Jangan Kendur Disiplin Protokol Kesehatan

February 19, 2021 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA – Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 kembali meningkat di Kaltim. Perkembangan pada Kamis (18/2/2021) terdapat tambahan harian terkonfirmasi positif sebanyak 518 kasus, sementara sembuh atau selesai isolasi 492 kasus.

“Intinya, kalau kita mau sehat, ya disiplin protokol kesehatan. Jangan kendur,” tegas Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Kaltim Yudha Pranoto, Jumat (19/2/2021).

Penularan tinggi yang kembali terjadi menurut Yudha, bisa dipastikan karena kurangnya disiplin masyarakat terhadap penerapan protokol kesehatan.

Sebab jika media penyebaran Covid-19 ini diisolasi atau ditutup, maka akan sangat sulit virus berbahaya ini masuk ke tubuh-tubuh yang lain. Dengan begitu maka tidak akan terjadi penularan dan penyebaran lagi.

“Protokol kesehatan 5M itu cara termudah dan terbaik untuk memutus rantai penularan Covid-19. Hanya butuh kedisiplinan bersama,” tukas Yudha.

Protokol kesehatan 5M itu adalah memakai masker, menjaga jarak aman, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas di luar rumah.

Penambahan kasus positif tertinggi kemarin berasal dari Kutai Timur dengan 153 kasus dan Balikpapan dengan 117 kasus.

“Tambahan kasus positif terjadi di semua kabupaten dan kota. Jadi dimana pun kita berada, 5M tidak boleh kendur,” pesan Yudha lagi. (sam)

Sekata Medical Center Layani PCR dengan Alat Milik Sendiri

February 4, 2021 by  
Filed under Kesehatan

SAMARINDA –Masyarakat Samarinda tidak perlu harus antri di Rumah Sakit atau Bapelkes, untuk mendapatkan layanan Sweb PCR (polymerase chain reaction) yaitu pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi keberadaan material genetik dari sel, bakteri atau virus yang ada dalam tubuh manusia, cukup datang ke Sekata Medical Center yang terletak di Jalan P. Suryanata Air Putih Samarinda, sekitar 200 meter dari simpang empat air putih.

“Di Samarinda selama ini yang punya alat PCR hanya rumah sakit. Sekata Medical Center baru satu-satunya poliklinik yang memiliki alat PCR. Sehingga jika ada yang meminta test PCR pekerjaannya tidak perlu dirujuk ketempat lain, langsung bisa ditangani sendiri, sehingga cepat selesai, dan bisa memberikan hasil 1x 24 jam”, jelas dr. Desi .Nurhuda penanggung jawab Klinik Sekata Medical Center.

Dijelaskan Desi, jika pasien memerlukan cepat hasil PCR ambil sampel pagi, sore bisa diketahui hasilnya. Namun pelayanan standar Sekata 1×24 jam untuk mengantisipasi ada halangan yang tidak terduga.

Sesi pengambilan sampel setiap hari ada dua sesi, mulai dari Senin sampai dengan Sabtu. Untuk sesi pagi pendaftaran dan pengambilan sampel jam 08.00 hingga jam 10.00. Sesi siang pendaftaran dan pengambilan sampel jam 13.00 hingga jam 16.00. Sampelnya diambil dari hidung dan dari mulut.

“Setiap pasien diambil sampel maka pada saat itu juga sudah bisa langsung dikerjakan”, jelas Desi.

Menurutnya, dalam satu kali pekerjaan alat PCR yang dimiliki Sekala Medical Center mampu memeriksa 99 sample sekaligus.

“Jika sampel yang masuk lebih dari 99, maka harus dua kali pekerjaan. Jam 11.00 mulai pemeriksaan, waktu normal selesai pekerjaan pemeriksaan sampel sekitar 5 jam selesai..” jelasya.

Selain melayani PCR, Sekata Medical Center juga melayani Rapid Antigen. Untuk proses pekerjaan antara 15-20 menit.

