PT KAS Group Kucurkan Miliaran Rupiah Perbaikan Ruas Jalan Nasional

March 9, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit, di wilayah Kabupaten Kutai Barat (Kubar), diharapkan memiliki dampak positif bagi masyarakat setempat, baik dampak dalam bentuk perkembangan pada sektor ekonomi warga maupun sosial dan budaya.

Dampak pada sektor ekonomi warga dengan keberadaan perusahaan perkebunan kelapa sawit dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, penyediaan lapangan pekerjaan dan membantu memperbaiki infrastruktur yang ada di sekitar operasional perusahaan.

Hal ini yang telah dilakukan PT Kalimantan Agro Sejahtera (KAS) Group, yang telah dirasakan masyarakat petani plasma di wilayah Kecamatan Bentian Besar, yang kerap terlibat dalam mempercepat peningkatan infrastruktur jalan dalam mendukung program pemerintah daerah.

Imansyah, salah satu advokat dan staff PT Kas Group menegaskan, pihaknya berkomitmen mendukung kelancaran akses transportasi masyarakat, dengan terus melakukan perbaikan pada ruas jalan nasisonal Simpang Kalteng, khususnya pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan.

“Opini suyektif yang menyatakan Kas Group tidak pernah melaksanakan kegiatan perbaikan jalan di Simpang Kalteng, samasekali tidak benar dan tidak berdasar. Kami berkontribusi dan berperan aktif dalam perbaikan jalan nasional ini sesuai dengan kemampuan kami,” tegas Imansyah, saat dikonfirmasi wartawan Senin (9/3/2026).

Secara rinci Imansyah juga memaparkan, empat perusahan di bawah naungan PT KAS Group pada tahun 2025 telah menggelontarkan anggaran biaya secara mandiri guna perbaikan ruas jalan nasional sebesar Rp2,2 miliar. Adapun material yang digunakan merupakan batu giling (crusher) sebanyak 5.792 kubik meter, 1.448 ret.

Biaya yang dikeluarkan Perusahaan terdiri dari alokasi alat berat pada tahun 2025 sebesar Rp 983,7 juta, alokasi alat berat 2026 sebesar Rp69,7 juta.  Total alokasi alat berat pada 2025-Februari 2026 sebesar Rp1,05 miliar.

Sedangkan total batu pecah sebanyak 5.376 kubik,  dengan nilai Rp1,07 miliar pada tahun 2025 dan 416 kubik meter dan 104 ret dengan nilai Rp 81,7 juta pada tahun 2026.

“Empat perusahaan ini terdiri dari PT. Borneo Citra Persada Mandiri, Borneo Citra Persada Abadi, Borneo Citra Persada Jaya dan Citra Palma Pertiwi. Adapun perbaikan jalan yang telah dilaksananakn mulai dari Simpang Kalteng ke Bukit Odang, Bukit Pancoran, Simpang Naga, Dilang Puti, Depan Lamin Dilang Puti, Areekng, Bukit Manurung, Tanah Wakaf sampai Simpang Banjar,” jelasnya.

 

Imansyah menegaskan, pelaksanaan perbaikan ruas jalan nasional tersebut, pihaknya telah melakukan koordinasi dan bekerjasama dengan pemerintah yakni Kontraktor BPJN di lapangan.

“Kerja sama tersebut kami menyiapkan material batu gilingnya. Sementara alat berat kontraktor BPJN yang meratakannya di tempat-tempat tertentu. Di samping itu kami juga mengerjakan sendiri, karena kami juga memiliki alat berat yang juga siap di lokasi,” pungkasnya.

Imansyah menilai langkah nyata dari PT KAS Group ini sebagai solusi cerdas dalam mengatasi keterbatasan anggaran daerah saat ini. Sebab, kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan, agar pembangunan tidak terhenti akibat kebijakan efisiensi anggaran pusat.

“Kami tidak tutup mata, selama ini partisipasi dunia usaha khususnya sektor perkebunan kelapa sawit, melalui program tanggung jawab sosial (CSR) menjadi pilar pendukung kemajuan wilayah. Inilah yang kita sudah laksanakan. Akan tetapi masih ada opini suyektif terkait hal yang telah perusaahan tunaikan,” tutupnya. (**)

Gen Z Akui Mudah Kehilangan Fokus Saat Ngobrol Tatap Muka

March 5, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA – Percakapan tatap muka yang dulu terasa alami kini tidak selalu mudah bagi sebagian Generasi Z. Di tengah kebiasaan berkomunikasi melalui pesan singkat dan media sosial, interaksi langsung terkadang terasa lebih canggung atau bahkan cepat membosankan.

