“Keong Racun” telah meracuni Dunia.

July 29, 2010 by  
Filed under Gaya Hidup

“Dasar kau keong racun, Baru kenal eh ngajak tidur. Ngomong nggak sopan santun, Kau anggap aku ayam kampong”..…itulah penggalan syair lagu berjudul “keong racun” karya Buy Akur (49) yang dinyanyikan oleh Lissa. Lagu ini tidak ada yang istimewa, liriknya bercerita tentang kegigihan wanita “mempertahankan” harga dirinya melawan godaan laki-laki hidung belang.Lagu ini menjadi  menjadi fenomenal ketika Jovita Adityasari alias Jojo (19) dan Shinta menjadikannya lagu latar ketika mereka bergaya didepan kamera dengan gaya lipsync (menggerakkan bibir sesuai lirik, seakan-akan sedang bernyanyi) setelah itu di upload ke situs you tube. Wajah cantik mereka berdua mengundang “gemes” setiap lelaki yang memandang. Ditambah lagi lagu “keong racun” yang liriknya menggoda.

Mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional (HI) FISIP Universitas Pasundan (Unpas) angkatan 2008 ini hanya sebatas iseng saat merekam aksinya dan di-upload dalam situs youtube.

“Awalnya sih hanya iseng. Saya dengan Shinta kan sudah berteman sejak dari SMA. Kemudian sekitar satu bulan lalu, saya iseng merekam adegan nyanyi berdua denga Shinta di rumah saya di Cimahi. Suaranya sih suara penyanyi aslinya. Kita hanya lipsync saja,” kata Jojo saat ditemui wartawan di Kampus Unpas Jalan Lengkong Besar, Kamis (29/7/2010) siang.

Setelah sempat menghapus dari you tube karena takut klau-kalau ada orang yang iseng, ternyata video mereka sudah terlanjur diunduh oleh ribuan orang. “Tiga hari kemudian teman saya bilang kalau video itu masuk sebuah forum di internet. Awalnya saya biasa-biasa saja. Ternyata, video itu bikin heboh,” kata Jojo.

Selain lagu Keong Racun, Jojo mengaku juga merekam aksinya bersama Shinta dengan berpura-pura menyanyikan lagu Slow down, Cinta satu malam, dan Dokter Cinta. Semua adegan nyanyi tersebut direkam di ruang tamu rumahnya.

“Kalau pilihan lagu Keong Racun atas rekomendasi teman. Ada yang ngasih tahu, coba download lagu Keong Racun. Awalnya saya gak pernah denger lagu itu. Pas didengerin, sempet kaget, ternyata liriknya aneh,” kata Jojo.

Lagu Keong Racun ciptaan Buy Akur (49) telah tenar dengan “bantuan”  wajah manis Jojo-Shinta.  Walau ikut tenar, Buy Akur masih tinggal di rumah kecil di Gang Siti Mariah 6 RT 10 RW 1 Kelurahan Jamika Kecamatan Bojongloa Kaler Bandung.

Pria ini sehari-hari tinggal bersama istri dan empat anaknya. Keempat anaknya tidur dalam satu ruangan di lantai dua rumah. Sementara Buy Akur dan istrinya tidur di kamar berukuran sekitar 2 x 4 meter yang hanya ditutupi gorden.

Menurut Bayu Eka Prasatia (16) putra pertamanya, ayahnya biasanya menulis lagu dalam sebuah buku tulis dengan tulisan tangan. Namun, kata dia, tidak ada buku yang khusus dijadikan tempat ayahnya menulis lagu.

“Setelah menulis lagu diiringi gitar, bapak kemudian masuk kamar. Lagunya direkam dalam kaset di monicompo. Nah, kalau sudah ada yang pesan, saya yang kebagian menyalin tulisan bapak ke mesin tik atau komputer,” kata Bayu.

