4.000 Bibit Buah Terancam Mati akibat Debu Batubara

February 22, 2010 by  
Filed under Berita

SAMARINDA – vivaborneo.com – Sedikitnya 4.000 bibit tanaman buah jenis durian lai dan durian berbagai varietas unggul lokal terancam mati yang diduga akibat debu hasil kegiatan penambangan batu bara oleh PT Energi Cahaya Industri  (ECI) di Jalan  Padat Karya,  Kelurahan Bukuan, Kecamatan Palaran, Samarinda.Bahkan tiga dari 16 pohon indukan untuk okulasi bibit durian dan lai  mati dan enam lainnya daunnya terus menguning dan kemungkinan besar mati akibat siraman debu yang terjadi sejak beberapa bulan terakhir.

Pemilik penangkar bibit, Mohamamd Iriyanto mengatakan siraman debu akibat akitifitas perusahaan batu bara PT ECI, sudah mengganggu sejak enam bulan terakhir dan sangat parah pada tiga bulan terakhir  sehingga mengakibatkan daun tumbuhan tertutup debu dari kerukan batu bara.

Bukan hanya pohon indukan yang terganggu, namun ribuan induk yang siap tanam juga menguning dan mati sehingga mengakibatkan kerugian hingga puluhan juta rupiah. Bahkan akibat gangguan debu itu, penangkaran  tersebut tidak bisa melakukan okulasi akibat pohon indukan tidak steriil (bersih).

“Kondisi debu yang sangat parah dalam tiga bulan terakhir yang mengakihbatkan 4.000 bibit durian dan lai menguning dan keungkinan besar mati atau tidak layak tanam, selain itu ribuan pohon bibit lainya juga akan menyusul karena tidak bisa diokulasi, sehingga kerugian yang kami derita mencapai lebih dari Rp100 juta,” kata Iriyanto.

Upaya untuk meminta konfensasi dan perhatian pada pihak  perusahaan PT ECI, namun tidak pernah berhasil dengan berbagai alasan, sementara itu kegiatan penambangan terus berlangsung sehingga kegiatan penangkaran benih terancam terhenti  dan 10 pekerja di penangkaran itu akan kehilangan pekerjaan.

Padahal penangkaran ini setiap tahun mampu menghasilkan sekitar 25.000 bibit lai  dan durian berbagai varietas unggulan lokal yang dipasok ke sejumlah kabupaten/kota di Kaltim. Bahkan dikhawatirkan akibat debu tersebut panangkaran di Palaran ini tidak mampu memenuhi permintaan bibit jeruk unggul lokal varietas Trigas dan Borneo Prima 50.000 bibit ke berbagai daerah.

“Kami juga khawatir 250 pohon indukan jeruk Borneo Perima dan 150 pohon Jeruk Terigas yang kami miliki juga mengalami nasib sama dengan induk pohon lai dan durian yang  menguning dan beberapa pohon lainnya sudah mati,” kata Iriyanto.

Apabila tidak ada upaya pencegahan, bukan tidak mungkin salah satu penangkaran bibit di Kaltim ini akan terganggu bahkan mati akibat debu dari akitivitas perusahaan batu bara yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari lokasi penangkaran.

Selain areal penaggkaran milik Iriyanto seluas dua hectare, sejumlah warga setempat yang juga merasa terganggu akibat debu tersebut, yakni Lukman  dengan luas areal 0,75 hektare  dengan jenis tanaman jeruk, lai dan pisang, Mur  0,5 hektare  (jeruk dan sayuran), Purwanto  dua hektare  (jeruk, lai  dan rambutan), Efendi 0,5 ha (jeruk dan pisang), Suroso satu hektare (jeruk, pisang, sayuran dan ayam pedaging), Misni 0,5 ha (Jeruk dan rambutan) dan Miskan 200 meter persegi yang ditanami tomat.(eksantos)

Respon Pembaca

Satu Komentar untuk "4.000 Bibit Buah Terancam Mati akibat Debu Batubara"

  1. pahdan on Sun, 14th Mar 2010 6:37 am 

    Saya mau tanya di mana tempat pembibitan buah durian lai di Samarinda, mohon infonya dan terima kasih.

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.