TCM Tebar 7.500 Ekor Benih Ikan Nila Untuk Kelompok Bunyut Sejahtera

September 5, 2021 by  
Filed under Agrobisnis

SENDAWAR – PT. Trubaindo Coal Mining (TCM) menggandeng Dinas Perikanan melakukan penebaran 7.500 ekor benih ikan nila kepada beberapa keramba di daerah binaan perusahaan yang ada di ring 1 yaitu Kelompok Tani Bunyut Sejahtera, Kampung Muara Bunyut, Kecamatan Melak, Kutai Barat (Kubar),Jumat (3/9/2021)

Kepala Tekhnik (KTT) PT. TCM Wahyu Harjanto mengatakan, penaburan benih ini merupakan salah satu upaya menyejahterakan masyarakat yang ada disekitar tambang.

“Iini adalah terobosan baru comdev TCM dalam mendukung pemerintah dalam hal Program Petani Mandiri (PPM),”kata Wahyu.

Disaksikan Dinas Perikanan Kabupaten, penebaran bibit ikan ini dikelola oleh kelompok tani dan  dan dikoordinir pemerintahan kampung bersama petinggi Kampung Bunyut.

“Saya sudah jelaskan kepada warga Kampung Bunyut bahwa perusahaan tambang ini tidak selamanya berada disini,”ujar Wahyu H.

Ia menuturkan, perusahaan beroperasi ada batas waktunya. Apalagi perusahaan tambang terkait dengan sumber daya atau cadangan yang ada. Makin hari pasti semakain menipis. Ketika perusahaan tidak beroperasi lagi diharapkan masyarakat yang berada di sekitar tambang  khususnya berada di ring satu dua dan tiga ada semacam ketahanan dari segi aspek ekonomi, salah satunya adalah dengan mengelola perikanan seperti saat ini.

“Kalau kita menebar benih ikan sekarang, kurang lebih tiga setengah bulan sudah harus di panen kata orang tehknis dari dinas perikanan,” jelas Wahyu.

Dijelaskan Wahyu, apabila lebih dari tiga bulan setengah tidak panen pasti akan rugi. Selain itu harus ada pembibitan agar kontinyu atau berkelanjutan.Ketika tambang sudah tidak ada lagi, masyarakat dis ekitar tambang ekonominya sudah mapan.

“Ini sebagai permulaan di Muara Bunyut,” ungkapnya.

Wahyu membeberkan, ada wacana ke depan atas permintaan masyarakat untuk menjadikan bekas galian tambang bisa dijadikan kolam ikan dan memelihara ayam potong maupun ayam petelur. Bahkan jika memungkinkan bisa memelihara sapi.

“Kita akan pikirkan usulan masyarakat tersebut, tentunya dengan pengecekan kwalitas air dulu. Jika air nya bagus dan normal akan kita lanjutkan dengan program yang sama seperti di Muara Bunyut,”bebernya.

Sementara itu Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan dan Pembudidaya Perikanan (PNPP) Dinas Pertanian Jakaria menyampaikan, Dinas Perikanan dan Pemerintah Kubar sangat mendukung program dari comdev PT. TCM untuk membangun masyarakat dalam meningkatkan perekonomian melalui usaha budidaya ikan.

“Ini sejalan juga dengan visi dan misi bupati dan wakil yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif dalam bentuk unggulan lokal mereka,” kata Jakaria.

Masyarakat Muara Bunyut yang berada di bantaran Sungai Mahakam jadi sangat cocok untuk memelihara ikan. Sebanyak 7.500 ekor bibit ikan nila ini ditebar di 15 keramba yang sudah dipersiapkan padakolam yang berada sepanjang pinggir jalan kampung.

Jakaria  berharap, karena dalam membina masyarakat ini gotong royng, tentu saja jalur koordinasi dan komunikasi selalu ia harapkan.  Masalh teknis  dipersilakan berkomunikasi dengan tenaga teknis, terutama Dinas Perikanan yang siap turun ke lapangan dan bekerjasama dengan dinas terkait lainnya.

