STAI Balikpapan Jajaki Kerja Sama dengan Pengadilan Militer Kaltimtara

August 6, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

BALIKPAPAN — Langkah nyata dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi terus digelorakan oleh Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Balikpapan. Kampus Islam tersebut menggelar audiensi dan penjajakan kerja sama strategis dengan Pengadilan Militer Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara), Rabu (5/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung di ruang sidang Pengadilan Militer di Kota Balikpapan ini menjadi tonggak penting dalam membangun sinergi antara institusi akademik dan lembaga peradilan, khususnya guna menopang pengembangan Program Studi Hukum Pidana Islam.

Rombongan civitas akademika STAI Balikpapan dipimpin Ketua STAI Balikpapan, Arief Rohman Arofah, didampingi jajaran Pembantu Ketua, Ketua Program Studi, serta para dosen pengampu. Kedatangan mereka disambut hangat Kepala Pengadilan Militer (Kadilmil) IV-16 Balikpapan, Letkol Laut (H) Bagus Partha Wijaya bersama para hakim, panitera, perwira, dan staf dalam suasana penuh keakraban.

Dalam audiensi tersebut, kedua belah pihak mengeksplorasi berbagai peluang kolaborasi konkret. Lingkup kerja sama yang dibahas mencakup peningkatan kompetensi akademik mahasiswa, penyelenggaraan kuliah praktisi, seminar ilmiah, riset kolaboratif, program magang mahasiswa, hingga pengabdian kepada masyarakat yang selaras dengan dinamika hukum di Indonesia.

Ketua STAI Balikpapan, Arief Rohman Arofah menegaskan, kemitraan ini merupakan wujud komitmen institusinya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami implementasi hukum secara nyata di lapangan.

“Kami mengharapkan melalui kemitraan dengan lembaga peradilan, mahasiswa diharapkan memperoleh pengalaman praktis serta wawasan yang lebih luas mengenai implementasi hukum di lapangan,” ujar Arief usai kunjungan.

Sementara itu, Kepala Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan, Letkol Laut (H) Bagus Partha Wijaya, menyambut positif inisiatif tersebut. Ia berharap sinergi ini tidak berhenti sekadar pada tataran seremonial penandatanganan dokumen, melainkan langsung diwujudkan dalam program kerja yang berdampak nyata bagi kedua institusi.

Letkol Bagus memaparkan kilas balik sejarah lembaganya. Ia menjelaskan bahwa Pengadilan Militer IV-16 Balikpapan yang mula-mula bernama Mahkamah Militer IV-16 Balikpapan berdiri sejak 3 Juni 1982 berdasarkan Surat Keputusan yang ditandatangani Kepala Badan Pembinaan Hukum ABRI, Mayjen (TNI) E. Y. Kanter, merujuk pada UU No. 20 Tahun 1982 tentang Ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan Negara.

 

Seiring reformasi peradilan pada 2004, Undang-Undang Kekuasaan Kehakiman No. 4 Tahun 2004 Pasal 13 Ayat (1) mengalihkan urusan organisasi, administrasi, dan finansial lembaga peradilan dari eksekutif ke yudikatif, Pengadilan Militer kini berada satu atap di bawah kekuasaan Mahkamah Agung Republik Indonesia.

Kunjungan strategis ini sekaligus menjadi pemanasan menuju penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) secara resmi yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026 mendatang.

Baik pihak STAI Balikpapan maupun Pengadilan Militer Kaltimtara menargetkan agar kerangka program kolaboratif sudah mulai terbentuk sebelum penandatanganan resmi tersebut diteken.

Melalui kerja sama ini, STAI Balikpapan optimis dapat terus memperkuat jejaring kelembagaan serta mengatrol kualitas Program Studi Hukum Pidana Islam, guna melahirkan lulusan yang profesional, berintegritas tinggi, dan siap menjawab tantangan dunia hukum modern di Indonesia.(mun)

Polres Kubar Tangkap Pengedar Sabu-sabu

August 5, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

KUTAI BARAT – Satuan Reserse Narkoba Polres Kutai Barat kembali berhasil mengungkap kasus peredaran Narkotika jenis Sabu-sabu di wilayah hukum Polres Kutai Barat. Dua orang tersangka ditangkap di Kampung Suko Mulyo RT. 01 Kecamatan Long Iram, Jumat (31/7/2026) sekitar pukul 20.10 WITA.