Seorang mahasiswa berusia 21 tahun, Rafi Pratama, mengaku dirinya sering tanpa sadar mengecek ponsel saat sedang berbicara dengan orang lain.

“Kadang lagi ngobrol tiba-tiba refleks lihat ponsel. Bukan karena lawan bicara tidak menarik, tapi karena sudah terbiasa ada notifikasi masuk,” ujarnya, Kamis (5/3/2026).

Pengalaman serupa juga dirasakan Nadya Putri, mahasiswi 22 tahun. Menurutnya, komunikasi melalui pesan digital terkadang terasa lebih nyaman dibanding percakapan langsung.

“Kalau lewat chat kita punya waktu untuk berpikir sebelum menjawab. Kalau ngobrol langsung kadang terasa canggung kalau ada jeda,” katanya.

Fenomena ini tidak hanya dirasakan oleh sebagian anak muda di Indonesia. Survei yang dilakukan oleh dalam laporan Mind Health Report menunjukkan kecenderungan serupa di kalangan Gen Z. Dilansir dari laporan tersebut, survei terhadap sekitar 2.000 responden berusia 18 hingga 28 tahun di Inggris menemukan sekitar 75 persen responden mengaku kesulitan mempertahankan fokus saat melakukan percakapan tatap muka.

Survei yang dilakukan bersama lembaga riset OnePoll itu juga mencatat sekitar 39 persen responden merasa terdorong untuk memeriksa ponsel ketika sedang berbincang dengan orang lain, terutama untuk melihat pesan atau notifikasi media sosial.

Meski demikian, sebagian anak muda mulai menyadari pentingnya menyeimbangkan kehidupan digital dengan interaksi nyata. Dalam survei yang sama, lebih dari separuh responden menyebut mereka mulai mencoba mengurangi waktu menggunakan media sosial demi menjaga kesehatan mental. (intan)

Penjual Besi Tua Jadi Korban Pembunuhan di Bongan

March 4, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SENDAWAR – Akibat terlilit hutang, seorang pemuda asal Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) rela menghabisi nyawa R (38). seorang pembeli besi tua. Pelaku berinisial B (34) menghabisi nyawa dan membawa uang sebesar Rp4,6 juta, dan sebuah sepeda motor butut milik korban di pinggir jalan Trans Kaltim, Kamis (26/2/2026)

Kasat Reskrim Polres Kubar, AKP. Khairul  Umam didampingi Kanit Tipidter Iptu. Agus saat dikonfirmasi menyampaikan, peristiwa pelaporan berawal adanya orang hilang yang diterima Polsek Bongan melalui laporan AR (31) pemilik usaha besi tua.

Kasat Reskrim Polres Kubar, AKP. Khairul Umam

Dijelaskan, Jumat malam (27/2), petugas berhasil mengamankan terduga pelaku.  Berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengembangan, terduga pelaku setelah dilakukan interogasi mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap korban dan menunjukkan lokasi tempat jenazah disembunyikan.

Anggota Polsek Bongan menemukan tempat korban dibunuh di Jalan Poros Trans Kaltim, Gunung Pidi, Kampung Muara Siram, Kecamatan Bongan, Kubar, Sabtu, (28/2/2026).

Khairul Umam menceritakan kronologis peristiwa berawal dari tersangka yang terlilit utang di sebuah Tempat Hiburan Malam (THM). Tersangka kemudian mempunyai inisiatif untuk menjual tembaga yang sebenarnya barang tersebut tidak ada. Dijanjikan kepada seorang pembeli besi tua untuk mengambilnya di pinggir jalan Trans Kaltim yang dia sembunyikan di dalam kebun kelapa sawit.

“Sebenarnya ini hanya siasat pelaku saja, padahal barangnya tidak ada,” kata Khairul  Umam.

“Barang bukti yang diamankan antara lain satu balok kayu ulin, sandal, tas, jaket, dan satu unit telepon genggam termasuk sepeda motor milik korban.

Terduga pelaku telah ditetapkan sebagai Tersangka dan dipersangkakan melanggar Pasal 458 ayat (1) dan (3) subsider Pasal 459 KUHP atau Pasal 466 ayat (3) KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal 15 tahun, dan untuk pasal yang lebih berat dapat dikenakan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau paling lama 20 tahun sesuai ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan untuk proses penyidikan lebih lanjut. (arf).

