Masuk Kubar Wajib Rapid Tes Tanpa Kecuali

January 23, 2021 by  
Filed under Kesehatan

Sekdakab Kubar Ayonius

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar), akan memberlakukan aturan wajib rafid tes bagi pendatang dari luar Kubar yang akan memasuki wilayah Kubar tanpa kecuali mulai Senin (25/1/2021)

“Kita akan memberlakukan rafid bagi siapapun pendatang dari luar Kubar mulai Senin (25/1) besok,”kata Sekdakab Ayonius saat ditemui awak media Jumat (22/1/2021) usai menghadiri undangan penetapan calon pemenang Pemilukada serentak 2020.

Dikatakan Ayonius, pemerintah akan bekerjasama dengan pihak terkait mulai dari TNI/Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP serta pihak kecamatan yang berada di penjuru perbatasan Kubar.

“Kita tidak pandang bulu siapapun yang mau memasuki Kubar wajib menunjukkan hasil rapid, baik pejabat maupun rakyat biasa,”tegasnya.

Dijelaskan Ayonius, sejauh ini pemerintah kewalahan menangani penyebaran covid 19. Salah satu upaya pemerintah memutus matarantai penyebaran covid 19 dengan mewajibkan setiap pendatang untuk menunjukkan hasil rapid tes sebelum memasuki wilayah Kubar, kecuali anak dibawah usia 12 tahun.

“Setelah sebulan kita akan evaluasi nanti seperti apa,”ungkapnya.

Ayonius menuturkan, berdasarkan imbauan dari Gubernur Kaltim kepada Bupati Kubar untuk segera melakukan antisipasi disetiap perbatasan, guna mencegah penyebaran covid 19 yang semakin luas.

“Kita akan jaga disemua pos perbatasan dengan aparat terkait dan Muspika dari kecamatan setempat,”tuturnya.

Ayonius membeberkan, pemerintah juga akan melakukan razia masker setiap hari dengan waktu dan tempat akan berpindah – pindah. Apabila masyarakat ada yang tidak memakai masker baik pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor dan mobil akan dikenakan denda sesuai dengan perda bupati nomor 30 tahun 2020.

“Kita bukan berharap uangnya tapi kesadaran masyarakat yang kita cari,”harapnya.

Diharapkan kepada seluruh masyarakat Kubar untuk mentaati protokol kesehatan, dengan rajin mencuci tangan, pakai masker, jaga jarak, jauhi kerumunan dan kurangi aktivitas yang tidak penting.

“Mari kita sama sama memutus mata rantai penyebaran covid 19 ini,”bebernya. (arf).

dr. Reisa : Inilah Lokasi Yang Harus Perketat Penggunaan Masker

January 23, 2021 by  
Filed under Kesehatan

vivaborneo.com – Masih tingginya angka penularan covid-19 di Indonesia termasuk di propinsi Kaltim, salah satu penyebabnya adalah rendahnya tingkat kepatuhan masyarakat pada protokol kesehatan 3 M yakni Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak (tidak berkerumun).

“Daerah-daerah yang diduga terjadi transmisi SARS-CoV-2, yang merupakan virus penyebab COVID-19. Baik itu di zona merah maupun kuning penyebaran corona, wajib memakai masker,” ujar dr. Reisa-Juru bicara Satgas Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (22/1/2021).

dr. Reisa

Reisa mengungkapkan hasil riset Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terkait efektivitas penggunaan masker yang sangat ampuh mencegah tertular virus corona. WHO menganjurkan untuk menggunakan masker secara disiplin dan ketat pada situasi-situasi tertentu, yakni:

Di dalam ruangan yang ventilasinya diketahui tidak baik, dan upaya penjagaan jaga jarak minimal 1 meter tidak dapat dilakukan. Di dalam rumah, saat ada tamu dari luar rumah dan ventilasi tidak baik dan penjagaan jarak fisik minimal 1 meter tidak dapat dilakukan. Di luar rumah, pada saat jaga jarak minimal 1 meter tidak dapat dilakukan.

