285 Klinik KB di Kaltim

May 6, 2010 by  
Filed under Berita

Samarinda-vivaborneo.com,  Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kaltim terus berupaya melakukan pembinaan kepada masyarakat  agar angka kelahiran agar tidak membludak, sekaligus guna menyejahterakan masyarakat. Beberapa usaha antara lain melakukan pembinaan melalui  285 klinik KB yang tersebar di Kaltim.“Hingga kini Kaltim sudah memiliki Klinik Keluarga Berencana (KB) yang tersebar di 14 kabupaten/kota di Kaltim,” kata Kepala BKKBN Kaltim Idrus Sebbu, di Samarinda.

Klinik KB itu senantiasa melayani KB karena BKKBN mendapat amanah mendukung keberhasilan program prioritas yang ditetapkan pemerintah agar tidak terjadi ”boom baby” atau pertumbuhan bayi  tidak terkendali karena minimnya pengetahuan masyarakat tentang keuntungan ber-KB
Program prioritas itu adalah, melanjutkan revitalisasi program KB dan melakukan penerasian kebijakan kependudukan, serta memberikan dukungan terhadap suplai penguatan penyediaan sarana dan prasarana pelayanan KB bagi klinik KB pemerintrah maupun swasta.

”2010 merupakan tahun pertama dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang ditetapkan untuk periode 2010-2014. Ini adalah program nasional, kami di daerah juga harus turut mendukung program dalam periode ini.”

Ia juga mengatakan bahwa pelaksanaan sensus penduduk oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim yang dilaksanakan 1 hingga 31 Mei 2010 merupakan momen penting yang ditunggu oleh BKKBN Kaltim, pasalanya BPS akan menyajikan data lengkap yang bisa digunakan oleh pihaknya.
Dilanjutkannya, hasil dari sensus oleh BPS ini nanti akan menyajikan banyak data yang sarat dengan informasi, sekaligus terdapat indikator pelaksanaan program KB periode 2000-2010. Selain itu juga akan ada data tentang TFR, perkembangan perekonomian dan lainnya yang dibutuhkan pihaknya.
”Berbagai data tentang TFR, IMR, MMR dan data kependudukan ini sebagian besar merupakan domain baru bagi institusi BKKBN ke depan,” katanya lagi.

Dari adanya data lengkap nanti, lanjutnya, BKKBN akan mengkaji sekaligus mengevaluasi terkait kinerja pihaknya di daerah, karena sesuai dengan visi BKKBN adalah, penduduk  harus tumbuh seimbang pada 2015.
”Tumbuh seimbang yang dimaksud di sini adalah, selain seimbang kecukupan ekonomi, juga harus seimbang antara luas wilayah dan jumlah penduduk. Namun yang paling ditekankan adalah seimbang antara jumlah keluarga dan tingkat ekonomi dalam rumah tangga,” kata Idrus Sebbu. (vb-wd)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.