Petinggi Kampung Muara Bunyut Suhendi sangat bersyukur dan mengapresiasi bantuan bibit ikan  dari PT TCM ini, yang sudah lama di tunggu masyarakat Kampung Muara Bunyut.

“Bibit ikan ini kami bagi ke 15 keramba, karena dalam satu kelompoknya ada 15 orang,”jelas Sukendi.

Dijelaskan Sukendi, sesuai dengan visi dan misinya waktu pemilihan kepala kampung, 60 persen programnya meningkatkan ekonomi, dan yang 40 persen ke infrastruktur dan peningkatan sumber daya manusia. Ia berharap program seperti ini bisa berkelanjutan kedepannya.

“Kami berharap ada pendampingan dan pengawasan baik dari pemerintah maupun perusahaan,”pintanya.

Ia menuturkan, untuk program kedepannya ia meminta program ayam petelur, selain itu ia berharap ada bantuan di bidang pendidikan dan kebudayaan, agar anak anak ini mendapatkan pendidikan yang layak.

“Kami ini tinggal di pelosok. Jadi kita berharap pendidikan anak-anak setara dengan yang hidup di kota,” katanya. (arf).

Pemkab Kukar Canangkan 7.600 Hektar Lahan Tanam Untuk Program Merdeka Pangan

August 22, 2021 by  
Filed under Agrobisnis

TENGGARONG – Bertepatan hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke – 76 tahun, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengeluarkan gagasan terbaru memboyong enam Stakeholder sekaligus, untuk membangkitkan semangat ketahanan pangan, pembinaan Sumber Daya Manusia. Hal ini tak terlepas dalam upaya menyejahterakan Petani, khusunya di Kabupaten Kukar

Dalam Kerjasama ini, enam stakeholder memiliki peranan penting. Mereka berkolaborasi dalam membina dan mengawasi petani Kukar, untuk dapat melanjutkan produktifitas untuk kemajuan ekonomi. Selain itu, program ini juga bagian dari upaya Pemkab Kukar untuk mempersiapkan Ketahanan Pangan khususnya di Kaltim.

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damasnyah mengatakan, selama ini pemerintah kerap menurunkan bantuan, mulai dari bibit, pupuk hingga subsidi lainnya untuk jenis jagung ini. Sejak dikelola dua tahun lalu hasilnya ternyata belum optimal.

“Dari banyaknya evaluasi ini, PT Indoditas Duta Raya yang dipimpin oleh Pengusaha Muda Firly Firdauzy menuangkan ide Agro Solution membawa harapan baru untuk Kukar khususnya di bidang pangan,” kata Edy Damansyah di Kantor Bupati Kukar, Selasa (17/8/2021)

Pemkab Kukar tertarik dengan program ini karena semua dikawal Indoditas Duta Raya seperti pembelian hasil panen jagung hingga asuransi jika petani ggal panen. Edi berharap, melalui PT Indoditas Duta dapat berjalan dengan baik untuk kesejahteraan masyarakat petani Kukar. Pemkab

Budidaya Jagung pipil Kering, disiapkan menjadi komuditi unggul di Kukar, diprediksi bakal memenuhi kebutuhan pangan selain Kaltim juga dari luar daerah dengan jumlah yang tinggi.

Menurut Bupati , potensi Sumber Daya Manusia di Kukar dan lahan pertanian yang luas diharapkan dapat memenuhi gagasan yang kongkrit untuk kebutuhan tersebut.

Kolaborasi pemerintah untuk budidaya ini terjalin bersama PT. Indoditas Duta Raya, PT Restu Agropro Jayamas, PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Kayaku, PT Asuransi Central Asia dan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimtara). Kesepakatan ini tertuang dalam nota kesepahaman Kerjasama Program Budidaya dan Kerjasama Pembelian Jagung Pipil Kering di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Penandatanganan kerjasama dilakukan di Kantor Bupati Kutai Kartanegara di, Selasa (17/8/2021) yang

ditandatangani oleh Edi Damansyah selaku Bupati Kutai Kartanegara, Firly Firdauzy Sebagai Direktur PT. Indoditas Duta Hasfirdauzy Raya, Dedy Supriadi selaku Direktur PT Restu Agropro, Rahmad Pribadi selaku Direktur Utama PT Pupuk Kaltim, Purnomo Adi Wibowo, selaku Area Manager Kaltimtara PT Petrokimia Kayaku. Aminuatoyo sebagai Pimpinan PT Bank Kaltimtara. Dan Mery Charles selaku Pimpinan Cabang PT Asuransi Central Asia.

