PHM Uji Coba Pemancangan Pipa Pengeboran Buatan Produsen Nasional

September 17, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

BALIKPAPAN – PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM), dengan dukungan PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) selaku Subholding Upstream Regional Kalimantan dan SKK Migas, memulai pelaksanakan uji coba pemancangan pipa pengeboran buatan produsen dalam negeri di Lapangan Tunu yang berada di rawa-rawa Delta Mahakam, Selasa (14/9/2021). Dalam uji coba ini material pipa ukuran 20 inchi tersebut akan digunakan sebagai pipa konduktor (pipa yang pertama kali ditanam di tanah). Pemasangan dilakukan dengan cara menumbuknya dengan menggunakan diesel hammer hingga kedalaman 100-120 m.

Tahap pengujian pipa ini merupakan bagian dari inisiatif PHM untuk memberdayakan industri lokal dengan semangat peningkatan kapasitas nasional di Wilayah Kerja (WK) Mahakam. PHM terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan operasi Drilling dan Well Intervention, yang sangat membutuhkan tingkat keselamatan yang tinggi.

Penggunaan material pipa pengeboran buatan dalam negeri ini merupakan tahap lanjutan setelah sebelumnya PHM sukses mengembangkan berbagai aksesoris sumur buatan dalam negeri melalui kolaborasi dan pembinaan dengan beberapa produsen nasional yang saat ini sudah beralih ke tahap implementasi industrialisasi. Tantangan terbesar dalam inisiatif ini adalah bagaimana memenuhi kebutuhan spesifikasi teknis material yang tinggi dan sangat ketat. Kesesuaian spesifikasi teknis menjadi sangat penting demi menjamin keselamatan dan integritas sumur selama bertahun-tahun masa produksinya.

Setelah melalui tahapan pembinaan, produksi manufakturing pipa ERW (Electric Resistance Welding), dan quality control yang ketat sepanjang tahun, di bulan September 2021 ini salah satu uji produksi pipa produsen nasional telah sampai ke tahap uji pemancangan di lapangan. WK Mahakam, metode pemancangan harus dilaksanakan dengan sangat hati-hati, karena selain untuk mencapai fungsi utamanya, melalui metode khusus pipa diarahkan agar tidak menabrak (anti collision) pipa-pipa dari sumur-sumur lain (jumlahnya ribuan) yang sudah dibor sejak pengembangan WK Mahakam pada tahun 1974. Metode ini disebut PERTACERDIK (Pertamina CP Driving Kit) dan sudah terdaftar di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Proses perdana pengujian lapangan ini disaksikan oleh Manajemen PHM selaku operator WK Mahakam, SKK Migas, dan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yang baru saja berganti nama menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam rangkaian kunjungan yang meliputi tinjauan pekerjaan persiapan pipa konduktor di area Tamapole dan operasi pemancangan di sumur lapangan Tunu.

General Manager PHM, Agus Amperianto, menyampaikan bahwa PHM akan terus meningkatkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam memproduksi migas untuk mendukung capaian produksi migas nasional 1 Juta BOPD di 2030, terutama dalam kegiatan project, maintenance dan operasional pengeboran. “

Kami akan terus mempertahankan kinerja capaian komitmen TKDN yang sudah sangat baik saat ini agar menjadi lebih baik lagi dimasa yang akan datang. Tujuannya satu, yaitu Mahakam Bangkit untuk Indonesia Maju!” kata Agus.

Dia juga mengungkapkan rangkaian pembinaan dan pengujian pipa produksi dalam negeri di WK Mahakam adalah sebagai bukti peran aktif dan positif sektor hulu migas bagi kemajuan perekonomian nasional.

Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas, Erwin Suryadi, menyampaikan, SKK Migas telah menetapkan rencana dan strategi dalam target transformasi Indonesia Oil and Gas (IOG) 4.0 di tahun 2030, yakni selain meningkatkan produksi 1 juta BOPD minyak dan 12 BSCFD gas, yang tidak kalah pentingnya adalah peningkatan efek berganda (multiplier effect) industri hulu migas.

