Kesantunan Berbahasa Diperlukan dalam Berbangsa dan Bernegara

August 6, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA– Kesantunan berbahasa dalam komunikasi tetap diperlukan dalam berbangsa dan bernegara untuk menjaga kebersamaan, keharmonisan, dan ketenangan bersama.

Kesantunan berbahasa harus tetap dijaga, jangan sampai jatuh ke dalam situasi komunikasi yang tidak beradab, barbar. Zaman barbar sudah berlalu ketika manusia belum mengenal etika dan hukum.

Demikian benang merah hasil diskusi  Reboan Forum Wartawan Kebangsaan (FWK) yang berlangsung di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Diskusi dihadiri sejumlah wartawan senior dipimpin Koordinator Nasional FWK Raja Parlindungan Pane. Diskusi menyoroti berbagai masalah kekinian yang menjadi keprihatinan bersama.

Dalam diskusi yang juga dihadiri pendiri FWK, Hendry Ch. Bangun mantan Wakil Ketua Dewan Pers, materi diskusi yang paling menjadi sorotan adalah penggunaan bahasa dalam berkomunikasi, baik yang dilakukan Presiden RI Prabowo Subianto maupun masyarakat yang memberi tanggapan terbuka di berbagai aplikasi media sosial.

Penggunaan bahasa di media sosial belakangan ini dinilai oleh forum diskusi, sudah kebablasan. Kata-kata yang tidak pantas, seperti makian, umpatan, dan hinaan bertebaran dalam postingan-postingan, meme-meme, unggahan video, maupun komentar-komentar atas unggahan-unggahan tentang berbagai hal, terutama reaksi atas ucapan atau pidato Presiden RI Prabowo Subianto di luar teks resmi pidato.

Dalam diskusi tersebut, Pemimpin Redaksi VOI.ID Iqbal Irsyad mengatakan, reaksi keras dan kasar menanggapi ucapan presiden yang dinilai tidak akurat semakin menjadi-jadi. Terakhir mengenai sebuah usaha penggilingan padi yang dikatakan presiden mendapat keuntungan dua triliun rupiah dalam satu kali musim panen.

“Kemudian soal tudingan presiden terhadap wartawan, LSM, dan pengamat sebagai londo ireng,” kata Iqbal yang  juga mantan Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

Hendry Ch. Bangun berpendapat, di tengah situasi seperti sekarang ini diperlukan komunikasi publik yang dapat mendinginkan suasana. Kalau dibiarkan seperti sekarang ini, akan berakibat buruk dan tidak menguntungkan semua pihak, baik untuk negara maupun bangsa.

“Negeri ini tidak kekurangan orang hebat dalam mengelola kompleksitas  dalam berkomunikasi publik. Angkat lah mereka itu guna mendinginkan suasana dan mengatasi kekisruhan akibat komunikasi yang kurang tepat,” tutur Hendry, mantan wartawan senior senior Harian Kompas.

Menurut Hendry CH Bangun dalam diskusi tersebut, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon sebaiknya masuk dalam lingkaran dalam presiden. “Sehingga kualitas komunikasi pemerintah semakin berbobot,” kata Hendry.

Semua peserta rapat sepakat Fadly Zon masuk lingkaran dalam presiden. Tujuannya untuk menambah bobot komunikasi pemerintah kepada masyarakat. Munculnya nama Fadli Zon terkait dengan akan adanya reshuffle  kabinet dalam waktu dekat.

Raja Parlindungan Pane, wartawan senior dan pemimpin redaksi peserta diskusi Yesayas Octavianus, Budi Nugraha, Umy Syarifah, Herwan Pebriansyah, Dadang Rachmat, Berman Nainggolan L Radja, dan Rudy Sitompul sepakat dengan apa yang disampaikan Hendry dalam diskusi.

