Realisasi Anggaran Dinas Pertanahan Belum Maksimal, DPRD Samarinda Akan Bentuk Pansus

April 6, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Realisasi anggaran Dinas Pertanahan Kota Samarinda pada laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) 2020 Pemkot Samarinda yang disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun, Rabu (30/3/2021) hanya terserap Rp3,107 miliar atau 39,77 persen. Padahal dana yang tersedia sebesar Rp7,812 miliar.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPRD Samarinda, Fahruddin pun mengungkapkan kekecewaannya. Serapan tersebut dinilai sangat kecil dan tidak maksimal.

Politisi Golkar ini menyampaikan , secara aturan dan fungsi pengawasan bagi legislator adalah membentuk panitia khusus (pansus) untuk menginvesitigasi LKPJ Samarinda 2020 tersebut.

Setelah dilakukan investigasi dengan melakukan hearing maupun mengecek langsung ke lapangan, pihak Pansus DPRD Samarinda memberikan rekomendasi jika ditemukan berbagai kesalahan dan kelemahan kepada OPD terkait, termasuk Dinas Pertanahan ini.

“Nanti diperiksa antara kesesuaian laporan anggaran yang disampaikan di LKPJ dan dicek secara fakta atau fisik di lapangan. Ini tugas Pansus kalau memang ada kekuarangan maka akan diberi rekomendasi dan wajib dilakasankan pada 2021 ini,” kata Fahruddin di Gedung DPRD Samarinda, Jalan Basuki Rahmat, Senin (5/4/2021).

Alumni Fakultas Kehutanan Unmul ini menyebutkan, DPRD Samarinda melalui Badan Anggaran akan membentuk pansus untuk memeriksa seluruh LKPJ di akhir April 2021 mendatang sekaligus penyampaian pandangan umum masing-masing fraksi di DPRD Samarinda.

Untuk mengejar realisasi anggaran setiap OPD, Fahruddin berharap Pemkot Samarinda dapat bekerja maksimal jika ada rekomendasi dari Pansus DPRD Samarinda.

“Faktornya kemungkinan sumber daya manusia di OPD terkait yang tidak mampu mengelola anggaran dengan baik, harusnya di 2021 ini OPD perlu meningkatkan performa kinerja yang lebih baik lagi”, tutup Fahruddin.(*/man)

Kunjungan Menteri LHK Tunjukkan Keseriusan Pemerintah Bangun IKN

April 4, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

Penajam – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI Siti Nubaya Bakar mengunjungi lokasi pembangunan pusat gedung pemerintahan calon Ibu Kota Negara (IKN) baru, di Desa Mentawir, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Sabtu (3/4/2021).

Kunjungan Menteri LHK ini dimaksudkan melihat kondisi lingkungan di IKN dan hutan mangorove yang ada Pulau Kalimantan khususnya Kaltim. Pasalnya, lingkungan merupakan hal penting dalam keberlangsungan hidup tidak hanya manusia, tetapi juga hewan dan tumbuhan.

Menurut Siti Nurbaya Bakar faktor lingkungan menjadi alasan utama rencana pemindahan IKN ke Kaltim. Minimnya, ruang terbuka hijau sebagai kawasan resapan air tidak berbanding lurus dengan laju pertumbuhan penduduk dan pembangunan infrastruktur.

Hal tersebut menyebabkan munculnya sejumlah persoalan lingkungan seperti banjir hingga semakin minimnya ketersediaan air bersih bagi penduduk. Padahal, air merupakan kebutuhan utama dan mendasar tiap manusia.

Siti beralasan dalam proses pembangunan IKN pemerintah tidak hanya berfokus kepada infrastruktur fisik semata melainkan aspek lingkungan juga menjadi perhatian serius. Bagaimana menciptakan lokasi IKN menjadi daerah berkembang yang berwawasan lingkungan.

“Kita sudah lihat, tentu akan menjadi evaluasi. Mana saja spot spot yang berlubang akan segera dilakukan penghijauan tidak hanya di lokasi IKN saja tetapi juga nanti kita lihat bagaimana mangrove dan kawasan delta,” sebutnya.

Wakil Ketua DPRD Kaltim Muhammad Samsun yang turut mendampingi mengapresiasi kunjungan Menteri LHK tersebut dan menyebutnya sebagai perhatian terhadap percepatan proses pembangunan IKN terlebih dari segi lingkungan.