“SKK Migas memberikan kesempatan kepada penyedia barang dan jasa dengan technical assistance dari BPPT untuk mengembangkan pipa konduktor. Secara prototype, pipa konduktor ini sudah dapat dilakukan uji coba, tinggal ke depan akan dibahas untuk sisi komersialnya,” ungkap Erwin.

SKK Migas terus mendukung dan memberikan arahan kepada KKKS dan penyedia barang dan jasa nasional yang ingin maju dan berkembang. “Komitmen dari PHM dalam menggunakan produk pipa dalam negeri adalah bentuk nyata kiprah sektor hulu migas untuk memajukan industri nasional agar mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan menciptakan kemanfaatan ekonomi yang lebih besar bagi kemajuan bangsa Indonesia,” lanjut Erwin.

Lebih lanjut Erwin menjelaskan, untuk terus mendukung hal tersebut, SKK Migas bersama KKKS akan mengadakan acara Forum Kapasitas Nasional 2021 pada Oktober 2021 mendatang. Kegiatan ini akan menjadi wadah bagi para penyedia barang dan jasa nasional untuk meningkatkan kolaborasi dengan industri migas. “Forum ini diharapkan dapat mendorong transformasi aktif mereka untuk mengimplementasikan program-program peningkatan kapasitas nasional,” harapnya. (*/adv)

BNPT Berikan Vaksinasi Bagi Mitra Binaan

September 17, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA — Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda melaksanakan vaksinasi kepada lebih dari 100 orang penerima.

Pelaksanaan vaksinasi dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Samarinda Jalan Pelita yang dimulai sejak pukul 13.00-15.00 wita, pada Jumat (17/9/2021).

Pelaksanaan vaksinasi ditinjau langsung oleh Sekretaris Utama (Sestama) BNPT, Mayjen. TNI. Untung Budiharto, didampingi oleh Deputi Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Mayjen. TNI. Hendri Paruhuman Lubis..

Dijelaskan Untung Budiharto, pelaksanaan vaksinasi hari ini diberikan kepada mantan narapidana teroris (napiter) yang merupakan mitra binaan BNPT dan masyarakat Samarinda lainnya.

“Vaksinasi yang kita berikan kepada mitra kita dan keluarganya ini karena masih ada mantan napiter kita yang kesulitan mengakses dan belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 ini,” ujar Untung.

Dengan menerima vaksinasi ini, para mitra BNPT ini diharapkan dapat menjadi contoh teladan bagi warga sekitar mereka, untuk berpartisipasi terhadap program pemerintah dalam penurunan tingkat kematian akibat Covid-19.

Mayjen TNI Untung juga berharap masyarakat tidak menolak vaksin jenis apapun yang diberikan karena pemerintah telah menjamin keamanan dan kualitas vaksin tersebut.

“Ini juga menjadi bagian dari kita di BNPT untuk melawan narasi-narasi negatif, khususnya di media sosial tentang bahaya dan efek samping yang berlebihan dari vaksin yang diberikan. Padahal semuanya tidak benar,” tegas Untung.

Provinsi Kaltim, ujarnya, menjadi provinsi ke empat di Indonesia yang menjadi sasaran vaksinasi kepada mitra BNPT. Sebelumnya vaksinasi serupa juga pernah dilaksanakan di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur dan Sulawesi Tengah.

“Ke depannya kita akan upayakan menjangkau dan memberikan akses vaksinasi bagi para mitra binaan dan keluarga serta penyintas di bawah BNPT di seluruh pelosok Indonesia,” harapnya.

Ditempat yang sama, seorang mitra BNPT kasus Bom Bali 1, Puryanto mengucapkan terima kasih kepada BNPT dan pelaksana vaksinasi karena mendapatkan akses vaksin dengan lebih mudah. Puryanto yang tinggal di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara mengatakan, akses vaksin di sekitar lingkungannya sulit untuk didapatkan.

