengatakan, saat sosialisasi tahun lalu sudah sempat berjalan tes psikologi itu, namun sempat terhenti karena pandemi covid 19. Adanya penumpukan orang banyak yang bertentangan dengan protokol kesehatan akhirnya ada keringanan dalam pengurusan SIM tidak menyertai tes psikologi.

“Saat ini awal 2021 sudah diberlakukan dalam mengusrus SIM harus ada tes psikologinya,”jelasnya.

Kasat Lantas Polres Kubar, AKP. Alimuddin

Alimuddin menjelaskan, penerapan persyaratan tes psikologi ini sebenarnya sudah diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang tertuang dalam pasal 81 ayat 1 dan 4. Dalam ayat 1 dijelaskan untuk pengurusan SIM harus memenuhi persyaratan. Melingkupi usia (minimal 17 tahun), syarat administrasi berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP), kesehatan jasmani dan rohani serta harus lulus ujian (tertulis dan praktek).

Sedangkan dalam ayat 4 nya, yaitu syarat kesehatan yang dimaksud dalam ayat (1) meliputi sehat jasmani dengan surat keterangan dari dokter dan sehat rohani dengan surat lulus tes psikologi.

“Kepolisian tidak bisa mengeluarkan tes kesehatan dan juga tes psikologi, maka dari itu kita menggandeng pihak ketiga untuk pelaksanaanya,”ungkapnya.

Dibeberkan Alimuddin, biaya yang dikeluarkan untuk kedua syarat tersebut ditentukan oleh pihak ketiga dan bukan untuk pihak kepolisian.

“Kita hanya memastikan dan mengawasi pihak ketiga layak atau tidaknya melaksanakan tes psikologi tersebut,”tuturnya.

Alimuddin menuturkan, peraturan tersebut sudah sejak lama ada, namun memang selama ini belum diterapkan dalam hal pengurusan SIM, dikarenakan belum ada biro atau lembaga yang siap.

“Sekarang untuk di Kubar sudah ada dua lembaga/biro yang menjadi partner dalam menerbitkan surat lulus tes psikologi ini, yaitu Arkan Trans Psikologi dan RHYS Psikologi yang berada di depan Mapolres Kubar,” tandasnya. (arf)

Wisata TadaburAlam ke Pulau Beras Basah

January 10, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

Arif Kurniawan, owner Berkah Jaya Las Samarinda (kiri) di dermaga pulau Beras Basah Bontang.

BONTANG – Perjalanan wisata tadabur alam, sebagai upaya menambah keimanan sekali-kali perlu dilakukan. Demikian juga dengan rombongan Keluarga besar Berkah Jaya Las dan Air Berkah Samarinda, Ahad 10 Januari 2021 melaksanakan Tadabur Alam.

Menghilangkan rasa penat dalam melayani konsumen salah satu upaya adalah melakukan tadabur alam. “Kita melihat dari dekat keindahan alam yang diciptakan Allah, disana bisa mengagumi betapa besar karuniah Allah atas alam yang diciptakan oleh Allah untuk hambaNYA”, tutur Arif Kurniawan sang Komandan Berkah Jaya Las Samarinda yang diaminkan Bima owner Air Berkah Samarinda.

Perjalanan tadabur alam kali ini dilakukan keluarga besar Berkah Jaya Las dan Air Berkah ke Pulau Beras Basah di Bontang.

“Ini perjalanan kami pertama tadabur alam ke Pulau Beras Basah Bontang dalam masa pandemi, untuk melihat sebuah keindahan pulau dan mandi air laut yang masih bersih dari pencemaran, dengan menggunakan kapal motor nelayan dari pelabuhan Tanjung Laut Bontang”, jelas Iwan, panggilan Akrab putra perantau dari Pemalang Jawa Tengah.