“Kita di FWK harus ikut mendukung penyelesaian rumitnya persoalan negeri ini. Kita sudah berkali-kali membahas tentang komunikasi. Sekali lagi kita sampaikan kritik dan masukan kita untuk kebaikan,” kata Raja Pane.

Mantan wartawan Harian Kompas Mohammad Nasir yang hadir dalam diskusi ini juga berpendapat, bahwa komunikasi dengan menggunakan tutur kata yang santun mutlak diperlukan, supaya dapat mewujudkan kebersamaan dan saling percaya.

Sementara itu Berman Nainggolan berpendapat, dalam situasi ekonomi sulit ini, perlu kehati-hatian dan keakuratan pemerintah dalam menyampaikan kebijakannya kepada masyarakat. “Masyarakat perlu mendapatkan informasi yang sejuk dan nyaman. Sehingga masyarakat tidak bertambah bingung,” ujar Berman.  (*)

Telkomsel Tumbuh Sehat di Semester I 2026

August 3, 2026 by  
Filed under Nusantara

JAKARTA – Fokus pada kebutuhan pelanggan dan konsistensi menghadirkan layanan dengan semangat “Melayani Sepenuh Hati” terus memperkuat fundamental bisnis Telkomsel. Sepanjang Semester I 2026, Telkomsel mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan profitabilitas positif. Capaian ini menunjukkan bagaimana transformasi BUMN dapat memberikan manfaat nyata ketika diwujudkan melalui layanan yang semakin aman, andal, praktis, dan relevan bagi pelanggan.

Kinerja tersebut selaras dengan arah transformasi Telkom Group sebagai strategic holding digital nasional di bawah pengelolaan Danantara Indonesia. Transformasi ini mendorong penguatan tata kelola, peningkatan fokus bisnis, optimalisasi aset, serta organisasi yang semakin lincah dalam menjawab kebutuhan ekosistem digital nasional. Sebagai operating company, Telkomsel menerjemahkan arah tersebut melalui investasi yang disiplin, penguatan kualitas jaringan, penyederhanaan produk dan layanan, serta pengalaman pelanggan yang semakin praktis.

Tumbuh Sehat dengan Memberi Nilai Lebih bagi Pelanggan

Pada Semester I 2026, Telkomsel membukukan pendapatan sebesar Rp55,6 triliun, tumbuh 3,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. EBITDA pun meningkat 8,6% menjadi Rp26,1 triliun, dengan margin menguat dari 44,6% menjadi 46,9%. Laba bersih tumbuh 8,3% menjadi Rp10,4 triliun, mencerminkan pertumbuhan yang semakin berkualitas, operasional yang efisien, serta pelaksanaan investasi yang terarah.

Angka pertumbuhan tahunan itu didukung oleh pendapatan bisnis mobile yang meningkat 5,6% menjadi Rp42,8 triliun dan pendapatan bisnis digital yang tumbuh 11,0% menjadi Rp40,8 triliun. Konsumsi data juga meningkat 0,8% dibanding tahun sebelumnya menjadi 11,8 juta terabyte, menunjukkan peran konektivitas yang semakin besar dalam membantu pelanggan bekerja, belajar, menjalankan usaha, dan menikmati layanan digital.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho, menyatakan, “Capaian Semester I 2026 merupakan hasil dari kepercayaan pelanggan serta kerja bersama seluruh insan Telkomsel untuk terus melayani dengan sepenuh hati. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelanggan, Telkom Indonesia sebagai perusahaan induk, serta Danantara Indonesia yang terus memperkuat arah transformasi, tata kelola, dan daya saing Telkom Group.”

Pertumbuhan Berkualitas Ditopang Produktivitas Pelanggan dan Keandalan Jaringan

Adapun pertumbuhan bisnis mobile yang sehat didukung melalui penyederhanaan produk, disiplin penawaran, dan peningkatan adopsi layanan dengan nilai tambah yang lebih relevan. Pada Semester I 2026, rata-rata pendapatan per pelanggan mobile meningkat 9,0% dibanding tahun sebelumnya menjadi Rp45,6 ribu, dengan basis pelanggan mencapai 153,5 juta. Capaian ini mencerminkan peningkatan produktivitas pelanggan dan kebutuhan yang semakin kuat terhadap layanan digital Telkomsel.