Kapolres Kutai Barat AKBP  Haris Kurniawan melalui Kasat Resnarkoba, Iptu Raymond Juliano mengatakan, pengungkapan ini merupakan pengembangan dari penangkapan tersangka sebelumnya berinisial S Als J. Berdasarkan keterangan tersangka, narkotika jenis sabi-sabu didapatkan dari Dedi Hamdadi (42).

Saat petugas menuju ke rumah Dedi, yang bersangkutan terlihat membuang sebuah tas selempang warna hitam. Setelah dilakukan pemeriksaan, di dalam tas tersebut ditemukan 3 poket sabu-sabu dan uang tunai Rp1,25 juta.

Petugas kemudian melakukan penggeledahan di kamar depan rumah tersangka. Hasilnya, ditemukan kembali 8 poket sabu-sabu beserta sejumlah peralatan pendukung seperti timbangan digital, bong, plastik klip, dan serokan.

Dari tangan kedua tersangka yakni Dedi Hamdani (42) dan Risky Noval Arista (30) petugas menyita barang bukti berupa 11 poket sabu-sabu dengan berat kotor 16,6 gram, uang tunai Rp1,25 juta, 2 unit HP, 1 unit sepeda motor Yamaha NMAX, dan peralatan pembungkus serta pakai narkotika.

Kedua tersangka saat ini berada di Mapolres Kutai Barat untuk proses penyidikan lebih lanjut. Para tersangka dijerat dengan Pasal 132 ayat (1) Subs Pasal 114 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang arkotika Jo Pasal 609 ayat (2) huruf a UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. (arf)

Jasa Raharja Bersama Tim Pembina Samsat Samarinda

August 1, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Samarinda bersama Tim Pembina Samsat Samarinda melaksanakan kegiatan Operasi Gabungan Penertiban Kendaraan Bermotor di kawasan GOR Kadrie Oening Samarinda, Kamis (30/7/2026). Kegiatan dilanjutkan hari berikutnya di Area Kompi A Samarinda Seberang, Jumat (31/7/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melakukan pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) serta Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ).

Pada Pelaksanaannya Petugas Melakukan Pemeriksaan Surat Kendaraaan Bermotor serta memberikan edukasi mengenai manfaat pembayaran pajak kendaraan bagi peningkatan pembangunan daerah. Petugas juga menjelaskan manfaat SWDKLLJ bagi pengguna jalan yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan. Sebagai wujud memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, kegiatan tersebut juga disediakan bus Samsat keliling sebagai sarana Untuk pembayaran pajak dan pengecekan pajak kendaraan bermotor bagi pemilik kendaraan.

Kakanwil PT Jasa Raharja (Persero) Kalimantan Timur, Gentur A. Waseso, menyampaikan melalui Kepala Cabang Jasa Raharja Samarinda Patria Adiwibawa, operasi gabungan ini merupakan wujud sinergi tim pembina Samsat dalam meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap pembayaran PKB dan SWDKLLJ.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap kesadaran masyarakat untuk tertib membayar PKB dan SWDKLLJ semakin meningkat. Kepatuhan tersebut tidak hanya mendukung pembangunan daerah, tetapi juga memberikan perlindungan dasar bagi korban kecelakaan lalu lintas. Jasa Raharja akan terus bersinergi memberikan edukasi dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Patria.

Jasa Raharja berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kepatuhan masyarakat serta memberikan Edukasi yang bertujuan untuk memperluas literasi masyarakat tentang pajak kendaraan dan SWDKLLJ yang dibayarkan pada tiap tahunnnya. Melalui sinergi antar instansi, diharapkan masyarakat semakin tertib administrasi kendaraan demi terciptanya keselamatan dan ketertiban berlalu lintas. (*)

SMKN 4 Samarinda Kini Punya Ikatan Alumni Resmi

August 1, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Momentum bersejarah tercipta di SMK Negeri 4 Samarinda setelah para alumni dari berbagai angkatan sepakat membentuk Ikatan Alumni (IKA). Kehadiran organisasi tersebut menandai babak baru sinergi antara alumni dan sekolah untuk memperkuat silaturahmi serta mendorong kontribusi nyata bagi pengembangan almamater.

Pembentukan IKA SMKN 4 Samarinda disepakati pada pertemuan yang dihadiri sekitar 30 perwakilan alumni dari berbagai angkatan. Dalam forum tersebut, Muhammad Rommi Helmi, alumni angkatan 1996, dipercaya sebagai Ketua Ikatan Alumni SMKN 4 Samarinda periode pertama.