Dalam berlayar iwan diantar menggunakan KMN Rezky Ananda. “Saya browsing untuk mencari tahu dimana bisa mendapatkan angkutan ke Pulau Beras Basah melalui instagram, dan dapat postingan akun Suarni Qillah di group Facebook Busam yang menyediakan kapal penyeberangan menggunakan kapal nelayan ke Pulau Beras Basah. Saya kontak WA 0853 3299 2004 dan alhamdulillah dapat KMN Resky Ananda, dan kami pun akhirnya bisa berlayar diantar oleh Nahkoda bapak Ganing”, jelasnya.

Ganing, Nahkoda KMN Rezky Ananda yang mengantarkan wisatawan ke pulau Beras Basah.

Perjalanan dari Pelabuhan Tanjung Laut menuju Pulau Beras Basah yang terletak di Selat Makasar yang memiliki luas lebih kurang 1 ha ditempuh sekitar 45 menit menggunakan perahu bermesin dumping.

Secara terpisah Suarni Aqillah penyedia jasa pengangkutan penumpang menggunakan kapal motor nelayan mengatakan, tarif sewa kapal jika mengantar rombongan di bawah 15 orang tarif yang di patok Rp 500 rinu. Jika lebih dari 15 orang hingga 30 orang tarif sewanya Rp.750 ribu.

“Adanya perbedaan tarif ini karena adanya penggunaan BBM yang berbeda”, jelasnya.

“Kami siap melayani bagi konsumen perorangan maupun rombongan untuk pengantaran ke Pulau Beras Basah, cukup WA 0853 3299 2004 atau telp ke 0852 5050 6515”, ucap Aqillah melalui jalur telepon.(vb-01)

Muswil KAHMI Kaltim Digelar Dengan Protokol Kesehatan dan Virtual

January 8, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Musyawarah wilayah (Muswil) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kaltim akan digelar pada Sabtu (09/01/2021) di Hotel Grand Sawit Samarinda.

Ketua Umum Majelis Wilayah KAHMI Kaltim, Mursidi Muslim mengatakan KAHMI Kaltim akan mengadakan muswil ke VI pada tanggal 9 Januari 2021 di hotel Grand Sawit Samarinda.
Muswil rencananya akan diikuti maksimal 50 peserta. Untuk memastikan kegiatan berjalan lancar, panitia juga telah melayangkan surat pemberitahuan ke gugus tugas covid – 19 Samarinda.

“Kami masih menunggu surat tanggapan balasan dari gugus tugas,” ujar Mursidi Muslim di Sekretariat KAHMI Kaltim, Kamis sore (7/1/2020).

Mursidi Muslim memastikan gelaran muswil KAHMI sepenuhnya patuh pada prokes. Lantaran adanya pembatasan sosial, dengan tetap memperhatikan aspirasi pengurus daerah sebagai pemegang suara, muswil tahun ini juga menggunakan aplikasi via Zoom.
Majelis Nasional juga akan terlibat melalui zoom metting. Tausiyah kebangsaan dari mantan rektor UIN Syarief Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat juga menjadi satu rangkaian dalam muswil,” imbuhnya.

Seperti diketahui, muswil adalah agenda rutin sesuai ad/art dan dihadiri seluruh pengurus di daerah.
Hanya dari pengurus kabupaten Mahulu yang tidak ada, karena belum adanya pengurus. Dengan begitu hanya sembilan kota dan kabupaten saja yang ikut serta.

“Ada yang hadir secara langsung dan online,” tuturnya.

Tujuan muswil disebutnya lagi bukan hanya agenda internal. Namun memuat juga untuk kaderasisai bagi kepengurusan, memilih pengurus baru dan memberikan rekomendasi ke pemerintah daerah terkait kondisi kekinian Kaltim dan urgen untuk direspon.

“Isu terkait distribusi vaksin covid-19 yang hingga kini belum diedarkan secara umum menunggu dari BPPOM. Lalu tentang tambang ilegal yang kian marak, parahnya lagi menggunakan jalan publik atau negara. Yang mana berdampak banjir berkepanjangan di berbagai daerah,” bebernya.
Susunan kepanitian, Ketua Sterring Commite (SC) Helmi Hasibuan dan Organizing Commite (OC) nya adalah Joko Prasetyo.
Dikatakan, untuk kandidat Ketua KAHMI periode mendatang, dirinya sudah mengantongi nama-nama yang akan maju. Kendati begitu dirinya enggan menyebut pasti bakal calon Ketua KAHMI yang akan dipilih melalui muswil tersebut.
“Sudah ada bakal calonnya dari beragam profesi yakni, akademisi, profesional dan politisi,” bebernya.