Untuk menjaga kualitas pengalaman pelanggan, hingga akhir Juni 2026 Telkomsel mengoperasikan sekitar 301 ribu BTS, yang terdiri atas sekitar 246 ribu BTS 4G, 6 ribu BTS 5G, dan 49 ribu BTS 2G. Penguatan jaringan dilakukan secara terarah untuk menghadirkan layanan yang semakin cepat, stabil, dan responsif, sekaligus memastikan investasi mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan. (*)

Pertamina Patra Niaga Kalimantan Perkuat Pemberdayaan Generasi Muda

July 31, 2026 by  
Filed under Nusantara

‎‎SAMARINDA – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan memperkuat komitmennya dalam mendukung tumbuh kembang anak dan generasi muda melalui Program Pengembangan Pendidikan dan Kreativitas Anak (Pendikresa) yang dijalankan Fuel Terminal Samarinda.

‎‎Momentum Hari Anak Nasional 23 Juli 2026  dimanfaatkan perusahaan untuk menegaskan dukungannya terhadap peningkatan kualitas pendidikan, kreativitas, dan pengembangan karakter anak-anak di sekitar wilayah operasional perusahaan.

‎‎Program Pendikresa menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pendampingan belajar, penguatan literasi, pendidikan keagamaan, hingga pengembangan keterampilan dan kreativitas anak. Pelaksanaannya melibatkan masyarakat, relawan, pemerintah, dan berbagai mitra guna menciptakan lingkungan belajar yang mendukung lahirnya generasi muda yang cerdas, berkarakter, peduli lingkungan, dan berdaya saing.

‎‎Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Kalimantan, Edi Mangun mengatakan, program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan perusahaan disusun berdasarkan hasil pemetaan sosial yang terukur untuk mengidentifikasi kebutuhan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

‎‎“Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk mengingatkan kita bahwa setiap anak berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya. Melalui Program Pendikresa, perusahaan berkomitmen menghadirkan ruang belajar yang dapat membentuk karakter, mengembangkan kreativitas, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” ujar Edi.

‎‎Berdasarkan hasil pemetaan sosial program tersebut, keterbatasan akses pendidikan di wilayah sasaran bukan disebabkan rendahnya minat belajar anak, melainkan belum tersedianya ruang belajar berbasis komunitas yang mampu menghubungkan anak-anak, orang tua, pemuda, dan relawan.

‎‎Sejak diluncurkan pada 2023, Pendikresa terus berkembang dengan mengusung empat pilar utama, yakni pendidikan, lingkungan, pemberdayaan, serta kreativitas dan pengembangan karakter.

‎Hingga 2026, sebanyak 70 anak telah mengikuti program bimbingan belajar, sementara 250 anak berpartisipasi dalam kelas minat dan bakat. Selain itu, sebanyak 35 pemuda lokal terlibat aktif sebagai relawan dalam mendukung keberlanjutan program.

‎‎Program ini juga melahirkan The Recycle Room, sebuah pusat edukasi dan pengolahan sampah kertas yang bertujuan meningkatkan kepedulian lingkungan sekaligus menciptakan aktivitas positif dan produktif bagi masyarakat sekitar.

‎‎Menurut Edi, Pendikresa tidak hanya memberikan manfaat bagi anak-anak, tetapi juga membuka ruang bagi pemuda untuk berkontribusi sebagai agen perubahan di lingkungannya.

‎‎“Program ini tidak hanya memberikan pendampingan kepada anak-anak, tetapi juga membuka ruang bagi pemuda lokal untuk mengambil peran sebagai relawan dan penggerak perubahan di lingkungannya,” katanya.