“Jika tidak banyak antrian, maka 30 menit sudah bisa terima hasilnya. Namun jika pasien banyak, harus sabar menunggu”, jelasnya.

Menurut Lukman Hakim, owner Sekala Medical Center, kelebihan Alat PCR yang dimiliki oleh Sekata Medical Center adalah memiliki akurasi 99 persen.

“Alat yang kami miliki langsung di import dari German dan memiliki akurasi 99 persen. Minim sekali negative false, apalagi positif false.”, jelas Lukman Hakim.

Untuk tarif pelaksanaan PCR di Sekata hanya Rp.900 ribu. Sementara untuk antigen Rp230 ribu.

“Harga ini relatif murah untuk wilayah Samarinda,” jelas Lukman.

Sekata Medical Center juga melayani pengambilan sampel ditempat. Pasien tidak perlu datang ke klinik. Petugas akan mendatangi ke tempat pasien.

“Misalnya perusahaan yang memerlukan test PCR untuk karyawan, kita bisa kirim petugas ke perusahaan tersebut dan ambil sampel disana, sehingga waktunya tidak terbuang harus menuju ke klinik”, jelas Lukman. (vb-01)

Kutai Timur Memulai Vaksin COVID-19

January 30, 2021 by  
Filed under Kesehatan

SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akhirnya mengelar “Kick Off Pencanangan Vaksinasi COVID-19”, guna menurun angka penyebaran corona di wilayahnya. Kegiatan yang prakasai Dinkes Kutim ini bertema “Kesehatan Pulih, Ekonomi Bangkit yang berlangsung di BPU Kantor Camat Sangatta Utara, Sabtu (30/1/2021). Acara itu dibuka langsung oleh Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang dan dihadiri Seskab Irawansyah, Ketua DPRD Kutim Joni, Kapolres Kutim AKBP Welly Djatmoko, Dandim 0909 Sangatta Pabate, Danlanal Osben Alibos Naibaho, unsur muspika, dan undangan lainnya.

Vaksinasi pertama diberikan kepada 10 tokoh dan ketua-ketua organisasi se Kutim. Untuk Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang, tidak diberi vaksin Sinovac lantaran tidak memenuhi kriteria dan Seskab Kutim Irawansyah yang mengalami masalah tekanan darah. Akhirnya penerima vaksin perdana dilakukan oleh Kadinkes Bahrani, Kasdim 0909 Sangatta Ahmad Albar, Kabag Ops Polres Kutim AKP La Ode Prastyo, Ketua DPRD Kutim Joni dan dilanjutkan kepada 14 orang lainnya.

Pada kesempatan itu, Plt Bupati Kutim Kasmidi mengucapkan syukur karena di Kutim telah memulai vaksinasi COVID-19. Ia mengatakan Kutim kali ini mendapat vaksin Sinovac sejumlah 6.160, tentu semua itu diutamakan untuk nakes terlebih dahulu berjumlah sekitar 3.000 dan 3000 sisanya untuk masyarakat Kutim yang dimulai dari pejabat-pejabat di Kutim hingga tokoh masyarakat.

“Pada hari ini, Sabtu (30/1 /2021) telah kita mulai vaksinasi dari pejabat yang hadir. Alhamdulillah semua berjalan dengan lancar,” kata Kasmidi.

Plt Bupati mengajak kepada seluruh masyarakat Kutim untuk menerima vaksin Sinovac, jika terpilih menjadi vaksinator. Pasalnya vaksin ini bertujuan mencegah COVID-19 dan kebal dari paparanya.

” Jangan termakan isu Hoak, vaksin ini tujuannya menghindarkan kita dari COVID-19 tidak ada hal lain,” tegasnya.