Masing masing stakeholder memiliki tugas dalam kesepakatan tersebut dengan nama program Agro Solution yang di prakarsai oleh Indoditas yang di sebut Program AGRODITAS.

Kesepakatan Bersama ini akan ditindaklanjuti oleh para pihak dengan menunjuk ataupun memberikan kewenangan kepada pejabat dalam lingkup organisasi masing-masing pihak untuk melaksanakan fungsi dan tugas . dari kolaborasi ini, Edi Damansyah menegaskan Kutai Kartanegara Merdeka Pangan.

Sementara Firly Firdauzy kehadiran perusahaannya dalam program ini untuk mengawal para petani Kukar. Ia melihat SDM hingga SDA di kukar mampu untuk menggembleng sektor pangan. Apalagi untuk peningkatan ekonomi di taraf masyarakat petani. Bekerjasama dengan Pemkab Kukar ini pertamakalinya di Kaltim.

“Semua kami siapkan. Jadi para petani bahkan pemerintah tidak perlu risau dengan hasil panen dari garapan 7.600 Hektar program bibit jagung ini,” kata Firly.

Dikatakan, bersama lima perusahaan lainnya telah disiapkan lengkap untuk petani Kukar. Ada yang sebagai persiapan lahan, asuransi, bantuan permodalan, pengawasan sampai pembinaan para pertani serta infestor pembeli hasil panen.

Kegiatan ini juga tidak terlepas perhatian dan peran serta dari Safaruddin selaku anggota DPR RI daerah pemilihan Kaltim. Sebagai ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim, Safaruddin mendorong agar pemerintah daerah dapat menghadirkan stimulus secara kongkrit dalam menciptakan kesejahteraan terhadap petani.

Dalam penandatanganan kerja saa tersebut, hadir Wakil DPRD Kaltim Muhammad Samsun serta Elly Hartati Rasyid sebagai anggota DPRD Kaltim. Samsun menyebut kerja sama ini menjadi program terbaik serta terlengkap di Kutai Kartanegara.

“Seperti yang menjadi harapan kami, Kukar harus Merdeka pangan. Bahkan Ketua DPD PDIP Kaltim sudah menegaskan, setiap daerah harus melakukan kerja kerja kerakyatan yang kongkrit. Kami sangat mendukung dan membantu untuk realisasi program tersebut,” Pungkas Samsun

Fungsi dan Tugas para pihak diantaranya : :

  1. Pemkab Kutai Kartanegara

– Menyediakan CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) yang berada di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara secara terprogram.;

– Memberikan stimulus Sarana Produksi Pertanian (SAPROTAN) berupa Bibit Unggul Jagung Hybrida, Pupuk dan Pestisida kepada Petani sesuai dengan kebutuhan Program ini;

– Pemberian Stimulus Bantuan SAPROTAN dalam Program ini hanya berlaku 1 (satu) kali per Kelompok Tani setiap lokus (lokasi);

– Memastikan CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) penerima stimulus Valid dan memenuhi seluruh persyaratan penerima Bantuan Pemerintah di Kabupaten Kutai Kartanegara;

– Memberdayakan dan mensinergikan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) untuk membantu pengawasan dalam program ini di wilayah kerja Program;

– Memfasilitasi kegiatan pendukung yang relevan dengan program ini demi kesempurnaan dan kelancaran produksi petani juga peningkatan kualitas kelembagaan & sumber daya Manusia di Kabupaten Kutai Kartanegara;