‎‎Atas dampak sosial yang dihasilkan, Program Pendikresa meraih penghargaan ENSIA Awards 2025 pada kategori Inovasi Sosial. Sementara Yurni Handayani sebagai local hero sekaligus penggagas program tersebut menerima penghargaan ENSIA Awards 2025 kategori Pengurangan Kesenjangan.

‎‎Melalui Pendikresa, Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan menegaskan komitmennya untuk terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat, tidak hanya melalui penyediaan energi, tetapi juga lewat kontribusi sosial yang berdampak pada peningkatan kualitas pendidikan, lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat.*

MALIKA 2.0, Ubah Jelantah Menjadi Produk Bernilai Guna

July 31, 2026 by  
Filed under Nusantara

Peserta Pelatihan dari 3 Desa sedang di berikan Edukasi terkait pemanfaatan Minyak Jelantah yang di olah dan dapat menambah nilai ekonomi.

ROKAN HILIR – PT Patra Drilling Contractor (PDC) membekali masyarakat di tiga desa di Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, dengan keterampilan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi dan sabun melalui program TJSL MALIKA 2.0 (Mari Kelola Jelantah Kita).

Program yang dilaksanakan 14–16 Juli 2026 ini melibatkan 25 peserta dari Desa Bangko Bakti, Desa Bangko Jaya, dan Desa Bangko Permata, Kecamatan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir, Riau. Para peserta mendapatkan edukasi mengenai dampak pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan serta pelatihan untuk mengolahnya menjadi lilin aromaterapi dan sabun bernilai guna.

MALIKA 2.0 merupakan pengembangan dari program MALIKA yang pertama kali dilaksanakan PDC pada 2025. Pada pelaksanaan tahun ini, cakupan program diperluas ke tiga desa dan dilengkapi dengan pendampingan selama tiga bulan untuk memperkuat keterampilan peserta sekaligus mempersiapkan keberlanjutan program.

Para peserta pelatihan sedang membuat sabun cair dari minyak jelantah

Sebagai perusahaan jasa penunjang energi, PDC memiliki lini bisnis Food & Lodging Services (FLS) yang mengelola layanan katering dan housekeeping di berbagai wilayah operasi migas. Kegiatan tersebut menghasilkan minyak jelantah yang harus dikelola secara bertanggung jawab agar tidak menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

Berangkat dari pengalaman tersebut, PDC mengembangkan MALIKA sebagai sarana edukasi agar masyarakat tidak membuang minyak jelantah sembarangan. Limbah tersebut dapat diolah kembali menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

Assistant Manager Food & Lodging Services PDC, Febriyanti Lestari Rahayu mengatakan, melalui MALIKA 2.0, pengalaman operasional PDC dalam mengelola limbah diterapkan untuk membantu masyarakat mengolah minyak jelantah menjadi produk yang bermanfaat.

“Melalui MALIKA 2.0, kami ingin membagikan pengalaman PDC dalam mengelola minyak jelantah secara bertanggung jawab. Masyarakat kami ajak untuk tidak lagi melihat jelantah semata sebagai limbah, tetapi sebagai bahan yang masih dapat diolah menjadi produk bermanfaat,” ujar Febriyanti.

Selama tiga hari pelatihan, peserta mempelajari dampak pembuangan minyak jelantah terhadap lingkungan, teknik penanganan yang tepat, serta proses pembuatan lilin aromaterapi dan sabun. Dari rangkaian kegiatan tersebut, sebanyak 12 liter minyak jelantah berhasil diolah menjadi berbagai produk.

Program MALIKA 2.0 tidak berhenti setelah pelatihan selesai. Selama tiga bulan berikutnya, para peserta akan mendapatkan pendampingan untuk meningkatkan keterampilan produksi, menjaga kualitas produk, dan memperkuat pengelolaan program.