“Kami berterima kasih kepada BNPT dan bersyukur mendapatkan akses untuk vaksinasi yang lebih cepat dan mudah bagi saya dan keluarga serta rekan-rekan kami lainnya. Tidak ada alasan untuk menolak vaksin karena kami tahu vaksin itu berguna untuk melawan Covid-19,” ujar Puryanto.

Sementara itu, Kepala Laboratorium Kesehatan Kota Samarinda, Kamil SKM, MSi mengatakan vaksinasi yang dilaksanakan hari ini dengan Dinas Kesehatan Kota Samarinda dan BNPT telah dilakukan persiapan beberapa pekan sebelumnya.

Jumlah penerima yang dilayani sejak pukul 13.00-15.00 berjumlah 100 orang penerima, dimana 25 orang penerima diantaranya adalah mitra BNPT dan pengurus Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Kaltim.

“Selama vaksinasi kita dibantu oleh dua orang vaksinator dan enam orang petugas lainnya seperti petugas pemeriksaan dan administrasi. Masyarakat setiap hari sangat antusias untuk mendapatkan vaksin karena masyarakat telah banyak yang sadar dan mengerti bahwa vaksinasi sangat penting bagi kesehatan mereka,” ujarnya.

Kamil menjelaskan bahwa vaksinasi ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan setiap harinya oleh Labkesda Samarinda. Selain itu, laboratorium ini juga melayani pemeriksaan PCR dan pemeriksaan kesehatan lainnya.

“Saat ini masyarakat antusias dan banyak orang ingin segera mendapatkan vaksin. Sehingga jumlah vaksin dan tempat vaksinasi ke depannya juga harus diperbanyak agar masyarakat mudah mengaksesnya,” ujar Kamil.(*)

Pemkab Paser Siap Buka Pembelajaran Tatap Muka

September 17, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

TANA PASER – Pemerintah Kabupaten Paser siap membuka pembelajaran tatap muka (PTM). Pelaksanaannya menunggu persetujuan bupati serta kesiapan DInas Pendirikan.

“Sebenarnya sudah siap, tinggal menunggu arahan Bupati dengan mempertimbangkan kondisi kesehatan dari Dinas Kesehatan dan kesiapan Dinas Pendidikan,” kata Asisten Kesra Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Paser Romif Erwinadi, Kamis (16/09/2021).

Ia menambahkan untuk melaksanakan PTM, pihaknya juga masih menunggu vaksinasi yang diberikan kepada pelajar usia di atas 12 tahun. “Vaksin lebih diutamakan kepada pelajar dan guru,” kata Romif.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Paser Murhariyanto mengatakan saat ini Kabupaten Paser berada di PPKM level 3 yang artinya bisa melaksanakan PTM dengan kapsitas 50 persen dari jumlah siswa di setiap sekolah.

“Kami harus persiapkan seluruh administrasi perizinan dari ketua Satgas dan kesehatan siswa serta murid. Selain itu pelajar dan guru juga wajib divaksin,” kata Murhariyanto.

Murhariyanto mengemukakan dari 10.512 pelajar SMP (di atas usia 12 tahun), baru 1.364 pelajar yang sudah divaksin. Selebihnya, 9.148 pelajar belum divaksin. “Ada 87,02 persen belum divaksinasi, dan kami akan menuntaskan,” kata Murhariyanto.

Sedangkan, lanjut dia, dari 4.736 pendidik dan tenaga pendidik (TU), 3.826 diantaranya telah divaksin. “Sisa 910 guru dan tenaga pendidik yang belum divaksin sehingga dipresentasikan sekitar 85,73 persen yang telah di vaksin,” katanya.

Dalam mempersiapkan PTM, kata Murhariyanto, Disdikbud Paser memastikan sekolah melaksanakan protokol kesehatan ketat seperti penyediaan masker, fasilitas cuci tangan, jaga jarak antar siswa di ruang kelas. Disdikbud juga menyiapkan masker sebagai antisipasi jika ada siswa yang tidak membawa masker ke sekolah.