  1. PT. Indoditas Duta Raya

– Memprakarsai dan melaksanakan program budidaya dengan proyeksi yang berorientasi kepada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan Petani termasuk kemudahan memperoleh Sarana Produksi Pertanian;

– Melaksanakan Identifikasi, Investigasi & mitigasi calon lokasi dan peserta program bekerjasama dengan Lembaga pemerintahan setempat untuk verifikasi dan validasi;

– Membantu Dinas Pertanian & Peternakan dalam penyaluran distribusi SAPROTAN (Sarana Produksi Pertanian) berupa Bibit, Pupuk dan Pestisida mulai dari Pabrik Principles hingga ke lokasi Desa atau Kelurahan Petani Penerima;

– Bertindak Sebagai Offtaker yang akan membeli hasil Panen dari Budidaya Petani dalam program ini sesuai dengan index harga pasar;

– Bertindak sebagai collection agent yang membantu mengakselerasi pemasaran dan pemungutan dari fasilitas produk perbankan dan asuransi dalam program ini;

– Menyiapkan system dan modul kerja berupa FMS (Farming Management System) dan SCS (Supply Chain System) dengan mengedepankan teknologi informasi sebagai perangkat (Tools) monitoring dan evaluasi pada program ini.

– Menyediakan logistic support untuk pengantaran SAPROTAN (Sarana Produksi Pertanian) dan Pengiriman hasil panen menuju ke Gudang Offtake atau Pabrik end user.

  1. PT. Restu Agropro Jayamas

– Sebagai Principles Bibit Unggul yang menjamin ketersediaan Bibit dalam program ini dapat terpenuhi sesuai jumlah kebutuhan dan jadwalnya;

– Memberikan bantuan Bibit unggul untuk aplikasi Demfarm;

– Memberikan pendampingan monitoring dan evaluasi dalam program ini;

– Sebagai pihak yang menjamin pembelian hasil panen program budidaya ini sesuai dengan spesifikasi hasil panen dan index harga pasar;

– mereferensikan dan mengakseskan offtake dengan pabrik feedmill dan end user di luar Provinsi Kalimantan Timur.

  1. PT. Pupuk Kalimantan Timur

– Sebagai Principles pabrik Pupuk yang menjamin ketersediaan pupuk dalam program ini dapat terpenuhi sesuai jumlah kebutuhan dan jadwalnya;

– Melaksanakan Analisa pengujian kondisi tanah di lokasi lahan yang akan ikut serta dalam program ini dan memberikan rekomendasi pemupukan yang sesuai dengan optimasi hasil panen;

– Memberikan petugas pendamping yang dapat membina petani dalam pengaplikasian pemupukan sesuai dengan Standar Operate Prosedur di setiap desa dalam program ini;

– Memberikan bantuan Pupuk, Ecofert dan Biodek untuk aplikasi Demfarm pada titik yang disetujui.

  1. PT. Petrokimia Kayaku

– Sebagai Principles Pestisida yang menjamin ketersediaan pestisida dalam program ini dapat terpenuhi sesuai jumlah kebutuhan dan jadwalnya;

– Memberikan bantuan Herbisida, Insectisida, Fungisida dan Microba untuk aplikasi Demfarm

– Menyediakan petugas pendamping lapangan yang membantu pengawasan pendampingan dan penanganan hama di lokasi program;

  1. PT. Bank Pembangunan Daerah Kalimantam Timut dan Kalimantan Utara

– Sebagai Bank yang memberikan fasilitas (Kredit Usaha Rakyat) KUR kepada petani yang membutuhkan permodalan dalam melaksanakan eskalasi perluasan lahan tanam sesuai dengan standard ketentuan permodalan KUR yang berlaku;

– Menyedikan Fasilitas Perbankan lainnya yang relevan dalam rangka mendukung kelancaran transaksi perputaran uang, pembiayaan pengadaan alat produksi pertanian, alat penunjang panen dan cashflow perdagangan dalam program ini;

  1. PT. Asuransi Centrak Asia

– Bertindak sebagai Provider Asuransi Gagal Panen dengan memberikan premi yang competitive dalam menjamin nilai Kerugian budidaya akibat gagal panen karena kekeringan, banjir dan hama.