PDC juga memberikan dukungan bahan baku pembuatan lilin aromaterapi dan sabun, termasuk minyak jelantah. Dukungan tersebut diharapkan membantu peserta untuk terus mempraktikkan pengetahuan yang telah diperoleh dan secara bertahap mengembangkan kegiatan tersebut secara mandiri.

Kepala Desa Bangko Jaya, Suhadi, mengapresiasi program MALIKA 2.0 karena memberikan pengetahuan praktis yang dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

“Selama ini masih banyak minyak jelantah yang dibuang begitu saja tanpa memahami dampaknya terhadap lingkungan. Melalui pelatihan ini, masyarakat belajar mengelolanya menjadi produk yang memiliki nilai guna. Kami berharap pengetahuan tersebut dapat terus diterapkan dan dikembangkan oleh masyarakat di ketiga desa,” kata Suhadi.

Melalui MALIKA 2.0, PDC mengintegrasikan pengalaman operasional perusahaan dengan program TJSL untuk menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi lingkungan dan masyarakat sekitar wilayah operasi. Program ini sekaligus mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.

PDC berharap rangkaian pelatihan, pendampingan, dan dukungan bahan baku dapat menjadi fondasi bagi keberlanjutan MALIKA 2.0. Tidak hanya menumbuhkan kesadaran dalam mengelola limbah secara bertanggung jawab, program ini juga diharapkan membuka peluang bagi masyarakat untuk menghasilkan produk bernilai guna dan mengembangkannya menjadi kegiatan ekonomi yang berkelanjutan.*

PLN Indonesia Power UBP Mahakam Gelar Medical Check Up

July 31, 2026 by  
Filed under Nusantara

SAMARINDA – PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Mahakam menggelar Medical Check Up (MCU) bagi seluruh pegawai di Kantor PLN Indonesia Power UBP Mahakam, Rabu-Kamis (29–30/7/2026). Kegiatan untuk menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia ini  bekerja sama dengan Laboratorium Klinik Pramita. Ini merupakan wujud nyata komitmen perusahaan dalam menjaga kesehatan pegawai sebagai aset strategis sekaligus memperkuat kesiapan insan pembangkit dalam menjaga keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.

Pelaksanaan MCU menjadi bagian dari implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta penguatan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) di lingkungan kerja. Pemeriksaan dilakukan secara komprehensif oleh tenaga medis profesional Laboratorium Klinik Pramita untuk mendeteksi dini potensi gangguan kesehatan, mencegah penyakit akibat kerja, serta memberikan rekomendasi tindak lanjut sebagai dasar pembinaan kesehatan pegawai secara berkelanjutan.

Manager PLN Indonesia Power UBP Mahakam, Syafi’I menegaskan, kesehatan pegawai merupakan fondasi utama dalam menjaga keandalan operasional pembangkit dan keberlangsungan pelayanan kelistrikan.

Semangat Kemerdekaan Indonesia mengajarkan, pengabdian kepada bangsa diwujudkan melalui karya nyata. Bagi PLN Indonesia Power UBP Mahakam, menjaga keandalan listrik dimulai dari memastikan setiap insan pembangkit berada dalam kondisi sehat, aman, dan siap menjalankan tugasnya.

“Medical Check Up bukan sekadar pemeriksaan kesehatan, tetapi investasi jangka panjang untuk menjaga produktivitas, keselamatan kerja, dan menghadirkan layanan kelistrikan yang andal bagi masyarakat,” ujar Syafi’i.

Melalui pelaksanaan Medical Check Up ini, PLN Indonesia Power UBP Mahakam menegaskan komitmennya untuk terus membangun insan pembangkit yang profesional, sehat, adaptif, dan tangguh. Sejalan dengan semangat Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia, perusahaan akan terus memperkuat budaya keselamatan kerja, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menjaga keandalan pasokan listrik sebagai kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan nasional dan kemajuan Indonesia. (*)

Next Page »

  • vb