Kemudian, masker juga wajib dipakai terutama pada orang-orang yang rentan dan berisiko tinggi tertular corona. Seperti orang-orang yang berusia di atas 60 tahun, atau orang-orang yang memiliki kondisi penyakit seperti kardiovaskular, diabetes melitus, paru kronis, kanker, cerebrovascular atau imunosupresi.

“Memakai masker dengan kualitas yang baik dapat melindungi diri dari mikrodroplets, sekalipun berada di ruangan sempit dan berventilasi buruk,” ungkapnya.

Bahkan, Menurut Reisa masker yang baik kualitasnya akan melindungi dari mikrodroplets, yakni percikan yang sangat kecil, yang dapat melayang di ruangan sempit dan berventilasi buruk. Atau penyebaran terbatas secara aerosol.

Termasuk wajib mengenakan masker pada daerah-daerah yang diduga terjadi transmisi SARS-CoV-2, yang merupakan virus penyebab COVID-19. Baik itu di zona merah maupun kuning penyebaran corona.

“Dan jika masker medis tidak tersedia, maka masker kainlah harus dipilih yang memenuhi spesifikasi, yakni masker kain tiga lapis. Dan ingat, memakai masker dan kombinasi menjaga jarak dan cuci tangan akan menurunkan risiko penularan drastis sampai ke tingkat terendah,” tutup Reisa.

Lindungi diri anda, keluarga dan orang tersayang dari penularan penyakit Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 yaitu Memakai Masker, Mencuci Tangan dan Menjaga Jarak atau tidak berkerumun. (Hel)

Siloam Hospital Balikpapan Berhasil Lakukan Operasi Bypass Jantung Koroner Pertama Di Balikpapan

January 23, 2021 by  
Filed under Berita, Kesehatan

Hospital Director Siloam, dr. Danie Poluan didampingi tim dokter oprasi jantung koroner.

Balikpapan – Penyakit jantung merupakan salah satu masalah kesehatan utama dan penyebab nomor satu kematian di dunia. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan lebih dari 17 juta orang di dunia meninggal akibat penyakit jantung dan pembuluh darah. Sekitar 31 persen dari seluruh kematian di dunia atau sekitar 7 juta disebabkan oleh penyakit jantung koroner, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mencatat sebanyak 15% atau 5 dari 1.000 penduduk Indonesia menderita penyakit jantung koroner.

Siloam Hospital Balikpapan (SHBP) sebagai salah satu rumah sakit swasta di Kalimantan Timur terus berupaya membantu perintah kota dalam melayani dan meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan melengkapi fasilitas bagi layanan bedah jantung terbuka. Diharapkan dengan adanya pelayanan ini, masyarakat Balikpapan tidak perlu lagi ke luar kota ataupun ke luar negeri untuk melakukan operasi jantung.

Siloam Hospital Balikpapan telah berhasil melaksanakan pelayanan bedah jantung terbuka pertama di Kota Balikpapan bahkan Kaltim, Sabtu (16/1/2021) lalu. Jenis operasi yang dilakukan adalah operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG) atau yang lebih lazim disebut Operasi Bypass Jantung Koroner. Secara sederhana, prosedur CABG digambarkan sebagai pembuatan jalur baru (bypass) di sekitar arteri yang tersumbat. Jalur baru dibutuhkan agar aliran darah menjadi lancar sehingga otot jantung cukup mendapatkan nutrisi dan oksigen.

Operasi ini dilakukan pada Pria berusia 50 tahun dengan kasus Penyakit Jantung Koroner. Ruang Bedah (Operating Theater) Siloam Hospital Balikpapan menjadi tempat pelaksanaan bedah jantung terbuka ini. Ketua Tim Operasi adalah dr. Ivan Joalsen Mangaratua, SpBTKV (K) yang juga menjadi operator utama, didampingi oleh dr. David Hermawan Chestian, SpBTKV, Med.Klin sebagai asisten operator dan dokter spesialis anestesi dr. Teddy Ferdinand, SpAn-KAKV. Selain itu dalam proses perawatan pasien ditangani oleh dokter-dokter spesialis yang ahli di bidangnya diantaranya dr. Eka Seprianti Widiastuti, SpAn-KIC sebagai Kepala ICU/ICCU/HCU/NICU, dr. Christian Moeljono, SpJP, FIHA, dr. M. Furgon, SpJP, dr. Shelly Laksmiari SpPD, dr. Edwin N Suak, SpRM.