– Bertindak sebagai provider Asuransi logistic pendistribusian barang dalam mengangkut hasil panen menuju ke Gudang pembeli atau Pabrik end user.

 

Safaruddin: Ketahanan Pangan Solusi Kesejahteraan Masyarakat

August 22, 2021 by  
Filed under Agrobisnis

Safaruddin

TENGGARONG – Program Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan, melalui Kerja Sama Program Budidaya dan Kerja Sama Pembelian Jagung Pipil Kering di Kukar bertajuk Agro Solution mendapat apresiasi anggota DPR RI Dapil KaltimH Safaruddin.

Menurut Safaruddin, langkah Pemkab Kukar yang merangkul stak holder terkait merupakan langkah konkret dalam mewujudkan Kukar Merdeka Pangan. Ini merupakan gagasan besar untuk meningkatkan perekonomian di tengah hantaman pandemi Covid-19 yang belum juga reda.

Dikatakan Safaruddin, Kaltim, khususnya Kukar, memiliki potensi yang begitu besar. Mulai dari potensi lahan hingga sumber daya manusia (SDM). Ketahanan pangan adalah solusi kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Makanya, saya sangat mengapresiasi upaya Pemkab Kukar dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan demi meningkatkan kesejahteraan,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Kaltim itu.

Mantan Kapolda Kaltim 2015-2018 itu mengungkapkan, berbagai tantangan muncul sebagai dampak dari pandemi virus beralias corona. Kemiskinan, ketimpangan, dan pengangguran terjadi. Sehingga, solusi dari itu semua adalah mewujudkan ketahanan pangan.

Menurutnya, Kukar bisa menjadi contoh sekaligus pilot project dalam rangka percepatan program kemandirian dan ketahanan pangan di Kaltim, bahkan Indonesia.

“Insya Allah saya yakin dan percaya, program-program di sektor pertanian ini juga dapat menekan angka kemiskinan, mengurangi pengangguran, serta meningkatan kesejahteraan petani,” tegasnya.

Tak hanya itu, Safaruddin juga mengapresiasi pemilihan jagung sebagai komoditas utama. Dirinya sependapat dengan Bupati Kukar, Edi Damansyah, jagung hibrida mudah untuk ditanam dan membutuhkan waktu tidak lama untuk proses panennya.

“Apalagi, investor pembelinya sudah ada. Juga ada kemudahan KUR (kredit usaha rakyat), pendampingan, penyuluhan asuransi gagal panen, hingga ketersediaan pupuk dan pestisida. Tentu petani tidak akan dirugikan. Selain itu juga menyusaikan kondisi tanah di Kukar,” tutup anggota Komisi III DPR RI yang membidangi persoalan hukum, keamanan, dan hak asasi manusia itu.

Sebagai informasi, Pemkab Kukar menjalin kerja sama dengan enam perusahaan budidaya dan pembelian jagung pipil kering melalui program Agro Solution. Penandatanganan kerja sama dilakukan di Kantor Bupati, Selasa, (17/8/2021). Enam perusahaan yang berkolaborasi dengan Pemkab Kukar adalah PT Indoditas Duta Raya, PT Restu Agropro Jayamas, PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Kayaku, PT Asuransi Central Asia (ACA), dan PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara). (*/adv)

Hasil Penjualan Bibit Sawit, Disbunak Paser Setor Rp192 juta

August 20, 2021 by  
Filed under Agrobisnis

Bibit sawit

TANA PASER – Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Kabupaten Paser menyetorkan retribusi sebesar Rp192 juta ke kas daerah dari hasil penjualan 5.498 bibit sawit varietas Simalungun PPKS.

“Kami setor Rp.192 juta ke kas daerah untuk penjualan tahap pertama,” kata Kepala UPTD Pembibitan pada Disbunak Paser, Kartini, di Tanah Grogot, Kamis (19/08/2021).