Terakhir, ia berpesan tetap patuhi protokol kesehatan, gunakan masker selalu, menjaga jarak dan rajin mencuci tangan.(hms7)

Tekan Penularan Covid-19, Kutai Kartanegara Berlakukan PPKM

January 27, 2021 by  
Filed under Kesehatan

TENGGARONG – Kasus penularan covid-19 di Kabupaten Kutai Kartanegara berdasarkan data per tanggal 25 Januari 2021, ada 6.471 kasus terkonfirmasi positif, yang terdiri dari 1.241 kasus aktif, 5.097 kasus sembuh, dan 123 kasus meninggal dunia.

Tingginya angka penularan covid-19 ini, membuat Pemkab Kutai Kartanegara akhirnya mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor : P-34/DINKES/065.11/01/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Kutai Kartanegara, tertanggal 25 Januari 2021.

Surat Edaran yang berlaku selama 14 hari dimulai dari 27 Januari hingga 9 Februari 2021 itu berisi 11 poin, dan ditandatangani Bupati Edi Damansyah yang juga selaku ketua Satgas Covid-19 Kabupaten Kutai Kartanegara.

Edi menerangkan, kasus Corona dalam dua pekan ini, mengalami penambahan signifikan, berakibat pada meningkatnya tingkat hunian di rumah sakit. “Ini hampir melampaui kemampuan fasilitas kesehatan pelayanan kesehatan di Kutai Kartanegara,” jelas Edi.

Berikut hal hal yang diatur dalam PPKM Kabupaten Kutai Kartanegara :

  1. Menutup semua area publik dan tempat wisata milik Pemkab Kukar. Tempat wisata yang dikelola swasta sementara masih diininkan dengan pembatasan aktifitas dibatasi s.d pukul 17.00 Wita (tidak diperbolehkan menginap/berkemah di lokasi wisata) dan jumlah pengunjung 25% dari kapasitas yang tersedia serta wajib menerapkan protokol secara ketat.
  2. Menghentikan semua kegiatan yang dilaksanakan oleh Pemkab Kukar, BUMD/BUMN, Perusahaan dan Organisasi Kemasyarakatan/Keagamaannya baik di dalam maupun luar ruangan yang mengumpulkan massa dalam jumlah besar (lebih dari 20 orang atau 25% dari kapasitas ruangan).
  3. Menerapkan 75% Work From Home (WFH) dan 25% Work From Office (WFO) bagi semua Organisasi perangkat daerah (OPD) Kukar yang tidak menjalankan fungsi pelayanan publik.
  4. Melarang seluruh kegiatan masyarakat yang dilaksanakan baik dalam maupun luar ruangan yang bersifat keramaian/ mengumpulkan massa seperti Cara Free Day (CFD), event-event olahraga/budaya, konser musik dan kegiatan lomba.
  5. Menerapkan protokol yang ketat terhadap kegiatan resepsi pernikahan/tasmiyahan/syukuran, pengajian/tabligh akbar, ibadah kelompok doa/rayon yang selanjutnya akan diatur dalam SE tersendiri.
  6. Memberikan izin secara terbatas kepada ASN/Pejabat yang melaksanakan perjalanan dinas ke dalam/luar wilayah Kukar maupun menerima kunjungan kerja dari luar daerah.
  7. Melakukan pembatasan waktu beroperasi sebagai berikut: Pasar rakyat/pasar malam dibatasi : Pagi dari pukul 06.30 s.d 08.00 Wita dan Sore dari pukul 16.30 s.d 20.00.

Restoran/rumah makan, angkringan, cafe, Pendagang Kali Lima (PKL), tempat hiburan/ketangkasan dan usaha sejenis dibatasi s.d pukul 21.00 wita.

Pembatasan pengunjung yang makan maksimal 25% dari kapasitas ruangan/tempat duduk dan wajib melakukan rekayasa pengaturan ruangan/tempat duduk.