Seluruh tahapan operasi berjalan lancar tanpa penyulit, yang bertangun selama 5 jam. Setelah operasi selesai, pasien dipindahkan ke Ruang ICCU (Intensive Cardiac Care Unit) untuk diobservasi. Selama di Ruang ICCU, fase pemulihan cukup cepat dan kondisi pasien semakin stabil. Fase pemulihan berikutnya dilaksanakan di lantai 8 ruang perawatan Siloam Hospital Balikpapan.

Setelah 5 hari proses pemulihan, tepat hari Jumat (22/1/2021) pasien sudah diperbolehkan untuk pulang dari rumah sakit dengan kondisi yang baik.

“Bedah jantung terbuka pertama di Balikpapan ini tentunya menjadi kebanggaan dan menjadi sejarah penting bagi Siloam Hospital Balikpapan, yang terus berupaya memberikan pelayanan kesehatan terbaik kepada masyarakat Kota Balikpapan, khususnya pelayanan bagi pasein dengan penyakit jantung. Kami harapkan kesuksesan operasi pertama ini akan kami teruskan untuk kasus-kasus operasi jantung berikutnya. Kami sampaikan penghargaan dan terima kasih kepada seluruh tim yang terlibat, sehingga operasi ini boleh terlaksana dengan hasil yang baik,” ujar Hospital Director Siloam Hospital Balikpapan, dr. Danie Poluan, Mkes, Jumat (21/1/2021).

Selama masa pandemi Covid-19, tindakan operasi, khususnya bedah jantung terbuka, di SHBP tetap bisa dilakukan dengan aman dan tepat, karena jaringan rumah sakit Siloam menjalankan protokol kesehatan bagi pasien, tenaga medis, dan seluruh pekerja yang ada di rumah sakit untuk memastikan keamanan dan kesehatan bersama. Dengan memastikan protokol dan skrining kesehatan sebelum tindakan operasi dilakukan, masyarakat tidak perlu menunda atau merasa takut untuk menjalani operasi jantung, karena kesehatan jantung adalah kondisi kesehatan yang harus segera ditangani secara cepat dan tepat.

“Siloam Hospital Balikpapan tetap melayani dan menjawab kebutuhan masyarakat yang memerlukan tindakan operasi jantung, pelayanan konsultasi, penjadwalan bedah jantung, persiapan, rujukan serta tindakan lainnya,” tambah Danie.

Danie pun memastikan jika pihaknya akan terus memastikan pasien bisa mendapatkan penanganan penyakit jantung secara optimal. (ndre)

Protokol Kesehatan 3M Paling Utama Walaupun Sudah Ada Vaksin

January 14, 2021 by  
Filed under Kesehatan

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalimantan Timur dr Nataniel Tandirogang

Vaksinasi Covid-19 di beberapa negara dunia khususnya di Indonesia sudah dimulai. Sejak Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan vaksinasi Covid-19 pertama kali di Indonesia, Rabu (13/1/2021). Namun penyuntikan vaksin perdana dan diikuti di beberapa propinsi di Indonesia ini justeru disambut dengan peningkatan angka penularan penyakit yang diakibatkan virus covid-19 ini.

Di seluruh dunia, angka terpapar covid-19 per 17 Januari 2021 mengalamai peningkatan dan menembus angka 95,1 juta orang dan menyebabkan 2,03 juta jiwa meninggal dunia. Di Indonesia sebanyak 907.929 orang dengan penambahan 11.287 orang dan yang meninggal dunia sebanyak 25.987 orang atau bertambah 220 orang. Sedangkan di Propinsi kaltim, penularan menembus angka 33.612 orang atau bertambah 454 orang dan kasus meninggal dunia sebanyak 873 orang atau bertambah 13 orang.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalimantan Timur dr Nataniel Tandirogang, mengatakan pemberian vaksin Covid-19 merupakan salah satu upaya dan langkah untuk bagaiamana pandemi Covid agar bisa dihilangkan.