Rommi mengatakan amanah yang diberikan kepadanya merupakan hasil kesepakatan bersama seluruh perwakilan alumni yang hadir. Ia menegaskan kepengurusan yang akan dibentuk nantinya akan berfokus membangun organisasi yang solid sekaligus merancang berbagai program yang dapat mempererat silaturahmi para alumni.

“Dari sekitar 30 perwakilan alumni lintas angkatan yang hadir, semuanya sepakat mempercayakan saya menjadi Ketua Ikatan Alumni SMKN 4 Samarinda. Ini menjadi amanah besar yang akan kami jalankan bersama,” katanya, Sabtu (1/8/26).

Menurutnya, salah satu program utama yang akan diwujudkan dalam lima tahun ke depan adalah penyelenggaraan reuni akbar seluruh alumni SMKN 4 Samarinda. Selain itu, pihaknya juga akan menggelar kegiatan rutin setiap tahun bertepatan dengan peringatan hari jadi sekolah agar hubungan antara alumni dan almamater tetap terjaga.

“Ke depan kami ingin mengadakan reuni akbar dengan skala yang lebih besar. Untuk pelaksanaannya nanti akan dibentuk panitia tersendiri. Sementara setiap tahun kami berharap seluruh alumni bisa berkumpul dalam kegiatan ulang tahun sekolah sehingga silaturahmi terus terjalin,” ujarnya.

Ia menambahkan, setelah dirinya terpilih sebagai ketua, proses pembentukan kepengurusan akan segera dilakukan melalui tim formatur. Dirinya menargetkan seluruh struktur organisasi dapat terbentuk dalam waktu maksimal 14 hari kerja.

“Kami menargetkan dalam waktu 14 hari kerja kepengurusan sudah terbentuk. Banyak alumni yang menunggu siapa saja yang akan masuk dalam struktur organisasi, sehingga proses ini akan kami percepat,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 4 Samarinda, Fatmawati, menyambut positif terbentuknya Ikatan Alumni tersebut. Menurutnya, kehadiran organisasi alumni merupakan momentum penting bagi sekolah yang telah berdiri selama lebih dari empat dekade.

Ia menilai alumni merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan sekolah dan memiliki potensi besar agar memberikan kontribusi nyata, baik dalam bentuk pemikiran, pengalaman, maupun dukungan terhadap berbagai program pendidikan.

“Kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik terbentuknya Ikatan Alumni SMKN 4 Samarinda. Selama ini para alumni telah tersebar di berbagai bidang profesi dan memiliki pengalaman yang luar biasa. Kehadiran organisasi ini akan menjadi jembatan untuk mempererat komunikasi antara sekolah dengan para alumni,” kata Fatmawati.

Ia berharap IKA SMKN 4 Samarinda tidak hanya menjadi wadah silaturahmi, tetapi juga mampu berperan aktif dalam mendukung pengembangan sekolah, mulai dari berbagi pengalaman kepada siswa, memberikan motivasi, hingga membuka peluang kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri.

“Harapan kami, ikatan alumni ini menjadi mitra strategis sekolah. Alumni bisa ikut memberikan inspirasi kepada adik-adik kelas, mendukung peningkatan kualitas pendidikan, serta bersama-sama membangun nama baik SMKN 4 Samarinda agar semakin maju dan berprestasi,” ujarnya.

Dengan terbentuknya Ikatan Alumni SMKN 4 Samarinda, sekolah berharap sinergi antara almamater dan para alumninya semakin kuat. Keberadaan organisasi tersebut juga diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi lintas generasi dalam mendukung kemajuan sekolah sekaligus mempererat rasa kekeluargaan di antara seluruh alumni. (yud)

Pemimpin Harus mampu Menjadi Pendengar

July 31, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Staf Ahli Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sekda Provinsi Kalimantan Timur,  Farisya Yana membuka pelatihan Coaching for Leaders di Aula Besar BPSDM Kaltim, Samarinda, (29/7/2026). Kegiatan ini diikuti pejabat Administrator dan Pejabat Fungsional Widyaiswara Ahli Madya dan Ahli Utama serta Bimbingan Teknis bagi Koordinator dan Operator Inovasi Daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

Sekretaris Daerah Kalimantan Timur, Sri Wahyuni dalam sambutan tertulis mengingatkan tentang keharusan pemimpin memiliki kemampuan untuk mendengar, membuka ruang diskusi, membangun kepercayaan serta membantu bawahan menemukan solusi dan mengembangkan kepasitas dirinya.