Sahur dalam Tabuhan Tradisi

March 4, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

SAMARINDA — Bulan Ramadan bukan sekadar soal ibadah puasa, tetapi juga dipenuhi tradisi-tradisi unik yang diwariskan secara turun-temurun. Di Indonesia, salah satu tradisi yang paling dikenal menjelang waktu sahur adalah tradisi beduk sahur, sebuah kebiasaan komunitas muslim yang membangunkan warga untuk makan sahur dengan cara menabuh beduk atau alat pukul lain sambil berteriak “Sahur! Sahur!”. Tradisi ini tidak hanya menjadi penanda waktu, tetapi juga bagian dari kebersamaan muslim di berbagai daerah.

Di berbagai kampung, suara beduk, kentongan, hingga ember plastik yang dipukul bertalu-talu menjadi alarm tradisional sebelum azan Subuh berkumandang. Anak-anak hingga pemuda biasanya berkeliling lingkungan sambil menabuh alat seadanya. Tak jarang, kegiatan ini berubah menjadi arak-arakan kecil yang penuh semangat.

“Kalau di Indonesia itu biasanya ramai sekali,” ujar Afif Luthfi Murtadho, Mahasiswa asal Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di Turki saat diwawancarai, Selasa (3/3/2026).

Menurutnya, tradisi ini tumbuh dari kultur komunal masyarakat Indonesia yang menjadikan Ramadan sebagai momentum kebersamaan, bukan hanya ibadah personal.

Menariknya, tradisi membangunkan sahur dengan tabuhan alat pukul juga ditemukan di Turki. Sejak era Kesultanan Ottoman, masyarakat di sana mengenal penabuh drum sahur yang disebut davulcu. Mereka berjalan kaki menyusuri permukiman pada dini hari sambil menabuh davul (drum tradisional) untuk mengingatkan warga agar bangun sahur.

Tradisi ini masih bertahan hingga kini, termasuk di kota besar seperti Istanbul. Para penabuh drum biasanya mengenakan pakaian khas dan memainkan ritme tertentu yang sudah dikenal warga setempat.

“Tradisi beduk sahur di Turki juga ada, cuma yang membedakan disini tidak seramai di Indonesia, beberapa pemuda menabuh drum seperti drum band. Tidak ada arak-arakan besar atau teriakan keras seperti di kampung-kampung Indonesia,” terangnya.

Meski atmosfernya berbeda, esensi keduanya tetap sama, membangunkan umat Muslim agar tidak melewatkan sahur sebelum fajar.

Di Indonesia, beduk sahur identik dengan riuh dan kebersamaan lintas usia. Sementara di Turki, tabuhan davul menjadi simbol warisan budaya yang dijaga sejak berabad-abad lalu. (intan)

Polres Kutai Barat Panen Raya Jagung di Siluq Ngurai

March 4, 2026 by  
Filed under Serba-Serbi

KUTAI BARAT – Polres Kutai Barat melaksanakan kegiatan Panen Raya Jagung serentak triwulan I Tahun 2026 di lahan industri pertanian Kampung Muhur, Kecamatan Siluq Ngurai, Kabupaten Kutai Barat, Selasa (3/3/2026).

Panen raya jagung dilaksanakan di lahan seluas kurang lebih 4,5 hektare dengan capaian hasil panen sekitar 2,3 ton jagung. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya bersama antara Polri, TNI, dan masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan serta pemanfaatan lahan produktif di wilayah Kabupaten Kutai Barat.

Kegiatan panen raya dihadiri Kabag Ops Polres Kutai Barat Kompol Teguh, Kabag SDM Polres Kutai Barat AKP Ahmad Said, Kapolsek Jempang Iptu Andi Ahmad, Kapolsek Siluq Ngurai Ipda Ginanjar Wahyu Utomo, Kasat Samapta Polres Kutai Barat Iptu Nurman, serta perwakilan dari unsur TNI di antaranya Kapten Edi dari Brigif TP 85/BTC, Letda Czi David Nikkolas Gurusinga, dari Yon TP 827/MCY, dan Serma Subadilah dari Koramil Muara Pahu.

Turut hadir Ketua Kelompok Tani Juata Muhur, Nasir, perwakilan BPP Kecamatan Siluq Ngurai Fatnurrahman Fitrah Anuar, serta personel Polsek Siluq Ngurai dan Polsek Jempang yang ikut mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. (arf)

Next Page »

  • vb

  • Pengunjung

    1453422
    Users Today : 328
    Users Yesterday : 5108
    This Year : 389932
    Total Users : 1453422
    Total views : 12811128
    Who's Online : 55
    Your IP Address : 216.73.216.167
    Server Time : 2026-03-10