Pada tahap kedua, lanjut Kartini, UPTD Pembibitan Disbunak Paser akan kembali menjual 3.302 bibit dan saat ini tinggal menunggu proses sertifikasi dari Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Timur. Bibit sawit yang dijual tersebut merupakan bibit berumur 1 tahun lebih yang per pokok bibitnya dihargai Rp35 ribu.

Dikemukakan Kartini, kebutuhan bibit kelapa sawit di Kabupaten Paser akhir-akhir ini mengalami peningkatan. Di sisi lain, petani swadaya mengalami kendala untuk membeli bibit sawit unggul dan bersertifikat.

“Peluang inilah yang kami manfaatkan untuk mengembangkan bibit sawit berkualitas,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kepala Disbunak Paser Djoko Bawono mengatakan pihaknya akan mengusulkan ke Bupati Paser untuk perubahan harga jual bibit kelapa sawit yang sebelumnya diatur dalam Peraturan Bupati Paser Nomor 15 Tahun 2015 tentang Retribusi Penjualan Produksi Usaha Daerah.

“Hal ini didasarkan pada perkembangan harga bibit sawit yang saat ini di tingkat penangkar sudah mencapai Rp.40 ribu sampai Rp45 ribu per bibitnya,” ucap Djoko.

Disbunak Paser, kata Djoko, sebenarnya bisa memproduksi bibit kelapa sawit hingga 20.000 bibit, mengingat masih luasnya lahan UPTD yang bisa dimanfaatkan.

“Luas lahan UPTD itu 2 hektar, masih bisa untuk digunakan pembibitan sawit. Tentunya diiringi dengan penambahan alokasi anggaran untuk UPTD. Dengan demikian retribusi yang kami setor pun semkain besar,” pungkas Djoko. (*/hutja)

Petani Marangkayu Panen Padi Unggul 93 Ton

August 9, 2021 by  
Filed under Agrobisnis

MARANGKAYU – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Budisatrio Djiwandono, bekerja sama dengan Badan Litbang Pertanian untuk membantu para petani melakukan penangkaran varietas unggul benih padi di Kaltim, salah satunya di Desa Semangkok, Marangkayu, Kutai Kartanegara.

Di Kaltim, program aspirasi Budisatrio Djiwandono dari Fraksi Partai Gerindra itu, dilaksanakan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Timur, salah satunya kepada Kelompok Tani Hidup Baru 7, Desa Semangkok.

“Impian saya ke depan, Kaltim tidak hanya dikenal sebagai wilayah penghasil batu bara, tapi juga wilayah penghasil produk pertanian,” kata Budisatrio Djiwandono, (9/8/21) ketika dihubungi media ini. Ia berharap, program yang digagas Partai Gerindra bekerja sama dengan pemerintah dan berbagai pihak itu bisa mendongkrak produksi padi di Kaltim. Ditambah, ke depan Kaltim akan menjadi ibu kota negara.

Hasil dari program aspirasi itu, dilakukan Panen Benih Padi di Desa Semangkok, Marangkayu, Kutai Kartanegara, Senin (9/8/21). Karena kondisi pandemi, Budisatrio Djiwandono tidak bisa hadir langsung dalam panen tersebut.

Wakil rakyat dari daerah pemilihan Kaltim itu, mewakilkan kehadirannya kepada anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Partai Gerindra, Akhmed Reza Fachlevi. Hadir juga anggota DPRD Kutai Kartanegara, Ma’ruf Marjuni, dari fraksi yang sama.

Dalam panen benih padi tersebut, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Timur, DR Fausiah T Ladja menyebutkan, dalam program aspirasi ini, BPTP Kaltim mendampingi Kelompok Tani Hidup Baru 7, sejak awal musim tanam sampai panen.

Anggaran yang dikucurkan dari Wakil Ketua Komisi IV DPR RI melalui Kementerian Pertanian, diserahkan ke petani dalam bentuk sarana produksi benih dan obat-obatan. Hasil akhir yang diharapkan adalah benih bersertifikat yang bisa dikembangkan di Kaltim.