“Walaupun vaksin Covid sudah ada, pelaksanaan protokol kesehatanlah yang paling utama. Disiplin menerapkan 3M, selalu memakai masker, sering cuci tangan dengan sabun pada air mengalir, dan jaga jarak interaksi, menghindari kerumunan ketika keluar dari rumah,” kata Nataniel Tandirogang, Kamis (14/1/2021).

Nataniel berharap warga Kaltim agar tidak pernah mengabaikan protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah.

“Mengabaikan protokol kesehatan berarti membuka peluang untuk terjadinya penularan dari mereka yang terpapar tanpa gejala. Kewaspadaan dengan tetap konsisten melakukan protokol kesehatan tetap diutamakan pada setiap aktivitas untuk mencegah Covid-19 secara efektif,” papar Nataniel.

Sementara itu Gubernur Kaltim Isran Noor merasa prihatin, karena daerah di Kaltim sudah masuk zona merah semua, dan kondisi ini tentunya menjadi perhatian serius. Tidak ada lagi zona kuning apalagi hijau. Pekan ketiga Januari 2021 ini seluruh wilayah di Kaltim berada dalam zona merah.

Isran Noor kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat Kaltim, untuk tidak menganggap enteng dan mengabaikan protokol kesehatan yang telah dianjurkan pemerintah dengan menerapkan disiplin dan taat 3M yaitu memakai masker, menjaga kebersihan (rajin mencuci tangan) serta hindari kerumunan dan menjaga jarak.

“Mengabaikan protokol kesehatan berarti membuka peluang untuk terjadinya penularan. Kewaspadaan dengan tetap konsisten melakukan protokol kesehatan harus diutamakan pada setiap aktivitas di luar rumah untuk mencegah Covid-19 secara efektif,” papar Isran Noor. (hel/*)

Gerakan Penegakan Disiplin Prokes

January 13, 2021 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Upaya menekan angka penularan Virus Corona atau Covid-19 atau positivity Rate di Kaltim yang sangat tinggi (18,6. red) terus dilakukan, salah satunya dengan cara mengimplementasikan penegakkan Peraturan Gubernur (Pergub) Kaltim Nomor 48/2020 tentang Disiplin Protokol Kesehatan. Hal ini sesuai dengan arahan Satgas Covid-19 Nasional agar pemerintah daerah betul-betul menegakkan disiplin protokol kesehatan kepada masyarakat.

“Kami terus melakukan patroli penegakkan disiplin kepada masyarakat. Terutama di ruas-ruas jalan di Samarinda,” kata Kepala Satpol PP Kaltim Gede Yusa didampingi Kabid Trantibumas Satpol PP Kaltim Edwin Nofiansyah Rahim dan Kabid Linmas H Hasan di Kantor Gubernur Kaltim, Selasa (12/1/2021).

Gerakan penegakan Disiplin Prokes ini dilakukan, akan terus dan selalu dilakukan mengingat Kaltim sudah masuk zona merah. Artinya seluruh kabupaten dan kota se Kaltim sudah berstatus zona merah.

Hal ini menunjukkan Covid tidak bisa dianggap sepele. Karena itu, tanpa adanya kemauan yang keras oleh masyarakat untuk disiplin melaksanakan protokol kesehatan, maka tentu akan berat pemerintah daerah bisa menurunkan kasus corona.

“Kita akan melakukan secara berkelanjutan gerakan ini. Dimulai hari ini. Dengan tujuan agar masyarakat sadar. Caranya, melakukan imbauan langsung bagi pengguna jalan di Samarinda,” jelasnya.

“Apabila tidak ada menggunakan masker kita berikan masker. Kami tidak berikan sanksi, tapi bagaimana membangun kesadaran agar sama-sama menjaga. Ya sekaligus sosialisasi,” ungkapnya.

Gerakan penegakan Pergub 48/2020 Disiplin Protokol Kesehatan diikuti Kepala BPBD Kaltim Yudha Pranoto, unsur Pemkot Samarinda, Satpol PP Samarinda, BPBD Samarinda dan Polresta Samarinda.

Gerakan disiplin Prokes 3 M seperti mencuci tangan pakai sabun, memakai masker dan menjaga jarak juga diikuti dengan penyemprotan disinfektan di kantor-kontar pemerintah propinsi Kaltim. (hel/*)

« Previous PageNext Page »