Lagu berjudul ‘Keong Racun’ mendadak heboh di ranah dunia maya. Lagu bergenre dangdut yang menceritakan soal perselingkuhan ini bahkan sempat menjadi topik hangat di situs mikroblogging twitter, setelah “dinyanyikan” oleh Jojo dan Shinta.

Hebohnya video lipsync Keong Racun membawa dampak tersendiri bagi duet Jojo-Shinta. Mereka jadi tidak bisa lagi bebas bergerak. Mereka tengah diburu banyak pihak. Mulai label yang mengajak rekaman hingga produser yang mengaku siap menjadikan mereka entertainer.

Heboh “Keong Racun” membuat novelis Dewi Lestari sempat menyangka Keong Racun adalah video tentang keong alias siput beracun yang menyerang dan membunuh banyak orang. Maklumlah, pikiran novelis selalu menyangka sesuatu adalah peristiwa besar dan menghebohkan.

Keong Racun sebenarnya adalah judul lagu dangdut koplo yang dinyanyikan oleh penyanyi asal Bandung bernama Lisa. Liriknya merupakan ungkapan kekesalan seorang wanita pada lelaki nakal yang menggodanya. Sebelumnya, tidak banyak yang tahu lagu ini. Tapi setelah dua remaja geulis asal Bandung memilih lagu ini sebagai pengiring video mereka di YouTube, popularitas Keong Racun langsung meroket.

Bahkan dalam  wawancara yang dimuat di Majalah Hai, Sinta dan Jojo ingin merekam aksi mereka saat sedang lipsync (menggerakkan bibir sesuai lirik, seakan-akan sedang bernyanyi) lagu ini sebagai sebuah keisengan.

Tak disangka-sangka, video berjudul SINTA AND JOJO KEONG RACUN itu ternyata ditonton ratusan ribu orang dan di-repost berkali-kali. Nama Sinta dan Jojo jadi buah bibir di forum-forum internet, ‘Keong Racun’ jadi Trending Topic di Twitter selama beberapa hari, video mereka ditayangkan di infotainment, Jojo bahkan langsung jadi cover girl dan tampil di sampul Majalah Hai terbitan 19 Juli 2010.

Ambil contoh Moymoy Palaboy, duo asal Filipina beranggotakan James Ronald dan Rodfil. Di tahun 2007, kakak beradik ini meng-upload beberapa video ke YouTube, berisi mereka berdua lipsync lagu-lagu populer. Video-video ini ditonton oleh jutaan orang dari berbagai negara, hingga akhirnya Moymoy Palaboy dikontrak oleh perusahaan rekaman dan stasiun televisi. Dari “sekadar” superstar YouTube, James dan Rodfil kini jadi superstar betulan di Filipina.

Moymoy Palaboy mungkin tak bisa dibilang ganteng, tapi mereka bisa membuat orang tertawa (sekarang mereka berkarir sebagai aktor komedi dan penyanyi parodi di Filipina).

Segampang itukah jadi superstar zaman sekarang? Bermodalkan video sederhana dan koneksi internet?

Tentu saja tidak. Calon superstar tetap harus punya superstar quality. Dalam kasus Sinta dan Jojo, penampilan fisik mereka yang aduhai dan tak kalah dengan bintang sinetron tentunya jadi salah satu faktor penentu.

Tapi di atas segalanya, yang paling menentukan adalah faktor luck alias keberuntungan. Toh ada ratusan (bahkan lebih) video lipsync di YouTube yang diperankan oleh gadis-gadis cantik. Bahkan banyak di antara mereka yang benar-benar menyanyi dengan suara merdu. Tapi kenapa yang benar-benar jadi “superstar” hanya Sinta dan Jojo?.(vb/01/dari berbagai sumber/foto;hai/okezone.com)

Respon Pembaca

Silahkan tulis komentar anda...





Redaksi menerima komentar terkait artikel diatas. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak tidak menampilkan komentar jika mengandung perkataan kasar, menyinggung, mengandung fitnah, tidak etis, atau berbau SARA.