“Dari hasil panen benih ini, rencananya, 18 ton benih akan diserahkan kembali ke Pak Budisatrio, untuk kemudian akan disebarkan kembali benih tersebut kepada petani lain yang belum dapat benih ini,” sebut Fausiah.

Dikatakan, program aspirasi benih padi ini, di Kaltim seluas 33 hektare. Dari jumlah itu, 18 hektare dikembangkan di Desa Semangkok dan Desa Sebuntal di Marangkayu, Kutai Kartanegara. Sisanya dikembangkan di Kabupaten Penajam Paser Utara. Selain padi, ada juga program benih jagung, yang ditargetkan bisa menghasilkan benih 9 ton.

Khusus padi, benih yang dikembangkan adalah hasil inovasi dan teknologi pertanian terbaru yakni varietas Inpari 32. Dengan teknologi jajar legowo, diharapkan bisa meningkatkan hasil pertanian.

Sayangnya, kondisi cuaca di Kaltim belakangan ternyata kurang bersahabat. Sehingga, hasil panen juga kurang maksimal. Saat ini, hasil panennya adalah 5,2 ton per hektare. Dengan luasan tanam 18 hektare, maka produksi beras yang dihasilkan dari Desa Semangkok dan Desa Sebuntal adalah 93,6 ton. Dari jumlah produksi ini, maksimal 40 persen dijadikan benih. Selain itu, sebanyak 18 ton benih akan disebar ke petani lain di Kaltim.

Anggota DPRD Kaltim dari Fraksi Partai Gerindra Akhmed Reza Fachlevi, yang mewakili Budisatrio Djiwandono menyampaikan, bantuan aspirasi dari Budisatrio Djiwandono memang sangat intens di sektor pertanian. “Banyak kerja nyata dari Fraksi Partai Gerindra untuk membantu petani, dari mulai alat dan sarana produksi yang diberikan,” ujar ketua Tunas Indonesia Raya (Tidar) Kaltim ini.

Ia berharap, bantuan yang diberikan bisa dimaksimalkan oleh para kelompok tani. “Sehingga petani bisa lebih mengikuti pengembangan teknologi,” harapnya. Reza, sapaan akrabnya, juga berharap, generasi milenial juga mulai bertani ikut menyukseskan program petani muda.

“Mudah-mudahan, kerja sama dengan BPTP lebih intens untuk pengembangan inoviasi dengan petani. Karena pelatihan SDM petani masih sangat diperlukan,” katanya.

Sementara itu, anggota DPRD Kutai Kartanegara, Ma’ruf Marjuni, pengembangan pertanian ini sejalan dengan rencana sebagian wilayah Kutai Kartanegara menjadi ibu kota negara baru. “Semangkok dan Sebuntal sudah ditetapkan menjadi daerah penunjang ibu kota negara untuk sektor pertanian,” urainya.

Ke depan, proyek bendungan dan irigasi juga akan ditingkatkan di kawasan ini. Selanjutnya, hasil dari pendampingan yang sudah dilakukan, menurutnya sangat positif. Terbukti, hasil panen ini masih jauh lebih baik ketimbang petani lain yang belum diberikan pendampingan.

Dalam kesempatan itu, Sukardi, sekretaris Kelompok Tani Hidup Baru 7 berterima kasih atas dukungan yang diberikan melaloui aspirasi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Budisatrio Djiwandono. “Mudah-mudahan produksi bisa lebih tinggi. Harapan petani ke depan, pemerintah supaya lebih memperhatikan para petani,” ucapnya.

Rudiansyah, tenaga ahli anggota DPR RI dari Budisatrio Djiwandono yang hadir dalam panen ini menyampaikan, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk Kaltim.

“Sampai saat ini kita masih kurang petani penangkar benih. Bahkan benih masih harus beli dengan mendatangkan dari luar Kaltim,” ujarnya. Harapannya, Kaltim bisa mulai memproduksi benih sendiri, tidak lagi mendatangkan dari luar. (*)

Next Page »