  1. Ketentuan nomor 7, poin B dikecualikan bagi restoran/rumah makan/cafe yang merupakan role model penerapan prokes dan dapat beroperasi s.d pukul 23.00 Wita yang ditetapkan melalui penunjukan/persetujuan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kukar.
  2. Kepada seluruh pengelola rumah ibadah untuk lebih meningkatkan penerapan prokes pelaksanaan ibadah dengan pembatasan umat/jemaah/jemaat maksimal 50% dari kapasitas rumah ibadah serta melakukan rekayasa pengaturan tempat ibadah.
  3. Mengintruksikan kepada Camat, Lurah, Kepala Desa dan tim Penegakan Hukum Satgas Covid-19 Kabupaten Kutai Kartanegara untuk melakukan rekayasa, razia, pembubaran massa, penutupan aktifitas.
  4. Kepada masyarakat Kukar untuk selalu patuh dalam penerapan protokol kesehatan Covid-19 dengan wajib memakai masker dengan baik dan benar (menutupi hidung dan mulut hingga dagu). Baik di dalam/luar ruangan atau saat berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya. Menjaga jarak dan mencuci tangan, menghindari tempat keramaian dan berkumpul dan mandi/membersihkan diri setelah beraktivitas sebelum berinteraksi dengan anggota keluarga yang lain. (Hel/*)

Masuk Kubar Wajib Rapid Tes Tanpa Kecuali

January 23, 2021 by  
Filed under Kesehatan

Sekdakab Kubar Ayonius

SENDAWAR – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Pemkab Kubar), akan memberlakukan aturan wajib rafid tes bagi pendatang dari luar Kubar yang akan memasuki wilayah Kubar tanpa kecuali mulai Senin (25/1/2021)

“Kita akan memberlakukan rafid bagi siapapun pendatang dari luar Kubar mulai Senin (25/1) besok,”kata Sekdakab Ayonius saat ditemui awak media Jumat (22/1/2021) usai menghadiri undangan penetapan calon pemenang Pemilukada serentak 2020.

Dikatakan Ayonius, pemerintah akan bekerjasama dengan pihak terkait mulai dari TNI/Polri, Dinas Kesehatan, Dinas Perhubungan, Satpol PP serta pihak kecamatan yang berada di penjuru perbatasan Kubar.

“Kita tidak pandang bulu siapapun yang mau memasuki Kubar wajib menunjukkan hasil rapid, baik pejabat maupun rakyat biasa,”tegasnya.

Dijelaskan Ayonius, sejauh ini pemerintah kewalahan menangani penyebaran covid 19. Salah satu upaya pemerintah memutus matarantai penyebaran covid 19 dengan mewajibkan setiap pendatang untuk menunjukkan hasil rapid tes sebelum memasuki wilayah Kubar, kecuali anak dibawah usia 12 tahun.

“Setelah sebulan kita akan evaluasi nanti seperti apa,”ungkapnya.

Ayonius menuturkan, berdasarkan imbauan dari Gubernur Kaltim kepada Bupati Kubar untuk segera melakukan antisipasi disetiap perbatasan, guna mencegah penyebaran covid 19 yang semakin luas.

“Kita akan jaga disemua pos perbatasan dengan aparat terkait dan Muspika dari kecamatan setempat,”tuturnya.

Ayonius membeberkan, pemerintah juga akan melakukan razia masker setiap hari dengan waktu dan tempat akan berpindah – pindah. Apabila masyarakat ada yang tidak memakai masker baik pejalan kaki maupun pengendara sepeda motor dan mobil akan dikenakan denda sesuai dengan perda bupati nomor 30 tahun 2020.

“Kita bukan berharap uangnya tapi kesadaran masyarakat yang kita cari,”harapnya.

Diharapkan kepada seluruh masyarakat Kubar untuk mentaati protokol kesehatan, dengan rajin mencuci tangan, pakai masker, jaga jarak, jauhi kerumunan dan kurangi aktivitas yang tidak penting.

“Mari kita sama sama memutus mata rantai penyebaran covid 19 ini,”bebernya. (arf).

Next Page »