Farisya Yana usai membacakan sambutan tertulis memberikan pembekalan singkat kepada peserta pelatihan tentang pentingnya memahami tiga kontinum psikologis manusia.

Pertama, area minus, yaitu kondisi tidak sehat secara psikologis, seperti trauma atau depresi berat. Kedua, area netral, yaitu kondisi sehat dan normal, namun belum memiliki keterampilan dasar (basic konwledge & skills). Ketiga area plus, yaitu kondisi sehat, sudah memiliki keterampilan, namun membutuhkan optimasi untuk mencapai potensi maksimal.

“Tugas coach bukan menggurui. Ketika melakukan coaching hendaknya menjauhi kebiasaan memberikan nasehat secara langsung,” kata Yana.

Seorang coach dalam melaksanakan coaching disarankan untuk melakukan pendekatan inkuiri, yaitu menggunakan pertanyaan-pertanyaan strategis untuk mengajak coachee berpikir dan menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki.

Sementara itu, Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, menyampaikan, peserta pelatihan coaching  for leaders sebanyak 44 orang. Sedangkan untuk Bimtek bagi Koordinator dan operator diikuti oleh 77 orang peserta utusan dari seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov. Kaltim.

Tujuan kedua pelatihan tersebut adalah untuk meningkatkan ekosistem inovasi di Provinsi Kalimantan Timur untuk mendukung percepatan transformasi birokrasi, meningkatkan kompetensi teknis aparatur serta mendorong budaya kerja ASN yang kreatif, inovatif dan adaptif.

Pelatihan Coaching for Leaders dipandu Coach Nasional yang sudah sangat terkenal di bidang peningkatan dan pengembangan budaya kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yaitu Agung Solihin beserta Tim. Materi yang disampaikan selama 16 jam pelajaran (JP), meliputi Culture Design Review, The Important of Coaching, Teknik Coaching, Review Materi H1, Coaching Model, dan Roolplay Coaching.

Sedangkan Bimbingan Teknis bagi Koordinator dan Operator Inovasi Daerah menghadirkan narasumber dari Badan Kebijakan Strategi Dalam Negeri Kemendagri. Materi yang disampaikan tentang (1) Penjelasan Indikator Inovasi; (2)  Teori dan Praktik Menyusun Profil Inovasi.

Narasumber berikutnya dari  Pusat Pembelajaran Strategi Kebijakan Pelayanan Publik Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (Pusjar SKPP LAN-RI). Materi yang disampaikan tentang Inovasi untuk Pendekatan Pelayanan dan Mempermudah Pekerjaan.

Sedangkan narasumber Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, mengangkat materi tentang membangun ekosistem inovasi. Adapun materi yang disampaikan oleh narasumber yang berasal dari BPSDM Kaltim adalah tentang Konsep-konsep dasar inovasi. Selama dua hari pelatihan, peserta mendapatkan e-sertifikat sebanyak 17 jam pelajaran (JP).

Jauhar Efendi, Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim sebagai salah satu peserta Coaching for Leader menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala BPSDM Kaltim yang telah memberikan kesempatan untuk mengikuti pelatihan ini.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi saya pribadi ketika menjadi Coach di berbagai pelatihan, karena bisa membedakan kapan harus bertindak sebagai trainer, mentor, konsultan dan sebagai coach,” kata Jauhar.

Sementara itu, Syahrial Hidayat, Pejabat Administrator yang diberi kepercayaan sebagai Kepala Bidang Keperawatan dari Rumah Sakit Abdoel Wahab Sjachranie, Samarinda, mengaku bersyukur mengikuti Pelatihan Coaching for Leader. Hal ini dikarenakan dapat menambah wawasan menjadi lebih luas, terutama dalam membangun budaya organisasi, khususnya melalui metode coaching.

Dengan kekuatan 975 tenaga perawat dan bidan yang menjadi tanggungjawabnya, Syahrial semakin yakin ilmu coaching yang dia peroleh selama dua hari pelatihan akan lebih mudah diterapkan dalam mewujudkan budaya organisasi yang beorientasi pada pelayanan.

“Saya semakin memahami bahwa budaya organisasi yang baik tidak terbentuk secara instan, melainkan lahir dari kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari di lingkungan kerja” ujar Syahrial.

Pelajaran lain yang ia petik adalah perubahan organisasi bukan dikerjakan atau dilakukan oleh satu orang saja, tetapi dilakukan bersama-sama, dengan terus membiasakan perbaikan di setiap proses kerja. (*)

Next Page »

  • vb