Murhariyanto berharap tidak ada kendala saat pelaksanaan PTM baik bagi sekolah yang berada di kota maupun di pedesaan. Ia berpesan kepada orangtua untuk memastikan anak mereka melaksanakan protokol kesehatan saat pelaksanaan PTM.

“Orang tua bisa memberikan edukasi dan motivasi dengan mengingatkan anaknya sehingga anak-anaknya bisa mengerti bagaimana protokol kesehatan,” kata Murhariyanto. (*/adithia)

DKISP Paser Gelar Coffe Morning Bersama Awak Media

September 17, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

TANA PASER – Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (DKISP) Kabupaten Paser menggelar acara Coffe Morning bersama awak media cetak, media elektronik dan media daring (online) di ruang rapat DKISP, Rabu (15/09/2021).

Selain mengundang awak media, juga diundang Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Paser Abdul Kadir dan Perwakilan Media Center Kecamatan Muara Komam.

Kepala DKISP Paser Ina Rosana mengatakan acara coffe morning digelar untuk menjalin sinergitas antara Pemkab Paser dengan para wartawan dalam hal penyebaran informasi pembangunan daerah kepada masyarakat.

“Dengan sinergitas ini, diharapkan kegiatan pembangunan daerah dapat diinformasikan ke masyarakat melalui media,” ujar Ina, yang saat ini juga menjabat Plt. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Paser.

Dari informasi media ini, kata Ina, masyarakat dapat mengetahui program pemerintah daerah yang sudah dilaksanakan, sedang dilaksanakan atau yang akan dilaksanakan.

“Ini momen luar biasa, saya berharap kinerja kita semakin bersinergi. Kita bersama-sama mewujudkan Kabupaten Paser MAS (Maju, Adil, dan Sejahtera), ” katanya.

Melalui media, kata dia, pemerintah daerah juga dapat mengetahui masalah apa yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dan untuk selanjutnya dijadikan dasar pemerintah daerah untuk membuat kebijakan solusinya.

Pada kesempatan itu, Ina Rosana menyampaikan bahwa pihaknya akan menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) pada Oktober depan.

‘Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah kepada para wartawan agar lebih profesional dengan menyelenggarakan UKW, ” katanya. (*)

Masuk Usia 76 Tahun, RRI Ikuti Dinamika Kekinian

September 13, 2021 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Memasuki usia ke 76 tahun, Lembaga Penyiaran Publik (LPP) Radio Republik Indonesia (RRI) memiliki tantangan besar agar program yang disajikan tetap disimak masyarakat pendengar di tengah persaingan media berplatform digital. Hal ini menuntut RRI untuk meningkatkan kualitas siarannya dengan program-program yang kreatif dan inovatif.

“Bagaimana pun RRI harus menjangkau masyarakat pendengar yang berada di daerah Daerah Terdepan, Terpencil dan Tertinggal,” kata Kepala RRI Samarinda Rahma Juwita, Sabtu (11/9/2021).

RRI saat ini mengikuti dinamika kekinian di tengah perkembangan teknologi yang terus berkembang. Karenanya RRI harus berfikir dan bertindak bagaimana melakukan perannya sebagai media informasi dan penyiaran yang memberikan hiburan, berita, informasi sehat dan pelestari bangsa.

“RRI harus berpihak kepada publik dan tetap menjalankan mandat konstitusi bahwa kita adalah media penyiaran yang memberikan pendidikan informasi budaya bangsa,”terangnya

Rahma Juwita menjelaskan, di tengah Pandemi Covid-19 RRI Samarinda juga menghadirkan berbagai program bermanfaat bagi masyarakat salah satunya adalah belajar di RRI dan dialog interaktif yang menampung kritik dan menjembatani pembangunan lewat Halo Kaltim.

“Saya berharap kita tidak boleh terlena, kita harus berfikir dan harus bertindak untuk memberikan kepercayaan kepda publik dengan layanan informasi, hiburan yang sehat, pendidikan mencerdaskan,”pintanya. (Sdi)

Next Page »