Kendati memiliki prinsip kekeluargaan, KAHMI periode mendatang ia berharap, komposisi struktur berasal dari gabungan kelompok muda KAHMI dan senior. Selain itu ditambah mantan anggota DPRD Kaltim itu, muswil KAHMI juga dibarengi dengan muswil Alumni Kohati Kaltim atau Forhati

“Hanya Berau yang menggunakan zoom metting, muswil ini memilih ketua dan menyusun bersama formatur untuk kepengurusan periode mendatang,” terangnya.

Terkait persiapan muswil, soal teknis segala macam telah disiapkan dan berharap pelaksanaannya lusa mendatang berjalan lancar. (man)

Pemkab Kutim Keluarkan Edaran Pembelajaran Tatap Muka dan Pemberlakuan Pembatasan Kapasitas Tempat

January 8, 2021 by  
Filed under Kutai Timur, Serba-Serbi

SANGATTA – Pemkab Kutim mengeluarkan surat edaran terkait pembelajaran tatap muka (PTM) dan pemberlakuan pembatasan kapasitas tempat tertentu dengan nomor 366/001/EDARAN.PB.COVID-19/2021 yang ditandatangani oleh Plt Bupati Kasmidi Bulang pada Jumat (8/1/2021).

Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengimbau masyarakat Kutim dapat menjalankan sesuai isi surat edaran.

Adapun poin yang harus diperhatikan yakni mengajak segenap lapisan masyarakat untuk mendukung rencana vaksinasi Covid-19 yang telah diprogramkan oleh pemerintah pusat. Selanjutnya penundaan proses PTM untuk semua tingkatan sekolah di Kutim sejak diterbitkannya surat edaran hingga batas waktu yang akan ditentukan kemudian dengan melihat kondisi Kutim.

Selain itu, pembatasan jumlah kehadiran orang pada suatu tempat tertentu seperti kafe, restauran, warung makan, dan tempat hiburan lainnya. Menjadi maksimal hanya 50 persen dari kapasitas yang tersedia dan mengedepankan layanan take away (membeli untuk dibawa pulang).

Kemudian, melanjutkan penerapan secara efektif Peraturan Bupati Kutim Nomor 32 Tahun 2020 tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Demikian surat edaran dibuat agar diketahui dan dilaksanakan sebagaimana mestinya. Agar Covid-19 segera berlalu dan Kutim kembali menjadi zona hijau,” tutupnya.(*/hm13)

Menyusuri Melintang, Menuju Desa Berpagar Raksasa

January 5, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

Gerbang Desa Muara Enggelam

MUARA WIS (vivaborneo) – Tampak sayup-sayup terlihat pagar raksasa warna-warni menjulang tinggi menandakan disana adalah posisi Desa Muara Enggelam satu desa yang terpencil di tengah-tengah danau melintang yang masuk dalam administratif Kecamatan Muara Wis Kabupaten Kutai Kartanegara.

Perjalanan dari Kotabangun ke Desa Muara Enggelam memakan waktu sekitar 1,5 jam menggunakan Longboad bermesin 40PK. Dari arah kota bangun, menuju ke ilir dan memasuki sungai Pela, salah satu anak sungai Mahakam yang menghubungkan dari Danau Melintang ke Badan Sungai Mahakam.

Diantar Longboad dimotorisi Syaiful tepat pukul 11.10 wite, 3 Januari 2021 tim vivaborneo memasuki gerbang raksasa yang tambah kokoh sebagai pintu masuk desa Enggelam yang mayoritas penduduknya adalah nelayan.