Menurutnya, pemerintah provinsi dan daerah akan berupaya maksimal menyiapkan segala keperluan pendukung termasuk penghijauan lahan di sekitar lokasi IKN dengan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

“Kunjungan ini merupakan bagian dari langkah serius pemerintah yang menargetkan kembali dimulainya proses pembangunan IKN di tahun ini. Tentu melalui proses perancangan yang matang baik sisi infrastruktur dan lingkungan maka hasilnya akan maksimal,” tuturnya. (*/adv)

Amankan Paskah, Polres Kubar Turunkan 258 Personel Gabungan

April 2, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Polres Kutai Barat (Kubar) melaksanakan apel kesiapan gabungan dengan beberapa instansi terkait, yang terdiri dari personel TNI Kodim 0912, Polri, Satpol PP dan Dishub dalam rangka pengamanan Hari Raya Paskah, Kamis (2/4/2021)

Dari tim gabungan yang akan diturunkan berjumlah 258 personel yang terdiri dari 50 personel TNI Kodim 0912/Kbr, 30 persenel Satpol PP, 20 personel Dishub dan sisanya 158 anggota Polres dengan para perwira pengendalinya.

Kapolres Kubar, AKBP. Irwan Yuli Prasetyo, melalui Wakapolres Kompol Nyoman Wijaya usai apel mengatakan, tim gabungan yang akan diturunkan untuk pengamanan hari raya paskah sekitar 258 yang terdiri dari TNI/Polri, Satpol PP dan Dishub akan melaksanan pengamanan mulai dari Kamis Putih malam hingga ke hari Jumat dan Minggu.

“Kita akan melakukan pengamanan di gereja gereja mulai ibadah Kami putih nya hingga ke hari jumat sampai minggu nanti dalam perayaan paskah ini,”ujar Nyoman Wijaya.

Dikatakan Nyoman, untuk anggota yang dberada di polsek akan bekerjasama dengan anggota koramil dan juga linmas guna pengamanan gereja yang ada di kecamatan masing-masing, sedangkan yang 258 personel gabungan akan mengamankan gereja gereja di ibukota kabupaten.

Nyoman menegaskan, bagi para personel yang melakukan pengamanan tetap mengikuti Standar Operasional Prosedur (SOP), dengan melaksanakan sterislisasi ditempat – tempat ibadah, malakukan pemeriksaan terhadap yang mencurigai kepada pengunjung yang wajib di curigai, seperti membawa tas harus di periksa dan lain sebagainya yang patut dicurigai.

“Kita akan perketat pengamanan untuk menjaga hal hal yang tidak kita inginkan,”tegasnya.

Nyoman berpesan kepada masyarakat agar menginformasikan kepada pihak keamanan baik ke polri maupun TNI apabila ada melihat hal hal yang mencurigakan dan kejanggalan.

“Saya harap masyarakat jangan merasa takut dengan situasi yang ada tetap waspada,”pesannya. (arf)

Suparno Soroti RTH Samarinda

April 2, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Dinamika perkembangan Samarinda sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Timur nampaknya terkendala ruang terbuka hijau (RTH) sebab di Samarinda belum mencapai target. Proporsi RTH di setiap perkotaan lazimnya memiliki kawasan sesuai dengan UU No. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang, yaitu mensyaratkan ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 persen dari luas wilayah perkotaan.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Samarinda Suparno mengatakan, Samarinda sampai saat ini hanya memiliki luas RTH berkisar dua belas lebih persentasenya.

Suparno

Politisi PAN ini menilai kawasan ruang terbuka hijau jauh dari hasil yang diimpikan oleh masyarakat. Upaya menjaga keselarasan antara ruang terbangun dan kawasan ruang terbuka hijau masih belum optimal.

“Pada dasarnya persoalan itu sama, hanya saja tingkat untuk menyelesaikan masalah perlu adanya sinergitas,” kata Wakil Ketua Komisi I DPRD Samarinda, Suparno

Dikatakan Suparno, penataan Samarinda masih menjadi perhatian utamanya, sebagai upaya menyediakan kawasan yang tertata dengan baik.

“Coba lihat di sekeliling Samarinda, masih minim penyediaan kawasan ruang terbuka hijau (RTH). Idealnya, kawasan RTH itu harus menjadi perhatian sebagai upaya menyediakan ruang terbuka untuk masyarakat, tapi ruang tersebut terlihat rindang dengan berbagai pohon-pohon yang hijau, itu tentunya dilakukan oleh pemkot Samarinda,” sebut Suparno.

Pria yang akrab disapa Parno tersebut menuturkan, terkait izin banguan liar harus menjadi perhatian. Pihaknya pun akan menindak tegas hal tersebut dengan memanggil pihak-pihak terkait.

“ketika RTH Samarinda banyak tentu bermanfaat bagi masyarakat. Terlebih Samarinda berdekatan dengan Ibu Kota Negara (IKN) yang direncanakan Pemerintah pusat,” tutupnya. (man)

Koperasi Sempekat Sempawat Gelar RAT

April 1, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Koperasi Sempekat Sempawat (KSS) yang bergerak di bidang Simpan Pinjam, berkantor di komplek Bisnis Ceter, Jalan Sendawar Raya, Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat (Kubar), menggelar Rapat Tahunan Anggota (RAT) di Hotel Sidodadi, Kelurahan Simpang Raya, Barong Tongkok Rabu (31/3/2021).