Siang itu Desa Enggelam tampak lenggang. “Warga banyak yang turun ke kotabangun dan Samarinda, karena liburan panjang, jadi desa tampak sepi”, kata Nurul yang buka jualan es dan jajan anak-anak.

Desa Muara Enggelam sesuai catatan dihuni 747 warga dengan 178 kepala keluarga, yang terbagi menjadi tiga Rukun Tetangga (RT). Untuk menuju desa ini selain menembus Danau Melintang menggunakan perahu kecil. Ada jalan menggunakan jempatan ulin kurang lebih 500 meter menyeberangi danau hingga ke daratan. Jika kondisi air pasang maka jalan itu tenggelam. Selain itu kondisi diujung jembatan jalannya masih rusak sehingga sangat sulit dilalui kendaraan. Dengan kondisi ini terpaksa warga yang akan berbelanja memenuhi kebutuhan yang harus ke kotabangun terpaksa menggunakan perahu sebagai transportasi andalan warga Enggelam.

Sebagian besar warga Enggelam tinggal di rumah-rumah rakit, sehingga tidak khawatir banjir ataupun air surut. Jika ada kapal yang lewat, rumahpun ikut berayun-ayun seperti di dalam kapal. Selain rumah rakit warga juga banyak yang membangun rumah menggunakan tiang pancang, sehingga rumah tampak tinggi jika kondisi air surut.

Pagar Raksasa

Kondisi alam ditengah-tengah danau tidak jarang sering dihadapi warga desa Enggelam, seperti banyaknya gulma danau yang tertiup angin sehingga sampai menutupi desa, hingga terjangan angin kencang, dan ombak yang pernah membuat beberapa rumah terkoyak dan hampir roboh.

Menurut Ramsyah, salah satu warga di Muara Enggelam, Gulma yang berkumpul membentuk seperti daratan kemudian terbawa arus dan mendorong rumah warga. Karena rumah warga mayoritas adalah rumah rakit yang diikat, tali penahan rumah putus karena tak kuat menahan ombak, angin dan desakan gulma.

“Di danau ini dahulunya masih banyak pohon, paling banyak jenis pohon Jeluma. Batang pohon ini biasanya diambil untuk bahan bakar pembuatan ikan asap, karena kebakaran dan perambahan membuat pohon-pohon itu habis sama sekali”, jelasnya.

Musibah dari alam itu terjadi beberapa kali, terakhir pada tahun 2004, dan akhirnya disepakati pada tahun 2005 diawali dengan musyawarah desa disepakati usulan agar dibangun pagar penahan angin dan pemecah ombak, sekaligus menahan tumpukan gulma yang larut terbawa arus danau.

“Kita bersepakat membangun tanggul pemecah ombak. Dari sisi tinggi, kita sepakati setinggi 12 meter. Untuk lebar, tergantung anggaran. Pokoknya cukup untuk melindungi desa,” kata Ramsyah.

Pembangunan pun dimulai dengan memanfaatkan dana awal dari anggaran Dinas Perhubungan Kutai Kartanegara. Terbangunlah tanggul dengan panjang sekira 40 meter sebagai tahap awal.

Beberapa tahun kemudian, pembangunan tahap kedua melalui dana APBD yang dianggarkan lewat Dinas PU, bentangnya memanjang lebih dari 100 meter. Bentuknya tak lurus. Lebih melengkung seolah memeluk desa agar terlindungi dari terpaan alam.

“Tahap ketiga telah selesai beberapa tahun lalu dan kini panjangnya hampir 300 meter. Ada gerbang masuk di tengah-tengah yang memudahkan warga keluar masuk desa,” ujar Ramsyah.

Tak disangka, pembangunan gerbang pelindung ini hasilnya luar biasa indah. Mereka pun berinisiatif mendaftarkan tanggul atau pagar penahan ombak dan angin ini ikut dalam Festival Gapura Cinta Negeri tingkat nasional tahun 2019 lalu. Tak disangka mereka mampu bersaing dengan 1.793 gapura dari berbagai daerah dan masuk sebagai salah satu pemenang.(vb-01)

« Previous PageNext Page »