Kepala Dinas Perdagangan dan Koperasi (Kadisdagkop) Kubar, Salomon Sartono dalam sambutan yang dibacakan staf Bina Usaha Koperasi, Eka Warastinah memberikan apresiasi kepada koperasi Sempekat Sempawat yang menjadi contoh bagi koperasi lainnya yang ada di Kubar dalam memenuhi kewajibannya yaitu menyelenggarakan RAT.

Ia juga menyampaikan terima kasih kerena Koperasi Sempekat Sempawat sudah memenuhi kewajibannya mengembalikan penyertaan modalnya ke pemerintah sesuai ketentuan selama empat tahun berturut turut. Modal penyertaan tahun 2011 telah lunas secara pokok pada tahun 2019 lalu.

“Saya sangat mengapresiasi terhadap koperasi ini yang sudah menyelesaikan kewajibannya,” ujarnya.

Ia menuturkan, apabila Koperasi Sempekat Sempawat menunjukkan keaktifannya maka Disdagkop akan mengupayakan untuk mendapat penghargaan dan mengikuti pelatihan pelatihan di kabupaten maupun yang di provinsi guna menunjang kegiatan dan mendorong gerakan ekonomi Koperasi Sempekat Sempawat.

Sementara itu perwakilan menajeman PT. Pamapersada Nusantara Chadra Aditya sebagai pembina dari Koperasi Sempekat Sempawat mengharapkan koperasi bisa mandiri serta memandirikan anggotanya. Sehingga ketika anggotanya sudah mandiri dengan usahanya seperti UMKM dan lainnya. Jika anggotanya sudah mandiri, otomatis koperasi ini lebih leluasa mengembangkan bisnis lainnya.

“Kita ini sebagai pembina dari Pama tidak selamanya di Kubar,”jelasnya.

Ia berharap Koperasi Sempekat Sempawat bisa menyiapkan kemandirian dengan melakukan beberapa upaya seperti perubahan pada struktur organisasi dan pembangunan kantor milik KSS yang diharapkan menjadi langkah mulai mandirinya Koperasi. Koperasi Sempekat Sempawat ini jangan hanya bergerak di bidang usaha simpan pinjam dengan meningkatkan kewirausahan dalam pengembangan UMKM agar mendapatkan hasil dari penjualan tersebut.

Salah satu anggota KSS Menton warga Kampung Jelmu Sibak, Kecamatan Bentian Besar merasa bersyukur dengan adanya KSS ini. Dia menjadi anggota sudah tiga tahun lebih, dan ia memulai usahanya sebagai pengrajin anyaman rotan, dengan meminjam modal, pendampingan dan pelatihan dari Koperasi Sempekat Sempawat. Saat ini usaha kerajinan dari rotan sudah maju pesat dan sudah mendapat pesanan baik dari dalam maupun dari luar daerah.

“Kami sangat bersyukur dan terima kasih kepada KSS ini, dulu kami hanya pengrajin dikampung yang tidak punya modal, begitu dapat modal pinjaman dari KSS ini kami berkembang dengan pesat dan pesanan kami semakin banyak,”ujarnya.

Ia menuturkan, saat ini hasil dari penjualan kerajinannya omsetnya sudah mencapai sepuluh juta rupiah lebih perbulannya. Kerajinan rotannya sudah dipasarkan di bandara Sepinggan Balikpapan, Sangata dan Malinau Kaltara.

Sementara menejer KSS Masurung mengatakan, regulasi perkembangan koperasi selama pandemi covid 19 diakui menurun. Hal ini disebabkan usaha dari UMKM banyak yang stagnan atau berhenti dan pembiayaan ditahan.

“Untuk pembiayaan itu turun sekitar 70 persen, dan ada beberapa item yang kita buat di 2020 untuk usaha, dan aset sempat naik mencapai 3,13 persen,”ujarnya.

Diakui, Sisa Hasil Usaha (SHU) agak sedikit menurun, akan tetapi di akhir tahun masih bisa mendapatkan keuntungan.

“Jadi keuntungan bersih koperasi diakhir tahun 2020 sekitar Rp. 108 juta,”ungkapnya.

Masurung menuturkan, untuk target penjualan produk dari UMKM tidak mencapai target dalam pemasarannya. Target awal 25 persen hanya tercapai 12 persen keuntungan karena terbentur pandemi covid 19.

“Sedangkan untuk pemeriksaan standar akuntan keuangan kita KSS sudah standar,”tuturnya. (arf).

« Previous PageNext Page »